- tvOnenews.com/Hilal Aulia Pasya
Pandangan Putri Marino soal Karakter Arya Saloka Menjadi 'Si Pria Koboi' di Film Empat Musim Pertiwi: Misterius
Jakarta, tvOnenews.com - Aktris Putri Marino mengungkapkan pandangannya terkait karakter Arya Saloka menjadi sosok Bisma, si pria koboi yang berkuda dalam film Empat Musim Pertiwi.
Selain pria koboi, Arya Saloka juga menjadi mantan pacar Pertiwi yang diperankan oleh Putri Marino. Bahkan pria berusia 35 tahun itu berperan sebagai tokoh kedua yang mendukung penuh Pertiwi.
Menurut Putri Marino, karakter Arya Saloka kali ini berbeda. Pasalnya, pria kelahiran 27 Juni 1991 itu berpenampilan koboi berkuda di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur.
Putri Marino melihat Arya Saloka sangat cocok sebagai Bisma. Penampilannya dianggap sangat keren namun juga menjadi sosok pria misterius.
"Kalau Putri melihat karakternya Bisma itu keren, misterius sama kayak dibilang sama Arya," ujar Putri Marino di kawasan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta selatan, Jumat (2/10/2026).
Selain keren, karakter Arya Saloka yang berperan sebagai sosok Bisma juga sangat baik. Dalam sinopsis film Empat Musim Pertiwi yang dirangkum tvOnenews.com, Bisma menjadi salah satu sosok yang langsung menyambut kehadiran Pertiwi.
Pertiwi sendiri ditempatkan sebagai perempuan yang kembali ke kampung halamannya. Ia telah keluar dari penjara selama sekitar 20 tahun akibat membunuh salah satu terduga pelaku pelecehan seksual dirinya saat masih gadis berusia 16 tahun.
Bisma bahkan menjadi sosok yang mengajak Pertiwi berkuda di Gunung Bromo. Bahkan ia selalu mendukung mantan pacarnya karena tidak disukai hingga dijauhi oleh warga desa akibat kejadian di masa lalu.
Namun, keduanya sempat mengalami situasi yang tegang. Hal itu terjadi setelah Pertiwi melihat Niken, istri Bisma yang diperankan oleh Hana Malasan kepergok selingkuh dengan sosok Jonet, calon kepala desa.
Situasi itu membuat Pertiwi mengimbau agar Bisma lebih berhati-hati. Namun, si pria koboi tersebut tidak mempercayai kekhawatiran yang dialami oleh mantan kekasihnya sehingga menimbulkan perdebatan saat menikmati suasana pemandangan Gunung Bromo.
"Cuma kadang ada perdebatan karena lihat (Niken selingkuh dengan Jonet). Sisanya teman yang baik, sahabat yang baik," terangnya.
Putri Marino Maknai Karakter Pertiwi
Selain bicara karakter Arya Saloka, Putri Marino juga memaknai karakter dirinya sebagai peristiwa. Perannya dalam film Empat Musim Pertiwi membuat ia memahami pengalaman perempuan lebih dalam.
Ia berpendapat pengalaman menjadi perempuan didapatkan saat proses mendalami karakter sebagai Pertiwi. Bagi dia, ada ketidakadilan yang terus didapatkan olehnya di desa tempat asalnya.
"Aku membaca buku dan akhirnya pelan-pelan mulai mengerti tentang rasa yang dialami seorang perempuan. Ketidakadilan tanpa henti dialami oleh perempuan terutama di daerah domestik atau asalnya, di lingkungan tempat dia bertumbuh, serta tempat dia bekerja," katanya.
Ia mengaku proses yang pertama kali dilalui olehnya untuk memahami karakter Pertiwi dengan cara langsung berdiskusi bersama Sutradara sekaligus Penulis film Empat Musim Pertiwi, Kamila Andini.
Putri Marino pun diberikan buku bertajuk "Perempuan di Titik Nol". Tujuan Kamila Andini mengarahkan agar sang aktris membacanya.
"Banyak sekali perbedaan antara karakter Pertiwi dan Putri lalu kompleksnya karakter Pertiwi. Akuu memutuskan hal yang paling penting aku lakukan adalah diskusi idengan Kak Dini," ucapnya.
Ia mulanya merasa mampu melakukan semuanya seorang diri. Seiringnya waktu, ada pelajaran berharga setelah memaknai karakter Pertiwi.
"Setelah terlibat di sini, akuu melihat betapa kuat dan rapuhnya Pertiwi, itu ada bedanya. Aku memang belajar banyak hal tentang kekuatan dari film ini dan kebersamaan itu sendiri," tukasnya.
(hap)