news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

YouTuber Ria Ricis.
Sumber :
  • YouTube/Ricis Official

Buntut Video Ria Ricis Batal Naik Helikopter di Bali, Arya Wedakarna: Jangan Sedikit-Sedikit Unggah ke Medsos

Buntut video Ria Ricis batal naik helikopter di Bali, anggota DPD asal Bali Arya Wedakarna imbau para artis tak langsung unggah di media sosial.
Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:10 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Video Ria Ricis yang menceritakan pengalamannya batal naik helikopter di Bali mendapat perhatian publik. 

Dalam unggahannya, Ricis mengaku merasa kurang nyaman dengan pelayanan salah satu penyedia jasa penerbangan helikopter hingga akhirnya memilih meninggalkan lokasi.

Persoalan tersebut kemudian mendapat tanggapan dari Arya Wedakarna. 

Anggota DPD RI asal Bali itu meminta para wisatawan, termasuk kalangan artis, menyikapi persoalan pelayanan dengan cara yang tepat dan tidak terburu-buru membawa persoalan ke media sosial.

Ria Ricis Batal Naik Helikopter di Bali

Ria Ricis
Sumber :
  • Instagram @riaricis1795

Ria Ricis sebelumnya berencana mengajak putrinya, Moana, menikmati pemandangan Bali dari udara. 

Ia mengaku sudah melakukan pembayaran dan datang sesuai dengan waktu yang telah disepakati.

Namun, pengalaman yang diterima di lokasi membuat Ricis merasa tidak nyaman. 

Ia menilai salah satu pegawai bersikap kurang ramah atau "judes" ketika memberikan pelayanan.

Ricis juga menyoroti perbedaan sikap pegawai ketika melayani wisatawan domestik dan turis asing. 

Pengalaman tersebut membuatnya memutuskan membatalkan penerbangan.

Setelah meninggalkan lokasi, Ricis kemudian mencari penyedia jasa lainnya. 

Ia dan Moana akhirnya tetap menikmati penerbangan helikopter menggunakan layanan Bali Copter di kawasan Nusa Dua, Bali.

Fly Bali Beri Klarifikasi

Pihak Fly Bali Heliport kemudian memberikan penjelasan mengenai kejadian yang dialami Ria Ricis. Manajemen menyampaikan permohonan maaf atas pengalaman yang membuat Ricis merasa tidak nyaman.

Menurut pihak manajemen, kondisi heliport ketika itu sedang ramai. Selain itu, penerbangan mengalami penundaan karena keterbatasan pilot yang bertugas.

Manajemen menjelaskan, hanya ada satu pilot yang bertugas pada saat kejadian karena pilot lainnya sedang membantu penanganan kebakaran hutan di Kalimantan. 

Pilot yang bertugas juga sempat beristirahat untuk menunaikan shalat Zuhur sehingga jadwal penerbangan mengalami penyesuaian.

Pihak perusahaan menyebut persoalan tersebut juga berkaitan dengan komunikasi antara staf dan pihak Ricis saat menjelaskan keterlambatan, prosedur keselamatan, serta jadwal foto.

Manajemen Fly Bali menegaskan bahwa tidak ada kebijakan untuk membedakan pelayanan berdasarkan asal wisatawan.

Arya Wedakarna Soroti Kebiasaan Unggah Persoalan ke Medsos

Anggota DPD RI Arya Wedakarna dan Ria Ricis
Sumber :
  • Instagram/aryawedakarna - YouTube/Ricis Official

Setelah video tersebut ramai diperbincangkan, Arya Wedakarna turut menyampaikan pandangannya melalui media sosial.

Arya menegaskan bahwa wisatawan domestik maupun asing seharusnya memperoleh pelayanan yang tidak dibeda-bedakan selama berada di Bali.

"Saya memastikan tidak ada diskriminasi baik untuk orang wisatawan domestik maupun juga wisatawan asing itu tidak boleh," ujar Arya.

Menurut Arya, keramahan dalam memberikan pelayanan memang penting. 

Namun, ia juga mengingatkan bahwa pekerja di sektor pariwisata merupakan manusia yang bisa berada dalam kondisi atau suasana hati tertentu.

"Namanya karyawan, staff itu di dunia pariwisata, dia itu kan ada waktu-waktunya juga ya, mungkin ada suatu mood tertentu. Mereka kan manusia, bukan robot, bukan AI," katanya.

Arya Minta Keluhan Disampaikan dengan Cara yang Tepat

Arya tidak membenarkan apabila ada pekerja yang memberikan pelayanan tidak ramah kepada wisatawan. 

Namun, ia menyarankan agar persoalan tersebut terlebih dahulu disampaikan langsung kepada pihak yang bersangkutan.

Ia menyebut wisatawan dapat menyampaikan teguran, mengisi formulir pengaduan, atau mengirimkan pesan kepada perusahaan apabila merasa mendapatkan pelayanan yang tidak sesuai.

"Kalau misalkan keberatan, komplain atas karakter dari karyawan dan sifat dari staff, ya tegur langsung di tempat atau mungkin isi formulir atau kirim DM saja, kasih masukan," tutur Arya.

Ia juga mengingatkan adanya dampak terhadap karyawan apabila sebuah persoalan langsung diunggah dan menjadi viral di media sosial.

"Jangan sedikit-sedikit unggah ke media sosial. Pertama, jangan kita menutup rezeki orang lain. Yang nomor dua, si karyawan itu bisa mendapatkan masalah di perusahaan," ucapnya.

Meski demikian, Arya mengatakan keluhan terhadap pelayanan tetap merupakan hal yang wajar. Ia hanya meminta persoalan tersebut diselesaikan dengan mempertimbangkan kondisi pihak-pihak yang terlibat.

Tegaskan Bali Terbuka untuk Wisatawan

Dalam pernyataannya, Arya kembali menekankan pentingnya menjaga citra Bali sebagai destinasi wisata yang ramah bagi semua wisatawan.

Ia menyebut tidak boleh ada perbedaan pelayanan antara wisatawan yang berasal dari Indonesia maupun dari luar negeri.

"Bali adalah tempat yang ramah. Bali adalah tempat yang tidak membeda-bedakan para wisata domestik atau wisatawan asing," tegasnya.

Sementara itu, persoalan yang dialami Ria Ricis telah mendapat klarifikasi dari pihak Fly Bali. 

Manajemen juga telah menyampaikan permintaan maaf dan menegaskan bahwa perusahaan tidak memiliki kebijakan untuk membedakan pelayanan berdasarkan asal wisatawan. (gwn)

 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral