- Instagram @israelnewbreed
Kata Wasekjen MUI Soal Rencana Konser Israel Houghton & New Breed di Indonesia
tvOnenews.com — Wasekjen MUI Pusat Dr. H. Erick Yusuf, S.Sy.,M.Pd meminta penjelasan ataupun klarifikasi dari pihak penyelenggara terkait rencana konser Israel Houghton & New Breed di Jakarta.
Sebelumnya, ramai seruan boikot konser Israel Houghton & New Breed, musisi yang terkenal dengan jejak digitalnya dalam mendukung penjajahan di Palestina.
Musisi Israel Houghton & New Breed pekan lalu mengumumkan bahwa akan mengadakan tur Asia dan India pada pertengahan hingga akhir bulan Oktober 2026.
“PENGUMUMAN BESAR! TUR TIL THE WHOLE WORLD KNOWS AKAN BERLANJUT! Kami akan menuju Asia dan India pada bulan Oktober/November ini! Temui kami DI SANA! Kami tak sabar untuk beribadah bersama Anda!,“ kata @israelhoughton di Instagram-nya.
Rencananya, Israel Houghton & New Breed akan melangsungkan konser di Jakarta, tepatnya Kota Kasablanka pada 15 Oktober 2026 mendatang.
Namun belakangan, konser yang semula hendak digelar di Kota Kasablanka, dipindah ke The Music Hall, Jakarta pada tanggal 24 Oktober 2026.
- Instagram @israelhoughton
Adapun negara lainnya yang bakal dikunjungi Israel Houghton & New Breed adalah Malaysia, tepatnya di Sabah pada 25 Oktober mendatang.
Kendati demikian, publik Malaysia telah lebih dahulu memboikot konser ini. Belakangan, Indonesia juga berlaku serupa, sehingga show dipindahkan.
Desakan boikot “Till The Whole World Knows” berkaitan dengan dugaan adanya keterkaitan konser dengan dukungan terhadap Israel dan agenda Christian Zionism
Agenda konser Israel Houghton & New Breed bertajuk “Till The Whole World Knows” kemudian mendapat tanggapan tegas dari Majelis Ulama Indonesia atau MUI.
Melalui Wakil Sekretaris Jenderal MUI Pusat Dr. H. Erick Yusuf, S.Sy.,M.Pd, Majelis Ulama Indonesia tegas menyuarakan “Art & Cultural Accountability: Seni, Etika, dan Tanggung Jawab Publik“.
“Rencana kehadiran Israel Houghton & New Breed perlu disikapi secara tenang, objektif, tetapi tegas,“ katanya.
“Persoalannya bukan nama “Israel”, bukan pula agama atau genre musiknya, melainkan rekam jejak sikap publik sang artis dan tanggung jawab etis dari panggung yang digunakannya,“ jelas Erick Yusuf.
Dr. H. Erick Yusuf, S.Sy.,M.Pd lalu membeberkan fakta bahwa jejak digital dari Israel Houghton & New Breed yang pernah menyuarakan “I stand with Israel” pada 8 Oktober 2023.
“Pernyataan ini merupakan rekam jejak publik yang wajar untuk dipertanyakan. Apakah pertunjukannya merupakan propaganda Zionisme, simbol, kampanye, penggalangan dukungan, ataupun bentuk legitimasi terhadap penjajahan dan agresi terhadap Palestina. Karena itu, kami menuntut klarifikasi yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan,“ pintanya.
“Kami tidak sedang mengadili seni. Kami meminta pertanggungjawaban etis dari mereka yang menggunakan panggung seni,” sambung Wasekjen MUI itu.
- Instagram @israelhoughton
Erick Yusuf meminta agar masyarakat menahan diri terlebih dahulu untuk hadir di konser tersebut. Perlu adanya klarifikasi dan pernyataan resmi dari penyelenggara.
“Perlu yang namanya klarifikasi, bukan hanya di artisnya, artisnya harus mengklarifikasi tapi juga di penyelenggaranya — menegaskan tentang konser ini apakah steril dari propaganda zionis,“ bebernya.
“Apakah kemudian dipastikan tanpa simbol-simbol, narasi, kampanye, penggalangan dukungan misalnya atau bentuk legitimasi terhadap penjajahan dan agresi terhadap Palestina,“ tambah sang Wasekjen MUI tersebut.
“Sampai semuanya terang benderang, saya mengajak masyarakat untuk menahan diri terlebih dahulu jangan memberikan dukungan finansial terhadap acara tersebut,“ harapnya.
Sekali lagi, Dr. H. Erick Yusuf, S.Sy.,M.Pd menegaskan bahwa sikap ini bukanlah vonis terhadap salah satu pihak, melainkan bentuk dari kehati-hatian moral.
“Saya tegaskan ini bukan vonis, ini adalah kehati-hatian moral,“ pungkasnya.