- YouTube Reyben Entertainment - Instagram @ruben_onsu
Artos Singgung Dugaan Penistaan, Citra Religius Ruben Onsu Jadi Sorotan
tvOnenews.com - Perseteruan Ruben Onsu dengan dua pria berinisial AO alias Artos dan Y atau F semakin memanas setelah persoalan tersebut bergulir ke ranah hukum.
Di tengah laporan yang dilayangkan Ruben, Artos membeberkan alasan dirinya ikut mengungkap dugaan interaksi pribadi antara presenter itu dan Y, yang merupakan temannya.
Dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube pada Selasa (13/10/2026), Artos mengaku awalnya tidak berniat mencampuri urusan pribadi Ruben. Namun, ia merasa perlu berbicara setelah mengetahui adanya komunikasi yang menurut versinya melibatkan Ruben dan Y.
Artos juga melontarkan kritik terhadap citra religius yang dinilainya ditampilkan Ruben di media sosial. Ia mempertanyakan kesesuaian antara citra tersebut dan dugaan perilaku yang diceritakannya.
Pernyataan Artos itu menjadi sorotan di tengah polemik video call Ruben dengan Y yang beredar di media sosial.
Artos mengungkapkan bahwa dirinya mulai mencari tahu aktivitas Ruben melalui media sosial setelah mengetahui presenter tersebut pulang dari ibadah umrah pada Oktober 2025.
"Aku cari tahu tuh di sosial media, dia pulang umrah. Nah, dia pulang umrah itu Oktober 2025, which is dia sudah login (mualaf)," katanya mengutip tayangan YouTube Reyben Entertainment, Selasa (13/10/2026).
Setelah menelusuri aktivitas Ruben di media sosial, Artos kemudian menyampaikan kritik terkait cara Ruben menampilkan kehidupan religiusnya di hadapan publik.
"Nah, ini juga aku mau tekankan bahwa sorry, jangan mempermainkan agama," tegasnya.
Artos menilai citra yang dibangun seseorang di ruang publik semestinya sejalan dengan perilaku pribadinya.
Ia pun mengaitkan pandangannya tersebut dengan dugaan komunikasi Ruben dan Y yang menjadi pokok polemik.
"Terserah kamu mau jadi lebi, mau jadi hom, apa pun itu terserah. Saya tidak pernah mengganggu privasi orang. Tapi kalau kamu sudah pencitraan, kemudian kamu posting. Membranding diri kamu laki-laki soleh dengan semua atributmu, dengan semua postinganmu," cecarnya.
Artos menjelaskan bahwa alasan dirinya ikut berbicara ke publik bukan semata-mata karena persoalan pribadi Ruben.
Ia mengaku merasa terlibat setelah mengetahui dugaan interaksi yang menurut versinya terjadi antara Ruben dan Y.
Artos juga mengklaim memiliki sejumlah materi yang berkaitan dengan komunikasi keduanya, mulai dari unggahan media sosial hingga percakapan pribadi.
Ia menyebut salah satu hal yang dipersoalkannya adalah pesan yang, menurut pengakuannya, dikirim Ruben ketika hendak menjalankan ibadah salat.
"Sebenernya bodo amat sih urusan pribadi. Tapi kan ini ada hubungannya ke kami. Setiap dia mau salat, dia pap loh ke sini (menunjuk Y). Ada postingannya, ada chatnya, sajadahnya juga ada. Nih ganteng, nih tampan, ada," cecarnya.
Artos kemudian menyampaikan penilaian keras terhadap dugaan perilaku yang ia ceritakan.
"Bayangkan, itu penistaan kalau menurut aku. Lu pakai itu untuk berhubungan sesama jenis loh," tegasnya.
Di sisi lain, polemik ini juga berkaitan dengan beredarnya rekaman video call yang diduga memperlihatkan percakapan Ruben dengan Y.
Sebelumnya, Y telah memberikan keterangan mengenai awal perkenalannya dengan Ruben dan membantah bahwa rekaman tersebut merupakan hasil rekayasa.
Menurut pengakuan Y, pertemuan pertama mereka berlangsung di acara ulang tahun seorang teman Ruben.
Saat itu, Y bersama Artos bekerja sebagai pembawa acara. Y kemudian mengaku dihubungi oleh asisten Ruben untuk urusan pekerjaan sebelum komunikasi berlanjut ke panggilan video.
Keterangan Y dan Artos tersebut menjadi bagian dari berbagai klaim yang beredar di tengah polemik. Namun, isi komunikasi dan konteks lengkapnya tetap perlu diperiksa secara menyeluruh agar tidak menimbulkan kesimpulan sepihak.
Di tengah pernyataan Artos, Ruben memilih membawa persoalan ini ke ranah hukum. Melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, Ruben melaporkan dua pria berinisial AO atau Artos dan F atau Y ke Polda Metro Jaya.
Minola menyampaikan keterangan mengenai laporan tersebut saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2026). Ia menegaskan bahwa kedua orang itu berstatus sebagai terlapor.
"Dua pihak yang kita laporkan itu masing-masing satu, dengan inisial AA atau AO kemudian dengan inisial F atau yang dikenal dengan Y. Jadi ini terlapor, dua pihak ini terlapor," terang Minola.
Menurut Minola, laporan terbaru berkaitan dengan dugaan perekaman percakapan tanpa izin serta penyebaran materi yang menampilkan Ruben melalui media sosial.
"Pelapor selaku korban menjelaskan bahwa pada tanggal 12 Oktober 2026 korban melihat postingan di Instagram Y atau F tadi tersebut, dan sudah mengakui jadi perbuatan itu diakui secara tegas dalam preskonnya AA dengan memposting foto, atau video, mengedit, menyebarluaskan, tanpa seizin korban," paparnya.
Minola juga menyinggung pernyataan Artos dalam konferensi pers yang menurutnya berkaitan dengan materi yang dipersoalkan kliennya.
"Jadi artinya ini sudah ada pengakuan juga dalam preskon dan ini yang membuat klien kami kembali melaporkan kedua belah pihak tersebut," tukasnya.
Ia mengingatkan bahwa aktivitas di media sosial tetap memiliki konsekuensi hukum dan setiap orang harus mempertanggungjawabkan tindakannya apabila terbukti melanggar ketentuan yang berlaku.
"Seperti yang saya katakan, tidak ada orang yang kebal hukum," tegas Minola.
"Jangan UU ITE ini dibuat candaan, jangan kita merasa kita kebal hukum dan undang-undang itu tidak memiliki ketajaman untuk menegakkan keadilan," lanjutnya.
Sebelumnya, Ruben juga telah melaporkan dugaan pencemaran nama baik dan/atau fitnah melalui media elektronik pada 11 Oktober 2026.
(tsy)