news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Jujutsu Kaisen Ramai Dibicarakan, Mengapa Anime Ini Begitu Populer di Indonesia?.
Sumber :
  • Gambar ilustrasi

Jujutsu Kaisen Ramai Dibicarakan, Mengapa Anime Ini Begitu Populer di Indonesia?

Jujutsu Kaisen terus menarik perhatian penggemar anime pada 2026. Dari rating penonton hingga tren merchandise, simak perkembangan budaya anime di Indonesia.
Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:08 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Popularitas anime Jepang pada 2026 tidak hanya terlihat dari jumlah penonton, tetapi juga dari bagaimana karakter dan ceritanya menjadi bagian dari keseharian penggemar. 

Salah satu judul yang terus menarik perhatian adalah Jujutsu Kaisen, serial aksi supernatural yang memadukan pertarungan intens, karakter ikonik, dan konflik yang berkembang sepanjang cerita.

Di Indonesia, daya tarik anime ini terlihat dari percakapan di media sosial, aktivitas komunitas, hingga minat terhadap barang koleksi bertema karakter favorit. Tokoh seperti Satoru Gojo, Yuji Itadori, dan Megumi Fushiguro memiliki penggemar tersendiri. 

Bagi sebagian penonton, mengikuti anime tidak berhenti setelah episode berakhir, tetapi berlanjut melalui diskusi, karya penggemar, dan kegiatan mengoleksi merchandise.

Popularitas tersebut juga tercermin dalam capaian penayangan internasional. Pada awal Agustus 2026, detikPop melaporkan bahwa Jujutsu Kaisen ditonton lebih dari 1,5 juta kali setelah musim terbarunya masuk katalog Netflix pada Juli 2026. 

Serial ini juga tercatat berada di posisi ke-10 dalam daftar Netflix Indonesia pada periode pemberitaan tersebut. Data ini memperlihatkan daya tariknya, meskipun tidak otomatis menjadikannya anime dengan rating tertinggi secara keseluruhan pada 2026.

Mengapa Jujutsu Kaisen Tetap Menarik Perhatian pada 2026?

Salah satu kekuatan Jujutsu Kaisen terletak pada perpaduan aksi, fantasi gelap, humor, dan perkembangan karakter. Ceritanya mengikuti Yuji Itadori, seorang pelajar yang masuk ke dunia penyihir jujutsu setelah menelan benda terkutuk milik Ryomen Sukuna. Keputusan itu membawanya menghadapi ancaman supernatural sekaligus konflik yang semakin kompleks.

Perhatian penggemar kemudian berkembang melalui sejumlah alur penting, termasuk masa lalu Satoru Gojo, peristiwa Shibuya Incident, dan kelanjutan cerita dalam The Culling Game Part 1.

Dari sisi penilaian penonton, data agregat AniGems per 21 Agustus 2026 mencatat Jujutsu Kaisen: The Culling Game Part 1 memperoleh skor gabungan 8,68 dari 10 dan menempati peringkat ketiga dari 56 judul yang dipantau pada musim tersebut. 

Skor MyAnimeList untuk judul yang sama tercatat 8,60 dari 10. Angka tersebut menunjukkan penerimaan yang kuat, tetapi posisi peringkat dapat berubah mengikuti jumlah suara dan metode penilaian setiap platform.

Popularitas anime juga didukung oleh keterlibatan komunitas. Riset Dentsu yang diberitakan Marketing-Interactive pada Agustus 2025 menemukan bahwa sekitar satu dari lima penggemar anime Gen Z di Indonesia mengunggah konten anime ke media sosial atau bergabung dalam komunitas Discord bertema anime.

Temuan ini memperlihatkan perubahan perilaku penonton. Penggemar tidak hanya menikmati cerita, tetapi juga membagikan pendapat, membuat konten, dan membangun hubungan dengan orang lain yang memiliki minat serupa.

Dari Layar ke Merchandise, Budaya Koleksi Anime Terus Berkembang

Ketika karakter anime memiliki daya tarik kuat, ketertarikan penggemar dapat berkembang menjadi aktivitas mengoleksi barang, membuat karya kreatif, hingga mengikuti acara bertema anime. Merchandise menjadi salah satu cara untuk menunjukkan kedekatan dengan serial dan karakter favorit.

Fenomena tersebut juga dimanfaatkan oleh pelaku bisnis melalui kolaborasi dengan pemilik lisensi anime. Di Indonesia, salah satu contohnya adalah kerja sama FamilyMart dengan Jujutsu Kaisen pada 2026, setelah sebelumnya menghadirkan kolaborasi bertema Demon Slayer pada 2025 dan Crayon Shinchan pada kuartal ketiga 2026.

Kolaborasi ini mencakup tiga judul, yakni Hidden Inventory/Premature Death, Shibuya Incident dan The Culling Game Part 1. Produk koleksinya meliputi gelas, stiker, kartu foto, tas jinjing, standee, gantungan kunci, dan pin. Perusahaan juga menyebutkan bahwa 40 gerainya di berbagai kota dihias dengan tema anime tersebut.

“Kali ini kami memborong 3 titles Jujutsu Kaisen sekaligus,” ujar Head of Food Service, Marketing, dan Business Development FamilyMart Indonesia, Laurence Alifen, 

Respons penggemar turut memperlihatkan bagaimana merchandise dapat menjadi bagian dari pengalaman menikmati anime. Contoh ini menunjukkan bahwa ketertarikan terhadap karakter dapat meluas ke aktivitas di luar menonton.

Komunitas Menjadi Bagian Penting dari Budaya Anime

Perkembangan komunitas anime memperlihatkan bahwa pengalaman menonton kini dapat berlangsung jauh melampaui layar. Media sosial, forum diskusi, acara penggemar, dan produk koleksi menyediakan ruang untuk berbagi ketertarikan terhadap sebuah judul.

Bagi generasi muda, komunitas tersebut juga menjadi tempat bertukar rekomendasi, membicarakan perkembangan cerita, dan mengekspresikan kreativitas. Popularitas sebuah anime tidak hanya ditentukan oleh jumlah penonton, tetapi juga oleh kemampuan cerita dan karakternya untuk mempertahankan percakapan di antara penggemar.

CEO FamilyMart Indonesia, Wirry Tjandra, melihat kolaborasi bertema anime sebagai salah satu cara menghadirkan pengalaman berbeda bagi pelanggan. Ia menyebut kerja sama dengan Jujutsu Kaisen sebagai kelanjutan dari kolaborasi anime yang sebelumnya dilakukan perusahaan.

Dari sudut pandang budaya populer, kolaborasi semacam ini memperlihatkan pertemuan antara hiburan, komunitas, dan kegiatan konsumsi. Namun, merchandise tetap menjadi aspek tambahan dari pengalaman penggemar, bukan satu-satunya ukuran keberhasilan sebuah anime.

Jujutsu Kaisen menjadi contoh bagaimana sebuah serial dapat mempertahankan perhatian melalui cerita, karakter, dan keterlibatan komunitas. 

Daya tariknya pada 2026 bukan semata-mata soal klaim sebagai anime dengan rating tertinggi, melainkan bagaimana popularitas tersebut berkembang menjadi budaya penggemar yang terlihat di ruang digital maupun kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. (udn)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:56
08:50
02:47
06:54
06:16
06:20

Viral