- Kolase Instagram/@kiranalarasati/@jenniferhubner
Jennifer Coppen hingga Kirana Larasati Terseret Dugaan Penipuan Emas Rugikan Korban Rp25 Miliar
Reaksi Jennifer Coppen
Jennifer Coppen langsung mengklarifikasi setelah namanya terseret dalam dugaan penipuan emas senilai Rp25 miliar. Melalui akun Instagram pribadinya, istri Justin Hubner tersebut menyampaikan bahwa kerja sama dengan perusahaan dimulai pada Januari 2026.
Jennifer menegaskan bahwa, tugasnya hanya sebatas aktivitas promosi dan menjadi brand ambassador. Ia tidak mengetahui urusan manajemen hingga transaksi jual beli produk.
Ibu satu anak itu juga membantah menerima komisi yang dihitung berdasarkan penjualan kepada pelanggan.
"Saya tidak ada keterlibatan dalam manajemen internal, pengelolaan dana, transaksi dengan pelanggan, proses penjualan, maupun pengambilan keputusan operasional perusahaan," tulis Jennifer.
Kerja Sama Jennifer Coppen Berakhir
Lebih lanjut, Jennifer menjelaskan, keputusan mengakhiri kerja sama telah diambil bersama tim manajemennya pada 19 Juni 2026. Langkah tersebut dilakukan setelah muncul keluhan dari pelanggan terkait perusahaan.
Jennifer berharap masyarakat dapat memahami batas keterlibatannya dalam kerja sama tersebut dan tidak langsung menyamakan aktivitas promosi dengan dugaan tindak pidana yang sedang diproses.
Ia pun menyatakan siap memberikan keterangan apabila dibutuhkan oleh aparat penegak hukum. Ia memastikan akan bersikap kooperatif dalam proses persoalan tersebut.
Reaksi Kirana Larasati
Kirana Larasati juga mengambil langkah untuk menghentikan keterlibatannya dalam kegiatan promosi produk perusahaan. Melalui kuasa hukumnya, aktris itu bahkan mengirimkan surat pemutusan kerja sama pada 18 September 2026.
Aktris tersebut memahami sekaligus prihatin atas kerugian dialami oleh para korban. Kendati demikian, Kirana memilih tidak memberikan penilaian lebih jauh mengenai perkara yang masih diproses dan menyerahkan penanganannya kepada pihak berwenang.
"Saya ingin menegaskan bahwa saya siap untuk bersikap kooperatif dan memberikan informasi yang saya miliki apabila dibutuhkan oleh pihak yang berwenang," kata Kirana.
Pernyataan tersebut menegaskan kesediaannya untuk membantu proses hukum apabila keterangannya diperlukan dalam penyelidikan kasus dugaan penipuan investasi emas dan perak tersebut.
Cerita Korban soal Dugaan Penipuan Emas
Sebelumnya, salah satu korban bernama Bernard menceritakan awal mula dirinya tertarik membeli emas dan perak melalui sistem pre-order. Pada transaksi pertamanya, ia memesan produk dalam jumlah relatif kecil dan menerima pesanan tersebut setelah menunggu sekitar satu bulan.