- TikTok Reset Feed
Kronologi Dedi Mulyadi Naik Pitam saat Dihadang Warga soal Jalan Rusak, Beri Pesan Menohok
tvOnenews.com - Persoalan infrastruktur di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, memicu ketegangan antara Gubernur Dedi Mulyadi dan sejumlah warga.
Gubernur Jawa Barat itu meluapkan kekesalannya setelah rombongan yang ditumpanginya diarahkan melewati jalan rusak di Desa Cintajaya, Kecamatan Lakbok.
Momen tersebut kemudian menjadi perbincangan setelah videonya viral di media sosial.
- TikTok Reset Feed
Dalam rekaman yang beredar, warga terlihat mengarahkan kendaraan Dedi ke ruas jalan yang kondisinya rusak.
Mereka diduga ingin menunjukkan secara langsung kerusakan infrastruktur yang selama ini dikeluhkan masyarakat dan berharap pemerintah segera memberikan perhatian.
Namun, tindakan tersebut justru memicu adu argumen. Dedi, yang akrab disapa KDM, merasa keberatan karena pengalihan rute itu dilakukan ketika dirinya tengah menjalani agenda kerja yang padat.
Ia menjelaskan bahwa saat itu dirinya membutuhkan waktu untuk beristirahat di dalam mobil sebelum melanjutkan perjalanan.
Dedi mengaku hanya memiliki waktu sekitar satu jam untuk memulihkan tenaga sebelum kembali bertemu masyarakat.
- TikTok Reset Feed
"Ini jalan Kabupaten, sebentar matiin dulu hp nya. Ini jalan Kabupaten, sampaikan ke bupatinya, nanti bupatinya saya telepon, marahnya jangan sama gubernur dong, sama bupatinya, emang saya orang budeg?" kata KDM, dilansir dari TikTok Reset Feed.
Ia memahami bahwa masyarakat ingin jalan rusak segera diperbaiki. Meski demikian, ia berharap warga dapat menyampaikan keluhan secara langsung tanpa harus mengubah rute perjalanannya secara mendadak.
Lebih lanjut, Dedi menegaskan bahwa dirinya tidak harus menunggu aksi protes untuk mengetahui persoalan yang dialami masyarakat.
"Saya kan berangkat dari rumah jam 7, ngurusin orang Ciamis juga, benerin jalan sepanjang jalan tapi datang ke sini warganya bersikap, jadi kalau marah sama bupati ya sama bupati jangan marah sama bupati ditimpain sama gubernur, ada kewajibannya," lanjutnya.
Menurutnya, warga cukup menyampaikan informasi mengenai kerusakan jalan agar masalah tersebut bisa diperhatikan oleh pemerintah.
Mantan Bupati Purwakarta tersebut juga mengatakan bahwa dirinya terkadang mengambil inisiatif membantu masyarakat tanpa harus menunggu permintaan.
Namun, Dedi mengaku kurang menyukai tindakan yang dianggap sebagai upaya menekan dirinya. Ia menilai penyampaian aspirasi seharusnya tetap mempertimbangkan etika dan situasi yang sedang dihadapi.
Kekecewaan Dedi berlanjut ketika ia menyinggung sikap masyarakat terhadap pemimpin yang dinilai dekat dan responsif.
Ia mengingatkan agar warga tidak berlebihan dalam menyampaikan tuntutan hanya karena merasa pemimpinnya selama ini mudah ditemui.
Dedi kemudian mengingatkan bahwa masa jabatannya sebagai Gubernur Jawa Barat tidak akan berlangsung selamanya.
"Nanti ibu suatu saat bakal dapat pemimpin yang cuek, karena saya juga bakal habis pada suatu saat. Saya juga ada berakhirnya jadi gubernur," tuturnya.
Ia menyinggung kemungkinan hadirnya pemimpin yang jarang turun langsung ke lapangan atau kurang merespons keluhan masyarakat melalui media sosial.
Meski sempat meluapkan kemarahan, persoalan jalan rusak tersebut tetap menjadi perhatian.
Dalam perkembangan berikutnya, sejumlah laporan media menyebut Dedi telah memberikan penjelasan dan menyampaikan permintaan maaf kepada warga Cintajaya.
Ia juga menyebut adanya rencana penghitungan kebutuhan anggaran untuk penanganan jalan kabupaten dan desa di wilayah tersebut melalui koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Ciamis. (asl)