- Tangkapan layar
Siapa Sosok Bilqis Banyuwangi 'Miss Cendut'? Namanya Dicatut Isu Video Asusila Viral hingga Polisi Tahan Pelaku
tvOnenews.com – Nama selebgram sekaligus kreator konten populer asal Banyuwangi, Bilqis Luvena Danendra alias Miss Cendut atau Bilqis Banyuwangi, mendadak menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial seperti TikTok hingga X (Twitter).
Perbincangan tersebut mencuat seiring beredarnya klaim narasi video viral bermuatan asusila yang menyeret nama baiknya.
Sebelum isu liar ini meluas, Bilqis diketahui sempat mengunggah konten parodi berdurasi 27 detik di TikTok menggunakan suara serial Tiba-Tiba Brondong menirukan adegan Tatjana Saphira.
- Tangkapan layar
Namun, unggahan yang menarik perhatian netizen tersebut belakangan dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab dengan mengaitkannya pada materi tidak senonoh.
Hingga saat ini, tidak ditemukan adanya tautan full video resmi yang terverifikasi maupun layak dibagikan terkait narasi tersebut.
Tim Hukum Gerak Cepat, Satu Tersangka Resmi Ditahan
Menanggapi kehebohan tersebut, pihak keluarga bersama tim kuasa hukum dari Kantor Hukum Harsa & Partners langsung melayangkan somasi terbuka sekaligus menempuh jalur pidana.
"Kami menyampaikan somasi dan peringatan terbuka kepada setiap pihak yang menyimpan, memiliki, mengirimkan, mengunggah, meneruskan, memperbanyak, maupun menyebarluaskan materi yang berkaitan dengan Bilqis Luvena Danendra," tegas tim kuasa hukum Bilqis.
Langkah tegas ini berbuah hasil. Penyidik Polresta Banyuwangi bergerak cepat dan resmi menahan seorang pria berinisial Bintang di Polsek Pesanggaran yang diduga kuat terlibat dalam perkara ini.
Selain itu, laporan lain terhadap oknum berinisial DG juga telah masuk sejak 24 September 2026.
Pihak kuasa hukum memastikan akan terus mendokumentasikan setiap akun atau oknum yang nekat menyebarkan konten yang merusak nama baik kliennya.
- Tangkapan layar
Waspada Link 'Phishing' Mengintai Rekening Warganet
Maraknya perburuan tautan di tengah hebohnya isu ini turut disoroti oleh Praktisi Siber Muhammad Bella Buay Nunyai. Ia mengimbau masyarakat tidak mudah terperangkap oleh umpan link viral di media sosial.
"Fenomena ini memanfaatkan rasa penasaran masyarakat. Pelaku membuat narasi umpan yang mengarahkan ke tautan jebakan (phishing). Apalagi teknologi AI generatif saat ini semakin mudah dipakai untuk memodifikasi foto maupun suara," ungkap Bella saat diwawancarai tvOnenews.com.
Bella menegaskan bahwa ancaman utama timbul ketika korban terperangkap mengisi data sensitif pada laman palsu.
"Jika korban terpedaya memasukkan data pribadi, username, password, hingga kode OTP perbankan atau PIN di halaman palsu tersebut, maka seluruh akses akun hingga rekening bisa dibobol," tegasnya.
3 Langkah Proteksi Diri dari Kejahatan Siber
Guna menghindari risiko peretasan data hingga kerugian finansial akibat isu viral palsu, berikut tiga panduan proteksi diri dari praktisi siber:
-
Abaikan Iming-Iming Tautan Viral: Jangan pernah tergiur mengeklik link yang disebarkan dengan narasi "video viral" atau "full version".
-
Aktifkan Keamanan Ganda (2FA): Aktifkan fitur Two-Factor Authentication (2FA/MFA) pada seluruh akun media sosial dan aplikasi perbankan digital.
-
Jaga Kerahasiaan Kode Keamanan: Jangan pernah membagikan kode OTP, PIN, maupun kata sandi kepada siapa pun dalam kondisi apa pun.
Masyarakat diimbau untuk selalu kritis menyikapi tren berita viral serta menyerahkan seluruh proses hukum kepada pihak kepolisian.