news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Tren Foto 1980-an di ChatGPT Viral di Sosmed, Awas Jebakan "Hiburan Gratis" yang Bahayakan Data Pribadi!.
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI

Tren Foto 1980-an di ChatGPT Viral di Sosmed, Awas Jebakan "Hiburan Gratis" yang Bahayakan Data Pribadi!

Tren edit foto jadul ala 1980-an di ChatGPT sedang viral. Di balik keseruannya, para ahli memperingatkan risiko pencurian data biometrik dan privasi pengguna
Rabu, 14 Oktober 2026 - 05:55 WIB
Reporter:
Editor :

Terlebih lagi, ketidakpastian mengenai masa depan pemanfaatan data membuat situasi semakin abu-abu karena banyak perusahaan memperjualbelikan data tanpa pengawasan ketat. Para ahli bahkan menyoroti ancaman penyalahgunaan teknologi deepfake di masa depan yang memanfaatkan kumpulan foto lama pengguna untuk hal-hal di luar kendali.

Sisi Lain Pengelola AI: Kontrol Privasi dan Janji Perlindungan Data

Menanggapi berbagai kekhawatiran tersebut, sejumlah perusahaan pengembang AI besar mengeklaim bahwa faktor kepercayaan dan privasi merupakan fondasi utama dalam produk mereka. Pihak OpenAI menyatakan bahwa pengguna tetap memegang kendali penuh atas informasi pribadi mereka, termasuk kebebasan untuk menghapus riwayat percakapan kapan saja.

Selain itu, tersedia fitur seperti Temporary Chat yang dirancang agar riwayat percakapan tidak disimpan, diingat, atau dipakai untuk melatih model kecerdasan buatan di kemudian hari. Meskipun demikian, celah regulasi dan kebiasaan perusahaan dalam mengumpulkan jejak digital tetap menuntut kewaspadaan tingkat tinggi dari setiap individu yang berselancar di dunia maya.

Panduan Cerdas Menikmati Teknologi AI Tanpa Mengorbankan Privasi

Para pakar privasi tidak serta-merta melarang masyarakat untuk menggunakan teknologi AI secara total, melainkan mendorong pendekatan yang jauh lebih bijak dan berhati-hati dalam bernavigasi digital. 

Privasi dipandang sebagai bentuk kekuatan utama yang dapat melindungi diri dari potensi penyalahgunaan kekuasaan di masa depan.

Berikut adalah beberapa langkah preventif yang bisa diterapkan:

Hindari mengunggah foto anak-anak: Anak-anak belum mampu memberikan persetujuan secara matang, sehingga orang tua wajib melindungi rekam jejak digital mereka sejak dini.

Gunakan resolusi lebih rendah: Langkah ini dapat membantu memperkecil detail data biometrik sensitif yang terekam oleh sistem pemrosesan gambar.

Pilih platform terpercaya: Selalu gunakan layanan resmi yang memiliki transparansi kebijakan privasi dan tata kelola data yang kuat.

Periksa pengaturan privasi: Manfaatkan fitur pembatasan agar konten pribadi tidak diizinkan untuk melatih model AI di kemudian hari.

Matikan fitur memori: Nonaktifkan penyimpanan riwayat percakapan di chatbot guna meminimalkan penumpukan informasi pribadi. (udn)

 

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral