- Instagram/@aqianr
Kondisi Cuaca Gunung Himalaya Lagi Buruk-Longsor, Fiersa Besari Cemaskan Aqia yang Mendaki Annapurna Circuit
Jakarta, tvOnenews.com - Musisi Fiersa Besari kembali menuai sorotan publik. Kali ini perhatian tersebut tertuju lantaran ia mengkhawatirkan kondisi sang istri, Siti Aqia Nurfadla.
Aqia sedang melakukan pendakian di wilayah gunung Himalaya, Nepal, tepatnya di Annapurna Circuit. Perjalanan istri Fiersa Besari itu bersama dengan beberapa temannya, di antaranya Adit, Afri, dan Ejaak.
Sayangnya momen pendakian Aqia diwarnai dengan cuaca buruk, mulai dari hujan salju, longsor hingga banjir di area pegunungan Himalaya. Hal ini memaksa istri Fiersa Besari itu sulit mencapai puncak dan memilih untuk turun.
Melalui Instagram Story pribadinya, Fiersa Besari membagikan sejumlah percakapan via chat WhatsApp dengan sang istri. Ia meminta agar Aqia terus berbagi kabar jika ada sinyal.
"Suami mendaki, istri khawatir di rumah. Istri mendaki, istri khawatir di gunung," tulis Fiersa Besari dilihat tvOnenews.com dari Instagram pribadinya pada Rabu (30/9/2026).
Kondisi Aqia Istri Fiersa Besari di Pegunungan Himalaya
- Instagram/@aqianr
Fiersa Besari juga berbagi chat dengan petugas dan rekan-rekan istrinya di kawasan pegunungan Himalaya. Kondisi Aqia bersama beberapa temannya untuk sementara waktu dipastikan aman.
"Pagi Pak, situasi sejauh ini aman dan terkendali, hanya saljunya saja semakin mengeras dan micro spike sudah kita gunakan. Pagi ini tim sudah menuju High Camp, Bu Siti dan semua team sehat-sehat sejauh ini. Makan cukup lahap dan tidur cukup pulas. Mohon doanya," ungkap seseorang dalam percakapan dengan Fiersa Besari.
"Bismillah. Bismillah. Bismillah. Berkabar ya, Pak. Salam untuk Bu Siti dan kawan-kawan semua," jawab Fiersa Besari.
Berdasarkan dari pemberitaan yang beredar, sejumlah wilayah di Annapurna Circuit sedang dilanda cuaca buruk. Hujan salju lebat, longsor salju, banjir, dan longsor terus menghantui kawasan tersebut, terutama di area Manang.
Dilansir dari Kathmandu Post, Direktur Jenderal Departemen Pariwisata Nepal, Ram Krishna Lamichhane belakangan ini membenarkan adanya insiden puluhan orang, termasuk pendaki dan staf pendukung hilang akibat salju longsor melanda di puncak gunung Himlung Himal setinggi 7.126 meter di Distrik Manang, Nepal bagian barat.
Salju longsor berlangsung di tengah hujan dan saljur yang kerap mengguyur wilayah pegunungan bagian barat Himalaya, Nepal. Di wilayah lain, setidaknya satu orang tewas dan dua lainnya hilang akibat tanah longsor menghantam sebuah permukiman di Distrik Palpa pada Minggu, 27 September 2026.
Pada bulan lalu, Nepal pernah dilanda banjir bandang besar. Bencana tersebut setidaknya menewaskan lebih dari 1.350 orang dan lebih dari 5.000 orang masih dilaporkan hilang.
Situasi ini membuat Fiersa Besari memperlihatkan titik lokasi istri dan timnya di tengah cuaca buruk yang melanda di wilayah Manang.
"Masalah sekarang bukan ketika naik ke titik yang lebih tinggi, tetapi ketika turun. Potensi banjir dan longsor. Kalau tidak jadi naik, berarti harus kembali ke Chame. Kalau jadi naik, saya hanya berharap Muktinath lebih aman dilalui," terang Fiersa.
Lebih lanjut, Fiersa mengungkapkan bahwa dirinya dikabarkan istri dan tim telah tiba di Yak Kharka yang berada di sekitar ketinggian 4000 mdpl. Mereka terus menuju High Camp di ketinggian 4.900 mdpl.
"Annapurna Circuit sebenarnya bukan rute yang sulit kalau situasinya normal, tetapi karena cuaca buruk yang menjadi kendala adalah salju yang tebal di beberapa titik. Sebagai gambaran, 4900-an mdpl itu sudah setara puncak tertinggi di Indonesia," ucapnya.
Fiersa Besari Tidak Menyesal Izinkan Aqia Mendaki Pegunungan Himalaya
Fiersa kembali curhat melalui media sosialnya. Ia membagikan seputar aktivitas terbarunya sebagai musisi hingga penulis naskah buku.
Ia mengaku lebih mudah membereskan pekerjaannya saat bekerja bersama Aqia. Fiersa mengungkapkan kali ini hanya dirinya sendiri untuk melakukan hal tersebut.
"Sekarang berasa sendirian banget. Ditambah, harus mengecek terus sikon di Nepal sampai Bu Siti dan tim benar-benar aman," katanya.
Di sisi lain, Fiersa memastikan dirinya tidak menyesal untuk memberikan izin kepada Aqia. Menurutnya, perjalanan pendakian ke pegunungan Himalaya sebagai waktu terbaik menghilangkan penat setelah menjadi IRT.
"Jangan salah paham. Bukan berarti saya menyesal karena mengizinkan Bu Siti liburan. Menjadi ibu rumah tangga adalah pekerjaan sulit, Bu Siti pantas dapat waktu me time. Cuma memang enggak nyangka situasi di Nepal akan serumit ini. Akhirnya, saya korbankan waktu tidur. Setiap harinya cuma dapat empat jam, tapi enggak boleh mengeluh," tukasnya.
(hap)