- Instagram @samarindacom/@bongkar_kaltim
Viral! Kepsek SMK di Samarinda Diduga Selingkuh dengan Guru, Chat Foto Tanpa Busana Tersebar
tvOnenews.com — Viral di media sosial seorang kepala sekolah di salah satu SMK swasta di Samarinda, Kalimantan Timur diduga berselingkuh dengan guru perempuan.
Dalam potongan gambar yang tersebar, terlihat bukti chat dari oknum kepsek dan guru tersebut. Keduanya saling berkabar pesan mesra bahkan pihak laki-laki kirim foto sedang tanpa pakaian.
Dunia pendidikan kembali dihebohkan dengan dugaan aksi tak terpuji dari tenaga pendidik. Kali ini terjadi di sebuah sekolah SMK swasta di Samarinda, Kalimantan Timur.
Mengutip dari Instagram @bongkar_kaltim, tersebar bukti foto mesra yang diduga merupakan salah seorang kepala sekolah dengan oknum guru.
Tak berhenti sampai di situ, ada foto lainnya menunjukkan potongan percakapan yang diduga merupakan bukti WhatsApp dari kedua sejoli asal Kalimantan Timur ini.
Dalam bukti chat tersebut, keduanya sama-sama memanggil 'sayang' saat menyapa lewat WhatsApp. Mereka juga saling memberikan kabar.
“Udah sampai rmh sayang,“ bunyi isi pesan WhatsApp yang diduga dikirimkan oknum guru perempuan itu.
“Aku juga sayang,“ jawab pesan yang diduga dari si kepsek.
Tidak tanggung-tanggung, pihak lelaki dalam chat WhatsApp tersebut sampai memberikan bukti foto kalau sudah sampai rumah dengan bertelanjang dada.
“Sexynyaaaaa,“ balas pihak perempuan.
“Hbs tidur sendiri sayang,“ ucap si laki-laki.
“Aku mau tidur sayang, ilove you!,“ lanjutnya.
- Instagram @samarindacom/@bongkar_kaltim
Sontak, bukti yang tersebar lewat beberapa media lokal Kalimantan Timur itu bikin geger. Bahkan diketahui kalau keduanya sudah punya pasangan masing-masing.
Lebih jauh, tak sedikit dari pengguna Instagram yang menebak-nebak dari mana asal sekolah oknum kepsek dan guru tersebut.
Bukan hanya itu, ada juga kesaksian para pengguna Instagram yang mengaku merupakan mantan siswa atau pernah diajar oleh kedua oknum tersebut.
Hingga artikel ini diterbitkan, belum ada konfirmasi lebih lanjut baik dari pihak sekolah maupun kedua orang yang tertuduh dalam bukti foto tersebut.