- tvOnenews.com/Hilal Aulia Pasya
Berduet dengan Putri Marino dalam Film Berlokasi di Gunung Bromo, Arya Saloka Bilang Begini
Jakarta, tvOnenews.com - Aktris Arya Saloka mengungkapkan kesannya saat berduet dengan Putri Marino dalam Film Empat Musim Pertiwi yang akan tayang pada 8 Oktober 2026.
Film Empat Musim Pertiwi merupakan film misteri dan thriller yang mengangkat tema antihero, feminisme, teknologi, serta sentuhan ekstraterestrial dengan simbol yang dalam. Arya Saloka sebagai salah satu tokoh kedua (utama) yang dengan karakter Bisma, sedangkan Putri Marino menjadi karakter utama (Pertiwi).
Dalam film tersebut, Arya Saloka sebagai salah satu sosok yang mendukung bahkan berstatus sebagai mantan pacar Putri Marino. Pasalnya, Putri yang berperan sebagai Pertiwi pulang ke kampung halamannya setelah dipenjara selama 20 tahun akibat menjadi korban pelecehan seksual berujung membunuh pelakunya dengan pecahan botol kaca.
Arya Saloka bahkan sejak awal menunjukkan sikap dan sempat menggombal kepada Putri Marino. Menurut dia, chemistry antara dirinya dan wanita keturunan Italia dan Bali itu telah terbentuk sejak lama.
"Untuk chemistry ya Alhamdulillah seperti ini karena sudah ketiga kalinya berpasangan dengan sosok Putri Marino," ujar Arya Saloka di Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (1/10/2026).
Arya Saloka Tidak Kaku Berduet dengan Putri Marino
Lebih lanjut, menurut Arya, chemistry adegan dirinya berduet dengan Putri Marino sudah tidak diragukan lagi. Ia berpendapat dirinya tak kaku lagi.
Biasanya ada beberapa aktor yang baru berduet dalam film maupun sinetron sehingga harus membutuhkan aksinya secara ekstra. Untuk dengan Putri Marino, karakter dan aksi mantan suami Putri Anne itu telah terjaga saat beradegan dengan karakter utama film Empat Musim Pertiwi itu.
"Alhamdulillah tidak perlu dari awal lagi membentuk karakternya. Cuma tinggal bagaimana berdiskusi membentuk biografi masing-masing perannya," jelasnya.
Makna Karakter Si Koboi dalam Perjalanan Kehidupan Arya Saloka
Arya Saloka kemudian mengungkap makna dari karakternya yang bisa diambil sesuai dengan perjalanan kehidupannya. Dalam film tersebut, ia memposisikan sebagai sosok yang memahami dengan situasi carut marutnya warga di sebuah desa.
Dalam sinopsis film tersebut, Putri Marino memposisikan dirinya menghadapi tantangan tidak disukai oleh penduduk desa setelah empat musim berada di dalam sel penjara. Ketika pulang kampung, sosok Bisma menjadi salah satu orang yang mengaku sayang kepadanya.