- Instagram/Chika Jessica
Siapa Anak Angkat Baru Ruben Onsu? Begini Asal-usul Thayaka Putra Onsu
tvOnenews.com – Presenter Ruben Onsu kembali menjadi sorotan setelah memperkenalkan anak angkatnya yang bernama Thayaka Putra Onsu.
Kisah di balik kehadiran bocah laki-laki tersebut dalam keluarga Ruben pun menarik perhatian publik, terutama setelah terungkap bahwa Thayaka ditemukan dalam kondisi memprihatinkan sebelum mendapatkan pertolongan.
Kehadiran Thayaka pertama kali ramai diperbincangkan setelah presenter Chika Jessica membagikan momen kebersamaannya dengan Ruben dan anak tersebut melalui media sosial.
Dalam unggahannya, Chika menyambut kehadiran Thayaka sebagai anggota baru keluarga Ruben. Informasi itu kemudian memunculkan rasa penasaran publik mengenai asal-usul sang anak dan alasan Ruben memutuskan untuk mengadopsinya.
Melalui kanal YouTube pribadinya, Just Ruben, Ruben akhirnya menceritakan perjalanan yang mempertemukannya dengan Thayaka.
Ia mengungkapkan bahwa keputusan tersebut bermula dari pertemuan dengan aktivis sosial Melanie Subono yang sedang menangani bayi telantar.
Ruben menuturkan, perkenalannya dengan Thayaka bermula ketika dirinya sedang berbincang dengan Melanie Subono mengenai pekerjaan dan rencana kerja sama.
Di tengah percakapan itu, Melanie menerima informasi dari timnya mengenai seorang bayi yang baru ditemukan dan membutuhkan pertolongan. Pembicaraan mereka pun beralih untuk membahas kondisi bayi tersebut.
Menurut cerita Ruben, bayi itu ditemukan di dalam sebuah kardus dengan kondisi tubuh dikerumuni semut. Keadaan tersebut membuatnya terkejut dan prihatin.
"Jadi dia (Melanie Subono) harus menolong satu bayi. Dia 'entar nih ada bayi ini baru masuk ini dikirim sama timnya' dan dia dalam kondisi yang menurutku kurang baik gitu di dalam satu kardus dan itu disemutin gitu," beber Ruben, dikutip dari kanal YouTube Just Ruben.
Melihat kondisi bayi yang diceritakan Melanie, Ruben sempat mengira anak tersebut sudah meninggal dunia. Ia kemudian meminta agar bayi itu segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis.
"Ya saya pikir, saya pikir itu sudah meninggal. Jadi saya pikir ya, itu saya pikir. Makanya saya bilang, 'Ya diurus aja di rumah sakit'," lanjutnya.
Setelah memperoleh penanganan medis, kondisi bayi tersebut berangsur membaik. Dalam proses itu, Ruben mulai mengenal Thayaka dan menjalin kedekatan dengannya.
Hubungan Ruben dengan Thayaka tidak terbentuk dalam sekejap. Setelah mengetahui kondisi bayi tersebut, Ruben terus memperhatikan perkembangannya dan mulai berinteraksi dengannya.
Ia mengaku memperhatikan respons Thayaka ketika diajak berkomunikasi, termasuk melalui panggilan video.
Kedekatan itu kemudian membuat Ruben mempertimbangkan untuk menjadikan bayi tersebut bagian dari keluarganya.
Ruben juga mengenang momen ketika pertama kali menggendong Thayaka. Saat itu, ia menyadari bahwa warna pakaian yang dikenakan mereka ternyata sama.
"Pertama kali Thayaka bersama saya itu, saya gendong dan ternyata kita punya baju yang sama gitu, warna yang sama," ujarnya.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu kenangan yang melekat bagi Ruben dalam proses awal mengenal anak angkatnya.
Meski demikian, Ruben mengungkapkan bahwa keputusan untuk mengadopsi Thayaka juga berkaitan dengan perenungan yang dialaminya setelah menjalankan ibadah umrah di Tanah Suci.
Ruben menjelaskan, keinginannya mengadopsi Thayaka semakin kuat setelah mengikuti kajian di kawasan Masjid Nabawi, Madinah, pada hari terakhir ibadah umrahnya.
Dalam kajian tersebut, ia mendengarkan pembahasan mengenai kematian dan doa anak untuk orang tua yang telah meninggal dunia. Materi itu membuatnya merenungkan hubungan spiritual dengan anak-anaknya.
"Sebelumnya saya bertemu dengan Thayaka ini saya baru pulang umrah di mana di hari terakhir saya umrah, saya itu mengikuti kajian di pintu 19 di Nabawi di mana tema kajiannya itu adalah tentang kalau kita sudah meninggal nanti yang mendoakan adalah anak-anak kita sendiri," terang Ruben.
Ia kemudian menyinggung perbedaan keyakinan yang dimilikinya dengan anak-anaknya.
"Sementara saya sadar betul anak-anak saya kan memang memiliki keyakinan yang berbeda gitu," lanjutnya.
Ruben mengatakan pengalaman tersebut menjadi salah satu hal yang memperkuat niatnya untuk mengadopsi Thayaka.
Ia juga menyampaikan harapan pribadi agar kelak meninggal di tempat yang diyakininya diridai Tuhan dan mendapatkan doa dari banyak orang.
"Jadi saya tidak menuntut banyak tapi saya cuma bilang, 'Ya Allah saya inginnya meninggalnya di Madinah atau di Makkah. Tempat-tempat yang memang benar engkau rida. Banyak yang doain, banyak yang salatin.' Itu aja," tutur Ruben.
Ruben juga menjelaskan alasan memilih nama Thayaka Putra Onsu untuk anak angkatnya. Ia mengaku tidak memiliki makna filosofis khusus yang secara spesifik mendasari pemilihan nama tersebut.
Menurut Ruben, ia ingin nama anak angkatnya memiliki keselarasan dengan nama kedua putrinya, Thalia dan Thania.
"Kalau Onyo kan memang sudah saya bertemu Onyo di usia 14 tahun ya. Tapi kalau ini kan memang benar-benar dari orok. Jadi ya saya kasih namanya Tayaka Putra Ons. Jadi enggak ada arti, tidak ada arti yang spesifik banget," kata Ruben.
Dalam penjelasan lainnya, ia menegaskan bahwa pemilihan nama tersebut lebih didasarkan pada keinginannya agar nama anak-anaknya terdengar selaras.
Dengan kehadiran Thayaka, Ruben kini memiliki empat anak dalam keluarga, yakni Betrand Peto, Thalia Onsu, Thania Onsu, dan Thayaka Putra Onsu.
Kabar adopsi ini muncul ketika persoalan pribadi Ruben dengan mantan istrinya, Sarwendah, kembali menjadi perhatian publik.
Namun, berdasarkan penjelasan Ruben, kisah awal pertemuannya dengan Thayaka bermula dari informasi mengenai bayi telantar yang membutuhkan pertolongan.
(tsy)