- Kolase REUTERS/Evelyn Hockstein/Mario Anzuoni
Donald Trump atau Taylor Swift? Presiden Amerika Serikat Klaim Lebih Populer Dirinya di TikTok
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump membuat pernyataan yang menarik perhatian. Pasalnya, ia mengklaim dirinya lebih populer daripada penyanyi Taylor Swift di platform TikTok.
Donald Trump bahkan menyebut dirinya berada di peringkat pertama TikTok. Presiden AS tersebut juga mengaku telah menghasilkan keuntungan hingga 72 miliar dolar AS melalui platform tersebut.
Trump menyampaikan pernyataan tersebut ketika berkunjung ke sebuah rapat kampanye di Bullhead City, Arizona pada Rabu, 14 Oktober 2026 waktu setempat.
"Saya menghasilkan 72 miliar dolar dari TikTok," ungkap Donald Trump, dikutip dari siaran yang diunggah Times of India, Jumat (26/10/2026).
Bandingkan Popularitas Taylor Swift
Trump kemudian menegaskan bahwa dirinya menempati posisi teratas jika masuk dalam daftar popularitas di TikTok.
"Tahukah kalian siapa orang yang nomor satu di TikTok? Trump," kata Trump.
Presiden AS itu menambahkan klaimnya. Ia menyebut, "Ingat, kan? Trump. Ya, sayalah yang nomor satu."
Ia juga membandingkan popularitas dirinya dengan Taylor Swift di TikTok. Dengan percaya diri, Trump menyebut penyanyi asal AS tersebut berada jauh di bawahnya dalam daftar popularitas.
"Bisa kalian percaya? Taylor Swift saja ada di urutan ke-19, sedangkan saya nomor satu. Kalian bisa percaya ini?," tanya Trump.
Sontak, ungkapan tersebut membuat para peserta mendadak riuh. Trump kembali menegaskan bahwa, daftar tingkat popularitas dirinya telah resmi dirilis.
"Sumpah, percaya tidak? Saya baru saja mengeluarkan daftar peringkatnya," tambahnya.
Data Pengikut TikTok Trump dan Taylor Swift
Meski Trump mengaku berada di posisi pertama, belum ada kejelasan mengenai daftar peringkat yang menjadi dasar pernyataannya. Data dari Tokfluence justru menunjukkan hasil berbeda terkait jumlah pengikut akun TikTok di Amerika Serikat.
Berdasarkan data tersebut, Charli D'Amelio menempati posisi teratas dengan jumlah pengikut mencapai 160,3 juta akun. Sementara itu, Taylor Swift berada di peringkat ke-37 dengan sekitar 33,4 juta pengikut.
Adapun akun TikTok Trump tidak tercantum dalam daftar 100 besar. Jumlah pengikutnya tercatat sekitar 17 juta akun pengguna, sehingga jauh di bawah angka yang dimiliki sejumlah kreator dan selebritas populer di platform tersebut.
Perbedaan data ini menunjukkan bahwa klaim Trump mengenai posisinya di TikTok belum dapat dipastikan berdasarkan pemeringkatan yang dirujuk.
Hal Positif dan Kontribusi Dana tentang Amerika Serikat
Dalam kesempatan tersebut, Trump juga menyinggung pandangan masyarakat terhadap TikTok yang kerap dikaitkan dengan China. Ia menilai popularitasnya di platform tersebut menunjukkan bahwa pesan positif tentang Amerika Serikat tetap mendapat perhatian.
"Kamu tahu, mereka selalu berkata, 'Oh, TikTok itu tentang Tiongkok, tentang Tiongkok'. Nah, saya nomor satu di TikTok dan yang saya lakukan hanyalah mengatakan hal-hal baik tentang kita," tuturnya.
Selain membahas popularitas, Trump mengklaim dirinya telah menyumbangkan 10 miliar dolar AS atau sekitar Rp180,28 triliun. Hasil pendapatannya untuk Amerika Serikat melalui TikTok miliknya.
Donald Trump juga mengungkapkan kekecewaannya terkait popularitas dirinya di TikTok. Sebab, ia merasa tidak mendapatkan apresiasi atas kontribusi tersebut.
"Saya tidak mengatakan hal-hal buruk, tapi saya menghasilkan $10 miliar di TikTok untuk negara kita. Apakah saya mendapatkan apresiasi? Apakah ada yang mengucapkan terima kasih? Tidak ada," ucapnya.
Lebih lanjut, Trump turut menceritakan pengalamannya saat merenungkan berbagai pencapaian di Ruang Oval atau Oval Office. Ia mengaku sempat merasa kontribusinya tidak dihargai, meskipun menyebut keuntungan besar dari Intel dan TikTok.
"Suatu hari saat sedang di kantor, saya membatin bahwa saya sudah memberikan keuntungan 72 miliar dari Intel, dan membuahkan profit 10 miliar dari TikTok. Lalu saya berpikir, 'Tidak ada satu pun yang menghargai saya'," terangnya.
Namun, pemikirannya berubah ketika menyadari dirinya berada di Ruang Oval, tempat Presiden Amerika Serikat tersebut menjalankan tugasnya.
"Namun ketika saya menatap ke langit-langit, saya sadar bahwa saya sedang berada di Oval Office. Sambil tersenyum saya berkata, 'Yah, mungkin sebenarnya mereka menghargai saya, karena buktinya saya ada di Oval Office, kan?'," pungkasnya.
Pernyataan tersebut menjadi bagian dari cerita Trump mengenai popularitas dan pengakuan atas kontribusinya. Meski demikian, klaim bahwa dirinya lebih populer daripada Taylor Swift di TikTok masih perlu dilihat berdasarkan data pemeringkatan yang dapat diverifikasi.
(hap)