- Threads @rena_reefinaqiana - TikTok @aycantik96
Pilu, Keluarga Ungkap Alasan Maulana Korban KM Virgo Bawa KTP Neneknya yang Sudah Meninggal
tvOnenews.com - Kisah Maulana Purwo Wibowo, pemuda 19 tahun asal Cilacap, Jawa Tengah, menjadi salah satu cerita pilu di balik tragedi tenggelamnya KM Virgo Transport 8.
Maulana sebelumnya meninggalkan kampung halamannya dengan niat merantau ke Kalimantan.
Ia ingin mencari pekerjaan dengan harapan bisa mendapatkan penghasilan lebih baik dan mewujudkan keinginannya memiliki sepeda motor.
Namun, perjalanan yang seharusnya menjadi awal kehidupan baru itu justru berakhir tragis. Maulana menjadi salah satu korban KM Virgo Transport 8 yang jenazahnya berhasil ditemukan dan kemudian diidentifikasi.
Namanya tercatat dalam daftar 16 korban yang berhasil diidentifikasi Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan pada Senin, 28 September 2026.
- ANTARA - Threads @rena_reefinaqiana
Dengan tambahan tersebut, total 41 jenazah dari 70 jenazah yang telah diterima di RS Bhayangkara Banjarmasin berhasil diketahui identitasnya.
Di tengah kabar duka tersebut, satu detail tentang barang bawaan Maulana ikut menyita perhatian. Saat jenazahnya ditemukan, Maulana diketahui membawa dua KTP, salah satunya merupakan KTP milik sang nenek yang telah meninggal dunia.
Kabar mengenai barang bawaan Maulana beredar di media sosial setelah foto isi dompetnya menjadi perhatian warganet.
Dalam dompet tersebut ditemukan uang tunai sekitar Rp13.500. Selain itu, terdapat dua KTP, yakni KTP milik Maulana sendiri dan KTP milik neneknya yang sudah meninggal.
Hal tersebut kemudian dikonfirmasi oleh kerabat Maulana yang mengaku sebagai bibinya.
"Iya betul Kak uang 13 ribu milik Maulana. Dia bawa KTP dua Kak, satu milik dia, satunya milik Alm neneknya Kak yang sudah meninggal," ujar sang bibi dilansir dari akun TikTok @aycantik96.
Keberadaan KTP tersebut membuat keluarga terkejut. Sebab, Maulana ternyata membawa identitas neneknya ketika pergi jauh dari Cilacap untuk mencari pekerjaan.
Namun, sang bibi memiliki dugaan tersendiri mengenai alasan Maulana membawa KTP tersebut.
"Aku juga kaget banget Kak dia sampai bawa KTP neneknya merantau jauh, mungkin lewat KTP itu dia bisa lihat foto neneknya Kak," katanya.
Jika dugaan tersebut benar, KTP itu kemungkinan bukan sekadar dokumen identitas bagi Maulana. Foto yang terdapat pada KTP tersebut bisa menjadi pengingat terhadap sosok nenek yang pernah dekat dengannya.
Keluarga mengungkap Maulana memiliki hubungan yang cukup dekat dengan sang nenek.
Menurut keterangan kerabatnya, nenek Maulana telah meninggal dunia. Sementara itu, orang tua Maulana telah berpisah dan masing-masing telah memiliki keluarga.
Kondisi tersebut membuat Maulana kemudian tinggal bersama kakek dan adiknya.
"Neneknya udah meninggal, ortunya sudah pisah dan punya keluarga masing-masing," ungkap sang bibi.
Karena itu, keputusan Maulana membawa KTP neneknya saat merantau ke Kalimantan menjadi bagian yang semakin menyentuh dari kisah perjalanan hidupnya.
Sebelum tragedi terjadi, Maulana berangkat ke Kalimantan bersama rombongan yang disebut dipimpin oleh seseorang bernama Pak Ramlan.
Tujuannya sederhana, yakni mencari pekerjaan.
Menurut sang bibi, Maulana berencana bekerja di sektor perkebunan kelapa sawit di Kalimantan.
Ia berharap pekerjaan tersebut bisa memberikan penghasilan lebih besar dibandingkan pekerjaannya di kampung halaman.
"Maulana niat mau merantau ke Kalimantan, Kak. Dia korban broken home tinggal sama kakek dan adiknya," katanya.
Selama berada di kampung, Maulana disebut bekerja membuat sapu. Pekerjaan tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi belum mampu memberikan penghasilan yang diharapkannya.
"Kalau di kampung kan kerjanya bikin sapu, Kak. Cukup untuk makan sehari-hari," ujarnya.
Karena itulah, Maulana yang masih berusia 19 tahun memilih mencoba peruntungan di tanah rantau.
Namun, keinginan tersebut tidak pernah terwujud.
Maulana justru menjadi korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 sebelum sempat menikmati hasil kerja kerasnya di tanah rantau.
Sebelum identitas Maulana dipastikan, keluarga sempat berada dalam ketidakpastian.
Sebuah video yang diunggah akun TikTok @siagapeduli memperlihatkan sang kakek masih berharap cucunya dapat ditemukan dan kembali ke rumah.
"Cucu saya, bisa pulang nggak ya mbak?" ungkap sang kakek kepada petugas Siaga Peduli.
Ia juga terus menanyakan kondisi Maulana. Sang kakek berharap cucunya masih dalam keadaan sehat dan suatu saat bisa kembali ke rumah.
Penantian tersebut akhirnya mendapatkan jawaban setelah Tim DVI memastikan identitas Maulana.
Namun, jawaban yang datang bukan seperti yang diharapkan keluarga.
Maulana memang akhirnya pulang, tetapi dalam keadaan telah meninggal dunia.
(tsy)