Viral, Debut Sineas Indonesia Gandhi Fernando di Thailand Langsung Nomor 1 Global, Badminton Boys Bikin Bangga Indonesia
tvOnenews.com - Nama sineas Indonesia Gandhi Fernando tengah menjadi sorotan setelah debutnya sebagai sutradara serial di Thailand langsung mencatatkan prestasi di panggung internasional. Serial Badminton Boys yang ditulis sekaligus disutradarainya berhasil menempati posisi pertama dalam iQIYI Shorts Global Ranking.
Kabar pencapaian ini ikut beredar melalui unggahan akun Instagram Pageant Crown Warriors, menarik perhatian karena karya perdana Gandhi di industri hiburan Thailand langsung bertengger di puncak peringkat global.
Pencapaian tersebut semakin menarik karena Gandhi tidak sekadar membawa nama Indonesia ke produksi luar negeri. Ia telah menghabiskan sekitar empat tahun mempelajari bahasa Thailand, dari tahap awal, sebelum akhirnya terlibat langsung dalam proses produksi di Negeri Gajah Putih.
Kini, upaya panjang itu membawanya pada pencapaian yang tak disangka: Badminton Boys mendapat label “Worldwide No. 1” dalam kategori Shorts di platform iQIYI. Keberhasilan tersebut memunculkan perhatian terhadap perjalanan Gandhi dalam menembus industri hiburan negara lain.
Di tengah persaingan konten digital dan tren serial berdurasi pendek, pencapaian ini menjadi langkah penting bagi kariernya sekaligus menunjukkan peluang sineas Indonesia untuk menjangkau penonton internasional.
Gandhi pun mengakui bahwa posisi puncak tersebut merupakan sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan ketika mulai mempelajari bahasa Thailand empat tahun lalu.
Viral Usai Debut di Thailand, Gandhi Fernando Tak Menyangka Langsung Nomor Satu Global
Prestasi Badminton Boys terlihat dalam daftar peringkat kategori Shorts untuk wilayah Worldwide di platform iQIYI. Serial tersebut tercantum dengan label “Worldwide No. 1”, menandai pencapaian awal yang menjanjikan bagi Gandhi sebagai sutradara di industri hiburan Thailand.
Dalam keterangannya pada Kamis (15/10/2026), Gandhi mengungkapkan rasa tidak percayanya terhadap hasil tersebut. Baginya, perjalanan dari mempelajari bahasa asing hingga menghasilkan karya yang dapat dinikmati penonton internasional merupakan proses panjang yang kini membuahkan hasil.
“Jujur saya nggak pernah menyangka debut saya sebagai sutradara di Thailand bisa langsung menempati posisi nomor satu di ranking global iQIYI Shorts. Empat tahun lalu saya mulai belajar bahasa Thailand dari nol, dan sekarang karya yang saya tulis dan sutradarai bisa ditonton secara internasional,” kata Gandhi Fernando.
Ia menilai pencapaian itu bukan sekadar keberhasilan menempati posisi teratas dalam daftar peringkat. Lebih dari itu, hasil tersebut menjadi dorongan bagi sineas Indonesia untuk memperluas ruang berkarya dan tidak hanya berorientasi pada industri dalam negeri.
“Buat saya ini bukan cuma soal ranking, tapi pembuktian bahwa sineas Indonesia juga bisa berkarya dan bersaing di industri hiburan negara lain,” ujarnya.
Pernyataan Gandhi mencerminkan tantangan yang dihadapi kreator ketika memasuki industri berbeda, mulai dari bahasa hingga sistem kerja produksi. Karena itu, pencapaiannya menjadi menarik bukan hanya karena peringkat serialnya, tetapi juga proses yang dilalui untuk bisa terlibat dalam produksi hiburan di negara lain.
Empat Tahun Belajar Bahasa Thailand, Jadi Modal Menggarap Badminton Boys
Perjalanan Gandhi menuju industri hiburan Thailand tidak berlangsung dalam semalam. Ia telah mempelajari bahasa Thailand selama kurang lebih empat tahun sebagai langkah untuk membuka peluang berkarier di luar Indonesia.
Kemampuan tersebut menjadi bekal penting ketika ia terlibat dalam produksi Badminton Boys. Gandhi menjalankan dua peran sekaligus, yakni penulis cerita dan sutradara.
Artinya, ia tidak hanya mengembangkan narasi, tetapi juga harus beradaptasi dengan sistem kerja industri setempat dan mengarahkan aktor lokal menggunakan bahasa Thailand.
Serial ini diproduksi melalui kolaborasi rumah produksi Thailand Above All Studios dan Creator Media, rumah produksi milik Gandhi Fernando, dengan dukungan investasi dari iQIYI.
Kolaborasi lintas negara tersebut memperlihatkan adanya ruang bagi kreator Indonesia untuk terlibat dalam produksi internasional. Namun, peluang itu juga membutuhkan persiapan dan kemampuan beradaptasi agar proses kreatif dapat berjalan sesuai kebutuhan produksi.
Bagi Gandhi, pengalaman menggarap serial di Thailand menjadi bagian baru dalam perjalanan kariernya. Pencapaian Badminton Boys di peringkat global pun menjadi awal yang menjanjikan untuk memperluas kiprah penyutradaraannya di pasar hiburan internasional.
Terdiri dari 57 Episode, Badminton Boys Mengikuti Tren Serial Vertikal
Selain keterlibatan Gandhi dan pencapaiannya di peringkat global, Badminton Boys hadir dengan format yang mengikuti perkembangan konsumsi hiburan digital. Serial ini dikemas sebagai vertical micro-series, yaitu tayangan berseri dengan tampilan vertikal yang dirancang untuk dinikmati melalui layar ponsel.
Secara keseluruhan, Badminton Boys terdiri dari 57 episode. Setiap episode berdurasi sekitar satu hingga tiga menit, dengan total durasi mencapai 92 menit. Format ini memungkinkan penonton mengikuti cerita dalam waktu singkat, tanpa harus menyediakan waktu panjang seperti saat menonton serial konvensional.
Tren tayangan berdurasi pendek berkembang seiring kebiasaan pengguna menikmati konten melalui perangkat seluler. Bagi platform digital, format tersebut membuka ruang untuk menghadirkan cerita dalam bentuk yang lebih ringkas.
Sementara bagi kreator, tantangannya adalah menjaga alur cerita tetap menarik meski durasi setiap episode terbatas.
Badminton Boys mulai tersedia bagi penonton internasional pada 15 Oktober 2026 melalui platform iQIYI dan Shortime. Penonton di Thailand juga dapat menyaksikannya melalui VIU. Pencapaian serial ini menjadi kabar membanggakan bagi Gandhi Fernando dan membuka peluang bagi sineas Indonesia untuk memperluas kiprah ke industri hiburan global.
Meski peringkat pertama merupakan capaian awal, perjalanan selanjutnya akan ditentukan oleh konsistensi karya dan kemampuannya menjangkau lebih banyak penonton.
Dari proses belajar bahasa Thailand selama empat tahun hingga berhasil membawa serial debutnya ke posisi teratas iQIYI Shorts Global Ranking, perjalanan Gandhi menunjukkan bahwa menembus industri internasional membutuhkan persiapan dan keberanian mengambil peluang.
Viral dan prestasi Badminton Boys kini menjadi salah satu penanda awal langkahnya di panggung hiburan lintas negara.angi pengulangan soal peringkat global. (udn)