- Instagram/Chika Jessica
Siapa Anak Angkat Baru Ruben Onsu? Begini Asal-usul Thayaka Putra Onsu
Hubungan Ruben dengan Thayaka tidak terbentuk dalam sekejap. Setelah mengetahui kondisi bayi tersebut, Ruben terus memperhatikan perkembangannya dan mulai berinteraksi dengannya.
Ia mengaku memperhatikan respons Thayaka ketika diajak berkomunikasi, termasuk melalui panggilan video.
Kedekatan itu kemudian membuat Ruben mempertimbangkan untuk menjadikan bayi tersebut bagian dari keluarganya.
Ruben juga mengenang momen ketika pertama kali menggendong Thayaka. Saat itu, ia menyadari bahwa warna pakaian yang dikenakan mereka ternyata sama.
"Pertama kali Thayaka bersama saya itu, saya gendong dan ternyata kita punya baju yang sama gitu, warna yang sama," ujarnya.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu kenangan yang melekat bagi Ruben dalam proses awal mengenal anak angkatnya.
Meski demikian, Ruben mengungkapkan bahwa keputusan untuk mengadopsi Thayaka juga berkaitan dengan perenungan yang dialaminya setelah menjalankan ibadah umrah di Tanah Suci.
Ruben menjelaskan, keinginannya mengadopsi Thayaka semakin kuat setelah mengikuti kajian di kawasan Masjid Nabawi, Madinah, pada hari terakhir ibadah umrahnya.
Dalam kajian tersebut, ia mendengarkan pembahasan mengenai kematian dan doa anak untuk orang tua yang telah meninggal dunia. Materi itu membuatnya merenungkan hubungan spiritual dengan anak-anaknya.
"Sebelumnya saya bertemu dengan Thayaka ini saya baru pulang umrah di mana di hari terakhir saya umrah, saya itu mengikuti kajian di pintu 19 di Nabawi di mana tema kajiannya itu adalah tentang kalau kita sudah meninggal nanti yang mendoakan adalah anak-anak kita sendiri," terang Ruben.
Ia kemudian menyinggung perbedaan keyakinan yang dimilikinya dengan anak-anaknya.
"Sementara saya sadar betul anak-anak saya kan memang memiliki keyakinan yang berbeda gitu," lanjutnya.
Ruben mengatakan pengalaman tersebut menjadi salah satu hal yang memperkuat niatnya untuk mengadopsi Thayaka.
Ia juga menyampaikan harapan pribadi agar kelak meninggal di tempat yang diyakininya diridai Tuhan dan mendapatkan doa dari banyak orang.
"Jadi saya tidak menuntut banyak tapi saya cuma bilang, 'Ya Allah saya inginnya meninggalnya di Madinah atau di Makkah. Tempat-tempat yang memang benar engkau rida. Banyak yang doain, banyak yang salatin.' Itu aja," tutur Ruben.