news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ruben Onsu.
Sumber :
  • Instagram @ruben_onsu

Mengapa Ruben Onsu Kembali Adopsi Anak? Begini Awal Pertemuannya dengan Thayaka

Ruben Onsu mengungkap alasan mengadopsi Thayaka Putra Onsu, mulai dari pertemuan pertama hingga perenungan saat menjalankan ibadah umrah.
Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:22 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Presenter Ruben Onsu mengungkap kisah di balik keputusannya mengadopsi seorang bayi laki-laki bernama Thayaka Putra Onsu.

Keputusan tersebut berawal dari pertemuan tak terduga dengan bayi yang ditemukan dalam kondisi memprihatinkan hingga menimbulkan keinginan Ruben untuk memberikan kehidupan yang lebih baik kepadanya.

Selain pengalaman tersebut, Ruben mengaku keputusannya juga dipengaruhi perenungan selama menjalankan ibadah umrah di Tanah Suci.

Kajian tentang doa anak untuk orang tua yang telah meninggal dunia membuatnya memikirkan hubungan spiritual dengan anak-anaknya.

Kisah mengenai Thayaka itu disampaikan Ruben melalui kanal YouTube pribadinya, Just Ruben, sebagaimana dikutip pada Minggu (18/10/2026).

Awal Pertemuan Ruben Onsu dengan Thayaka

Ruben menuturkan, perkenalannya dengan Thayaka bermula ketika dirinya tengah membicarakan rencana kerja sama dengan sahabatnya, Melanie Subono.

Di tengah pertemuan tersebut, Melanie yang mengelola yayasan sosial menerima kabar dari timnya mengenai seorang bayi yang baru ditemukan dalam kondisi terlantar.

Informasi itu membuat pembicaraan mereka terhenti sejenak. Melanie kemudian menyampaikan bahwa ada bayi yang membutuhkan pertolongan segera.

"Jadi diterlantar, harus menolong satu bayi, dia bilang 'Ntar dulu nih ada bayi nih, baru masuk nih', dikirim sama timnya'," kata Ruben Onsu dikutip dari kanal Youtube Just Ruben.

Saat mengetahui kondisi bayi tersebut, Ruben mengaku sangat terkejut. Bayi itu ditemukan di dalam kardus dengan tubuh yang dikerubungi semut.

Kondisi tersebut bahkan sempat membuat Ruben mengira bayi itu sudah tidak bernyawa.

Ia kemudian meminta agar bayi tersebut segera mendapatkan penanganan medis.

"Dia di dalam kondisi yang menurutku kurang baik gitu, di dalam satu kardus dan itu disemutin gitu," jelas Ruben.

"Ya saya pikir, saya pikir itu sudah meninggal. Jadi saya pikir ya, itu saya pikir. Makanya saya bilang, 'Ya diurus aja di rumah sakit'," lanjutnya.

Setelah ditemukan, bayi tersebut dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan intensif. Seiring waktu, kondisinya berangsur membaik.

Dalam proses itulah Ruben mulai mengenal bayi laki-laki tersebut. Kedekatan yang tumbuh perlahan membuatnya mempertimbangkan untuk memberikan tempat bagi sang bayi di dalam keluarganya.

Ruben juga mengenang momen ketika pertama kali menggendong bayi yang kini dikenal dengan nama Thayaka Putra Onsu tersebut.

Ada hal sederhana yang membekas dalam ingatannya, yakni warna pakaian mereka yang ternyata sama.

"Pertama kali Thayaka bersama saya itu, saya gendong dan ternyata kita punya baju yang sama gitu, warna yang sama," ujar Ruben.

Selain pertemuan langsung, Ruben menceritakan pengalaman ketika mencoba menyapa Thayaka melalui panggilan video.

Ia mengaku memperhatikan respons bayi tersebut ketika dirinya memanggil dengan sapaan sederhana. Reaksi itu membuat Ruben merasakan kedekatan emosional.

"Ada saya panggil, 'Baby,' gitu matanya langsung ngerespon. Dari situ loh saya langsung (terpanggil)," tutur Ruben.

Meski demikian, Ruben tidak langsung mengambil keputusan untuk mengadopsi Thayaka. Ia memilih memantapkan hati terlebih dahulu sebelum melangkah lebih jauh.

Di balik keputusannya mengadopsi Thayaka, Ruben mengungkapkan bahwa pengalaman menjalankan ibadah umrah turut memberikan sudut pandang baru.

Saat berada di Masjid Nabawi, Madinah, ia mengikuti kajian di pintu 19 yang membahas doa anak kepada orang tua setelah meninggal dunia.

Materi kajian tersebut membuat Ruben merenungkan kehidupan setelah kematian dan hubungan spiritual antara orang tua dengan anak-anaknya.

"Saya mengikuti kajian di pintu 19 di Nabawi, di mana tema kajiannya itu adalah tentang kalau kita sudah meninggal, nanti yang mendoakan adalah anak-anak kita sendiri," kata Ruben.

Ia kemudian menghubungkan materi yang didengarnya dengan kondisi keluarganya. Ruben menyadari bahwa dirinya dan anak-anaknya memiliki keyakinan yang berbeda.

"Sementara saya sadar betul, anak-anak saya kan memang memiliki keyakinan yang berbeda gitu," lanjutnya.

Perenungan tersebut menjadi salah satu hal yang dipikirkannya setelah mengikuti kajian di Tanah Suci. Namun, Ruben tidak menyebut pengalaman itu sebagai satu-satunya alasan yang mendasari keputusannya mengadopsi Thayaka.

Setelah kembali ke Indonesia dan mengenal Thayaka, Ruben mengaku tidak ingin mengambil keputusan hanya berdasarkan perasaan sesaat.

Ia memilih membawa keinginannya tersebut dalam doa dan meminta petunjuk Tuhan. Ruben juga kembali menjalankan salat malam untuk memantapkan hati.

Dalam doanya, ia meminta agar niat mengadopsi bayi tersebut diberikan jalan apabila memang menjadi keputusan terbaik.

"'Bolehkah saya izinkan gitu ya Allah untuk mengadopsi anak ini?' gitu," ucap Ruben mengenang doanya.

Ruben mengatakan dirinya terus berdoa agar proses tersebut dipermudah. Seiring berjalannya waktu, ia merasa langkah yang dijalaninya semakin menemukan kemudahan hingga Thayaka akhirnya menjadi bagian dari keluarganya.

"Jadi saya sholat lagi, sholat malam saya lagi, 'ya Allah makin dekatkan, ya Allah mudahkan sampai sekarang'," tandasnya.

Setelah memutuskan mengadopsi bayi laki-laki tersebut, Ruben memberinya nama Thayaka Putra Onsu.

Ia mengungkapkan bahwa nama tersebut tidak memiliki makna khusus yang rumit.

Ruben justru ingin nama anak angkatnya memiliki keselarasan bunyi dengan nama kedua putri kandungnya, Thalia dan Thania.

"Nama Thayaka Putra Onsu tidak ada artinya, hanya saya pengin sama kayak Thalia, Thania, Thayaka gitu," kata Ruben.

(tsy)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:56
08:50
02:47
06:54
06:16
06:20

Viral