- tvOnenews.com/Hilal Aulia Pasya
Bergaya Koboi dan Berkuda dalam Film Empat Musim Pertiwi di Bromo, Arya Saloka Ceritakan Awal Mulanya
Ia mau tak mau harus memperkokoh persona karakternya dalam film yang menyentuh psikologis penonton. Ia pun kembali menonton film Django Unchained agar bisa maksimal.
"Memang benar-benar ingin merasuki peran itu," katanya.
Pemandangan Gunung Bromo Mudahkan Menunggangi Kuda
Selain penampilan, Arya mengaku dirinya harus mempraktikkan hasil latihan menunggangi kuda. Tantangan terberatnya karena kuda yang digunakan latihan di Jakarta berbeda dengan di Bromo.
Kuda untuk latihan di Jakarta berjenis Australia dan berbadan besar, sementara Arya dan Putri Marino harus menunggangi kuda Sumba Lokal di Gunung Bromo.
Di sisi lain, Arya harus bisa memerankan karakter untuk meyakinkan penonton agar dirinya terbiasa saat menunggangi kuda setiap harinya.
"Saya ini memang bukan ahli dalam naik kuda, tetapi bagaimana caranya agar orang percaya itu kuda adalah tunggangan saya setiap hari," ucapnya.
Menurut dia, karakter tersebut bisa terbangun berkat suasana dan latar pegunungan di kawasan Bromo. Situasi selama proses syuting membuat dirinya mudah memvisualkan sebagai pria koboi.
"Suasananya sebenarnya mendukung sih buat saya. Saya dari dulu ingin sekali punya look di film yang seperti itu dan akhirnya tervisualkanlah oleh Mbak Dini dan Mas Ifa. Terima kasih ya," pungkasnya.
(hap)