- Instagram/betrandpetoputraonsu
Klarifikasi Betrand Peto Soal Video Viral di Medsos Dugem dan Pesta Minuman Keras
tvOnenews.com – Penyanyi muda Betrand Peto akhirnya melancarkan klarifikasi tegas terkait beredarnya potongan video viral berkonotasi miring di media sosial yang memunculkan tuduhan pesta dan minum-minuman keras.
Putra angkat Ruben Onsu dan Sarwendah yang akrab disapa Onyo tersebut menegaskan bahwa rekaman yang beredar luas merupakan materi video lama yang diretas secara ilegal dari akun email pribadinya, kemudian disunting oleh oknum tak bertanggung jawab.
Keterangan tersebut dilayangkan Onyo usai merampungkan agenda pemeriksaan terkait laporan dugaan Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (8/10/2026).
"Ya, itu ada. Memang benar ada yang membobol email aku, tapi kita fokus dulu untuk permasalahan ini lah. Mungki itu terlalu diedit-edit jadi digabungin jadi satu aja, gitu aja sih. Itu video lama, video lama," ungkap Betrand Peto.
- Instagram @betrandpetoputraonsu
Lebih jauh, penyanyi berusia 21 tahun ini membeberkan narasi dan situasi sebenarnya dari dokumentasi tersebut.
Momen itu direkam saat dirinya tengah berkumpul santai dan menikmati kuliner tradisional papeda bersama kawan-kawan perantau asal Indonesia Timur usai berolahraga.
"Jadi itu kumpul-kumpul sama teman-temanku yang ada di daerah timur, gitu. Jadi kami main bola untuk kumpulan anak-anak timur gitu. Maksudnya biar kasih lihat panjangnya itu kami tuh makan papeda di sana," terangnya.
Betrand memastikan bahwa berkas rekaman itu tersimpan rapat sebagai koleksi pribadi dan tidak pernah diunggah ke platform publik maupun dibagikan ke dalam grup obrolan mana pun.
"Jadi aku bisa bilang kenapa itu dibobol, karena itu enggak pernah ku posting ke mana-mana untuk simpan buat pribadiku aja. Share ke grup juga atau ke teman-teman juga aku enggak ada nge-share itu," tegasnya.
Meski dirugikan oleh narasi miring dan aksi pencurian data pribadi, pihak Betrand Peto memilih untuk menuntaskan perkara dugaan tindak asusila yang saat ini sedang diproses oleh penyidik Polda Metro Jaya terlebih dahulu.
Pihak manajemen dan tim hukumnya bakal mengevaluasi langkah hukum lanjutan terkait kasus peretasan dan penyebaran konten pribadi tanpa izin usai seluruh proses pemeriksaan utama rampung.