news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi..
Sumber :
  • Antara

Respons Tak Terduga Dedi Mulyadi usai Dapat Julukan 'Gubernur Konten', KDM Beri Fakta Menohok

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan respons tak terduga ketika mendapat julukan sebagai "gubernur konten". KDM beri fakta menohok, singgung soal APBD.
Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:06 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan respons tak terduga ketika mendapat julukan sebagai "gubernur konten". Alih-alih merasa terganggu dengan sebutan tersebut, Dedi justru mengaku tidak mempermasalahkannya.

Hal tersebut disampaikan Dedi saat menjadi bintang tamu dalam acara bincang-bincang bersama jurnalis Rosi Silalahi.

Dalam kesempatan tersebut, Rosi menyinggung berbagai cibiran yang kerap diarahkan kepada Dedi, termasuk anggapan bahwa aktivitasnya sebagai kepala daerah terlalu sering ditampilkan melalui media sosial.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi
Sumber :
  • Bapenda Jabar

Rosi kemudian meminta Dedi menjelaskan pandangannya mengenai julukan "gubernur konten" yang selama ini melekat kepadanya.

Dedi merespons pertanyaan tersebut dengan santai. Ia bahkan membenarkan bahwa dirinya memang aktif membuat konten melalui kanal YouTube pribadinya.

"Ya memang gubernur konten, Mbak, tidak ada masalah, ini tidak negatif, ini positif kok," ujar pria yang akrab disapa KDM itu.

Ia kemudian menjelaskan bahwa dirinya memilih mengabadikan berbagai kondisi yang ditemui di lapangan dan membagikannya kepada masyarakat melalui YouTube.

"Ya memang gubernur konten mbak, tidak ada masalah, ini tidak negatif ini positif kok. Ya kan saya memvisualisasikan yang saya lihat saya dengar dan saya rasakan dalam Youtube saya tanpa biaya," lanjutnya.

Singgung Penggunaan APBD untuk Tim Media Sosial

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi
Sumber :
  • Humas Jabar

Dalam penjelasannya, Dedi juga membandingkan aktivitas kontennya dengan cara sejumlah pemimpin lain mempublikasikan kegiatan pemerintahan.

Menurut dia, pemimpin lain juga kerap didokumentasikan oleh tim media sosial. Namun, Dedi menyoroti adanya biaya yang harus dikeluarkan untuk mengelola tim tersebut.

Dedi kemudian menyebut soal penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ia mengklaim konten yang dibuatnya tidak menggunakan APBD.

"Pemimpin lainnya juga sama kan direkam, divideokan kok, bayar juga tim sosmednya, tapi kan mereka nggak viral," kata Dedi.

"Maksudnya yang bayar pakai APBD nggak viral, saya tanpa APBD viral, kalau mau ngomong gitu. Artinya negara efisien dari sisi gubernur kontennya," ujarnya.

Bagi Dedi, penggunaan media sosial bukan sekadar aktivitas untuk mendapatkan perhatian publik. Ia melihat platform tersebut sebagai sarana untuk menunjukkan berbagai persoalan yang ditemukan di Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendatangi rumah duka anggota Polrestabes Bandung yang menjadi korban tabrak lari, Senin (10/8/2026).
Sumber :
  • Cepi Kurnia/tvOne

Pandangan serupa sebelumnya juga pernah disampaikan Dedi melalui akun Instagram pribadinya pada 14 Agustus 2026. Kala itu, ia menjelaskan alasan mengapa dirinya tetap aktif membuat konten meski mendapat berbagai komentar dari masyarakat.

Dedi mengatakan sejumlah persoalan yang ditemukan di lapangan justru menjadi bahan yang ia tampilkan melalui konten. Ia kemudian mengaitkan publikasi tersebut dengan tindak lanjut terhadap persoalan yang ditemukan.

"Mungkin orang banyak bertanya, 'eh Gubernur Konten', 'emang iya', 'kerjanya tiap hari ngonten', 'bener'," ujar Dedi dalam unggahannya.

Ia kemudian memberikan contoh mengenai kondisi jalan, rumah, hingga sekolah yang ditemuinya.

"Ada jalan rusak saya kontenin, besoknya saya bangun sekian ratus kilometer. Ada rumah jelek saya kontenin, besoknya saya bangun rumah-rumah untuk rakyat miskin," kata Dedi.

"Ada sekolah jelek saya kontenin, besoknya saya bangun sekolah-sekolah di seluruh Jawa Barat," lanjutnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Dedi melihat media sosial sebagai bagian dari cara komunikasinya dengan masyarakat. Ia ingin persoalan yang ditemukan di lapangan diketahui publik sekaligus menjadi perhatian pemerintah. (asl)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral