- tangkapan layar instagram shienie.bong
Viral Dugaan KDRT di Depan Anak, Istri Ungkap Kronologi Kekerasan hingga Luka Diobati Sendiri
tvOnenews.com - Kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kembali menjadi perhatian di media sosial setelah sebuah unggahan yang memperlihatkan rekaman kekerasan terhadap seorang perempuan viral.
Dalam rekaman yang disebut berasal dari CCTV tersebut, seorang perempuan diduga mengalami kekerasan dari suaminya di dalam rumah, sementara anak mereka yang masih kecil berada di lokasi.
Unggahan tersebut menjadi sorotan karena memperlihatkan situasi kekerasan yang disebut terjadi di hadapan anak. Peristiwa itu diklaim berlangsung pada 5 Maret 2026.
Berbulan-bulan setelah kejadian, perempuan bernama Shienie melalui akun Instagram @shienie.bong akhirnya menceritakan kronologi yang disebut menjadi alasan dirinya memilih diam sebelum berani berbicara ke publik.
Dalam unggahannya, Shienie mengaku sempat merasa takut untuk menceritakan kejadian tersebut. Ia menyebut dirinya berusaha meminta pertolongan ketika kekerasan berlangsung, tetapi justru khawatir situasinya akan semakin parah. Ia juga mengatakan harus mengurus anak sekaligus menangani luka yang dialaminya sendiri setelah kejadian.
Rekaman CCTV Disebut Merekam Dugaan Kekerasan
Video yang diunggah melalui akun Instagram @shienie.bong memperlihatkan dugaan kekerasan yang disebut terjadi pada 5 Maret 2026. Berdasarkan keterangan dalam unggahan tersebut, Shienie mengaku mengalami sejumlah tindakan kekerasan dari suaminya.
Ia menyebut sempat berusaha melarikan diri dari situasi tersebut, tetapi kemudian berhasil ditangkap dan dibawa kembali ke kamar. Menurut keterangannya, tindakan kekerasan terus berlangsung ketika dirinya menangis dan mengeluhkan rasa sakit.
"Ini kronologi lengkap untuk tanggal 2026/03/05. Aku keep silent karna takut sekali mau speak up. Aku triak minta tolong takut makin digebukin makin parah, ini video hasil dari dia seret aku masuk ke kamar karna mau bungkam aku biar gak triak minta tolong. (awalnya aku emang kabur tapi berhasil di tangkap). Semakin ku nangis/meringis kesakitan semakin dia pukul. Akhirnya ku berusaha diam menahan sakit dan urus anak aku. Obatin luka juga sekua kulakukan sendiri," tulisnya, dilansir Kamis (1/10/2026).
Dalam unggahan lainnya, Shienie juga menuliskan bahwa dugaan kekerasan tersebut disebut berulang dan terjadi di hadapan anak.
“Pelaku selalu memukul, merendahkan, melakukan kekerasan kepada aku di depan anak,” tulisnya di caption.
Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya mengalami tindakan lain saat berusaha meminta pertolongan. Namun, seluruh keterangan tersebut merupakan pernyataan yang disampaikan Shienie melalui media sosial dan masih perlu ditempatkan dalam konteks proses penanganan kasus.
Anak Disebut Mengalami Dampak Setelah Menyaksikan Kekerasan
Selain kondisi yang dialaminya, Shienie menyoroti dampak kejadian tersebut terhadap anaknya yang masih berusia sekitar tiga tahun.
Dalam rekaman yang beredar, anak tersebut disebut berada di tempat tidur ketika dugaan kekerasan terjadi. Shienie mengatakan anaknya menangis ketika menyaksikan kejadian tersebut.
Ia kemudian mengaitkan kejadian itu dengan perubahan perilaku sang anak setelah peristiwa berlangsung. Menurut keterangannya, anak tersebut kini lebih mudah takut ketika mendengar suara keras.
“Alhasil anak aku sekarang kalo denger suara kenceng selalu ketakutan & kagetan karna ini,” tulis Shienie dalam video yang diunggahnya.
Dampak terhadap anak menjadi salah satu perhatian dalam kasus tersebut karena anak disebut berada di lokasi ketika dugaan kekerasan berlangsung. Namun, kondisi psikologis anak dan dampak jangka panjangnya tetap membutuhkan penilaian profesional untuk dapat disimpulkan secara medis atau psikologis.
Keluarga Sebut Laporan Sudah Sampai ke Polda
Perkembangan kasus tersebut kemudian disampaikan oleh ibu Shienie melalui video lainnya. Ia mengatakan laporan terkait dugaan KDRT telah sampai ke Polda pada 15 September 2026.
Menurut keterangan sang ibu, pihak keluarga Shienie juga sempat bertemu dengan pihak yang disebut sebagai pelaku. Dalam pertemuan tersebut, keluarga mengklaim tidak mendapatkan permintaan maaf maupun pertanyaan mengenai kondisi Shienie.
Keluarga juga menyebut telah menunjukkan foto-foto kondisi Shienie setelah kejadian. Namun, berdasarkan penuturan sang ibu, respons yang diterima dinilai tidak menunjukkan kepedulian terhadap kondisi korban.
Shienie kini disebut telah kembali bersama keluarganya. Setelah memilih diam selama beberapa waktu, ia akhirnya memutuskan berbicara mengenai kejadian tersebut melalui media sosial.
Dalam unggahannya, ia meminta dukungan masyarakat untuk ikut mengawal proses penanganan kasus tersebut. Ia berharap laporan yang telah disampaikan kepada kepolisian dapat ditindaklanjuti dan memberikan kejelasan mengenai kasus dugaan KDRT yang disampaikannya.
Hingga artikel ini ditulis, informasi mengenai proses hukum selanjutnya masih berdasarkan keterangan yang disampaikan pihak Shienie dan keluarganya melalui media sosial.
Tidak ada hasil pemeriksaan kepolisian yang dikutip dalam materi sumber yang tersedia untuk mengonfirmasi seluruh detail dugaan kekerasan tersebut.
Karena itu, perkembangan penanganan laporan oleh aparat menjadi bagian penting untuk melihat bagaimana kasus tersebut akan diproses lebih lanjut. (udn)
**Disclaimer:** Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak terkait maupun kepolisian mengenai dugaan KDRT tersebut. Informasi dalam artikel ini bersumber dari unggahan media sosial dan masih menunggu konfirmasi dari pihak-pihak terkait.