- Antara
Viral Oknum Mutawif Diduga Hina Jamaah Umrah, Ternyata Begini Syarat Seseorang menjadi Pendamping Ibadah Umrah
Jakarta, tvonenews.com- Media sosial dihebohkan dengan satu video yang viral. Oknum Mutawif diduga hina jamaah umrah, itu menyampaikan pesan menohok untuk jamaah yang lansia.
Dalam video tersebut, pria yang tidak diketahui identitasnya tersebut. Menyinggung adanya jamaah umrah yang sudah lanjut usai (Lansia) merepotkan.
Merepotkan karena selalu meminta kursi roda. Hal inilah yang menuai perhatian dari Kementerian Haji dan Umrah.
- dok.kolase tvOnenews.com/ YouTube antara
"kalau bisa jangan berangkat umrah kalau sudah tua-tua, harus pakai kursi (roda), dikit-dikit kursi," ucap oknum mutawif tersebut, dikutip dari youtube antara.
Lantas, apa tugas mutawif dan apa saja syarat jadi mutawif?
Merangkum dari berbagai laman travel umrah dan haji pada Selasa (29/9). Disebutkan kalau seeorang mutawif memiliki peran penting dalam memandu spiritual ibadah haji dan umrah dari awal hingga akhir.
Dengan ini, jadi seorang Mutawif berbeda dengan tour guide atau pemandu wisata loh.
Tugasnya, seorang muthawif atau mutawif akan berfokus untuk memberikan bimbingan keagamaan dan menjelaskan makna dari setiap ritual ibadah haji dan umrah.
Perlu tahu, sebelum jadi seorang muthawif juga telah mengikuti sertifikasi sebagai muthawif.
Secara umum mendampingi darin awal sampai akhir ibadah umrah atau haji.
Mutawif disediakan oleh travel umroh dan haji, juga menjadi penghubung antara biro perjalanan dan jemaah. Juga harus siap dalam memberikan motivasi dan solusi saat jemaah menghadapi kebingungan atau kelelahan selama ibadah.
Syarat jadi mutawif
Pertama, harus pernah melakukan perjalanan ke Tanah Suci minimal 2 Kali. Hal ini membantu mereka untuk lebih memahami jalur perjalanan, tempat-tempat ibadah, dan semua aspek yang terkait dengan perjalanan ibadah.
Kedua, menguasai Bahasa Arab dan Inggris. Seorang Mutawif juga harus mampu berkomunikasi dalam bahasa Arab dan Inggris sangat penting. Seorang Muthawif harus dapat menjelaskan berbagai informasi kepada jamaah dengan jelas dan lancar, mengingat kedua bahasa tersebut sering digunakan di tanah suci.
Ketiga itu mengikuti sertifikasi. Bagi seluruh Calon Muthawif, perlu mengikuti sertifikasi sebagai persiapan untuk menjadi pembimbing haji dan umroh.
Sementara kurikulum sertifikasi mencakup berbagai aspek seperti psikologi konflik, manajemen, filosofi, kepemimpinan, dan tentu saja, aspek-aspek ibadah haji dan umroh.
Tindakan Tegas pada Oknum Mutawif yang Viral
Wakil Menteri haji dan umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan pihaknya akan menindak tegas soal viralnya video oknum mutawif yang diduga hina jamah umrah.
Dalam keterangannya, ia menegaskan siap mengambil langkah tegas dengan memasukkan ke daftar hitam atau blacklist. Sehingga bisa menjadi pembelajaran untuk yang lain.
Dahnil mengatakan kalau seorang mutawif seharusnya bisa lebih bersabar dalam mendampingi jamaah haji. Sebab sudah seharusnya tidak bersikap demikian.
"jadi harusnya kesabaran itu adalah bagian hal penting. Bagi setiap didiri mutawif ada bimbingan," jelasnya kepada wartawan di Istana, Jakarta.
"saya juga sudah sampaikan agar yang bersangkutan diblacklist, di travel dan dia penyelenggaran haji, tapi kami akan ada tabayyun dulu untuk dipanggil dan dimintai keterangan," jelasnya dikutip dari youtube antara, Selasa (29/9).(klw)