- Gambar ilustrasi AI
Jangan Kirim CV Sebelum Coba Prompt ChatGPT Ini, Hasilnya Bisa Lebih Profesional dan Ramah ATS
“Marketing Intern dengan pengalaman satu tahun dalam pengelolaan media sosial dan produksi konten digital. Berpengalaman menyusun kalender konten, mengembangkan materi komunikasi, serta mendukung kampanye digital. Berkontribusi meningkatkan engagement Instagram sebesar 20 persen melalui optimalisasi strategi konten.”
Hasil tersebut masih perlu diperiksa. Jika ada bagian yang tidak sesuai pengalaman sebenarnya, hapus atau koreksi.
2. Jangan Biarkan ChatGPT Membuat CV yang Terlalu Generik
Kesalahan paling umum ketika menggunakan AI adalah menerima hasil pertama begitu saja. Kalimat seperti “pekerja keras”, “mampu bekerja dalam tim”, “memiliki kemampuan komunikasi yang baik”, atau “berorientasi pada hasil” mungkin terdengar profesional, tetapi tidak banyak membedakan satu kandidat dengan kandidat lainnya.
OpenAI menyarankan pendekatan iteratif dalam penggunaan ChatGPT untuk persiapan karier. Kandidat dapat memberikan CV, deskripsi pekerjaan, contoh tulisan, serta pengalaman yang relevan, kemudian meminta AI membantu menemukan bagian yang masih lemah.
Setelah mendapatkan draft pertama, gunakan prompt lanjutan:
“Review CV ini seperti recruiter yang hanya memiliki waktu 30 detik. Tandai kalimat yang terlalu umum, informasi yang tidak relevan, pencapaian yang belum terlihat, serta bagian yang membutuhkan bukti. Jangan menambahkan fakta baru. Setelah itu, berikan versi perbaikannya.”
Dengan cara tersebut, AI tidak hanya menjadi “penulis CV”, tetapi juga dapat digunakan sebagai simulasi recruiter.
Bahkan, CV bisa dibandingkan langsung dengan lowongan pekerjaan.
Prompt-nya:
“Bandingkan CV saya dengan deskripsi pekerjaan berikut. Temukan 10 keyword yang paling penting. Pisahkan menjadi tiga kelompok: keyword yang sudah ada di CV, keyword yang sesuai dengan pengalaman saya tetapi belum ditulis, dan keyword yang tidak boleh saya gunakan karena tidak memiliki pengalaman tersebut.”
Cara ini penting karena sistem ATS dapat memindai CV untuk mencari kata kunci yang berkaitan dengan posisi yang ditawarkan. Indeed menjelaskan bahwa keyword yang relevan dapat membantu sistem dan perekrut menemukan kualifikasi kandidat dengan lebih cepat.
3. CV Bagus Bukan Berarti Penuh Desain, Ini yang Harus Dicek
Banyak kandidat mengira CV profesional harus menggunakan desain yang ramai, grafik kemampuan, banyak ikon, atau dua sampai tiga kolom. Untuk lamaran yang melewati ATS, pendekatan tersebut justru perlu dipertimbangkan kembali.