- Instagram @ruben_onsu
Ruben Onsu Ungkap Alasan Terbesar Adopsi Thayaka, Berawal dari Doa saat Umrah
tvOnenews.com - Ruben Onsu mengungkap alasan di balik keputusannya mengadopsi Thayaka Putra Onsu, anak laki-laki yang kini menjadi bagian baru dalam keluarganya. Keputusan Ruben Onsu tersebut menarik perhatian publik, terlebih di tengah situasi pribadinya yang masih menjadi sorotan terkait persoalan hak asuh anak dengan mantan istrinya, Sarwendah.
Kisah adopsi Thayaka bermula dari pertemuan Ruben dengan aktivis sosial Melanie Subono. Saat itu, Melanie tengah menangani seorang bayi yang ditemukan di dalam kardus dalam kondisi memprihatinkan. Ruben kemudian ikut membantu biaya perawatan medis awal bayi tersebut hingga kondisinya berangsur membaik.
Namun, alasan Ruben Onsu mengadopsi Thayaka Putra Onsu ternyata bukan semata-mata karena ingin membantu bayi yang membutuhkan pertolongan. Dalam klarifikasinya bersama Melanie Subono melalui kanal YouTube Just Ruben, Ruben menceritakan bahwa kedekatan dengan Thayaka dan perenungan spiritual saat menjalankan ibadah umrah turut memengaruhi keputusannya.
Ruben Onsu dan anaknya Thayaka Putra Onsu. (Sumber: YouTube The Onsu Story)
Berawal dari Bayi yang Ditemukan dalam Kardus
Pertemuan Ruben Onsu dengan Thayaka terjadi ketika dirinya sedang mengadakan pertemuan dengan Melanie Subono. Melalui yayasan Rumah Harapan Melanie, Melanie dan timnya membantu bayi yang ditemukan dalam kondisi memprihatinkan, bahkan dikerubungi semut.
Bayi tersebut kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Ruben turut membantu biaya perawatan awalnya. Seiring berjalannya waktu, ia mulai rutin menanyakan perkembangan kondisi bayi tersebut kepada Melanie.
Komunikasi yang awalnya hanya berkaitan dengan kondisi kesehatan bayi perlahan berkembang menjadi kedekatan emosional. Ruben beberapa kali melakukan video call dan melihat respons bayi ketika dirinya memanggil dengan sebutan baby.
"Begitu sampai di rumah sakit, udah saya enggak ada kepikiran apa pun lagi. Beliau update kondisinya, ya saya selalu minta update juga bagaimana situasinya sekarang. Tapi lama-lama, ketika ya main terus video call dan ada saya panggil baby gitu, matanya langsung ngerespon," ucap Ruben Onsu.
Respons Thayaka tersebut membuat Ruben terkejut. Pengalaman itu kemudian mengingatkannya pada kajian yang diikutinya saat menjalankan ibadah umrah.
Doa saat Umrah Jadi Pertimbangan Ruben Onsu
Ruben Onsu mengungkapkan bahwa pada hari terakhir menjalankan ibadah umrah, dirinya mengikuti kajian di pintu 19 Masjid Nabawi. Kajian tersebut membahas tentang anak-anak yang mendoakan orang tua ketika mereka telah meninggal dunia.
Pengalaman itu membekas dalam pikirannya. Ruben kemudian menghubungkan materi kajian tersebut dengan kehidupan pribadinya dan harapannya mengenai akhir perjalanan hidup.
"Dari situ saya langsung kaget. Kenapa saya kaget gitu? Karena sebelumnya, ya sebelum saya bertemu dengan Tayaka ini, saya baru pulang umrah, di mana di hari terakhir saya di umrah itu saya mengikuti kajian di pintu 19 di Nabawi, di mana tema kajiannya itu adalah tentang kalau kita sudah meninggal nanti yang mendoakan adalah anak-anak kita sendiri," kata Ruben Onsu.
Ia juga menjelaskan bahwa anak-anaknya memiliki keyakinan yang berbeda dengannya. Meski demikian, Ruben mengatakan dirinya tidak ingin menuntut banyak hal. Ia hanya menyampaikan harapan kepada Tuhan agar kelak dapat meninggal di tempat yang diinginkannya.
"Sementara saya sadar betul anak-anak saya kan memang memiliki keyakinan yang berbeda gitu. Jadi saya tidak menuntut banyak, tapi saya cuma bilang, 'Ya Allah, saya inginnya meninggalnya di Madinah atau di Makkah. Tempat-tempat yang memang benar Engkau ridha. Banyak yang doain, banyak yang salatin.' Itu aja," tuturnya.
Setelah kembali ke Indonesia, Ruben menjalani hari-harinya sebelum akhirnya semakin dekat dengan Thayaka. Ia mengaku tidak terlalu banyak berharap mengenai akhir hidupnya. Namun, pertemuan dengan bayi tersebut membuatnya kembali merenungkan keinginan untuk mengadopsi seorang anak.
"Saya enggak terlalu banyak berharap tentang apa akhir cerita saya nanti gitu. Udah gitu aja. Terus saya pulang ke Indonesia 14 hari. Setelah itu ya baru perjalanan ini menuju Tayaka gitu. Bertemu dengan Tayaka dan akhirnya setelah Tayaka sehat, sembuh, dia merespon saya, itu di situlah saya salat lagi gitu."
Ruben pun kembali melaksanakan salat dan memanjatkan doa agar diberikan kemudahan jika memang diperbolehkan mengadopsi Thayaka.
"Bolehkah saya izinkan gitu, ya Allah, untuk mengadopsi anak ini gitu. Jadi saya salat lagi, salat malam saya lagi. Ya Allah, makin dekatkan, ya Allah, mudahkan sampai sekarang," ungkap Ruben Onsu.
Dari penuturannya, terlihat bahwa keputusan mengadopsi Thayaka melalui proses yang tidak singkat. Selain membantu perawatan bayi tersebut, Ruben juga mengikuti perkembangan kondisinya dan merasakan kedekatan setelah beberapa kali berinteraksi melalui video call.
Arti Nama Thayaka Putra Onsu
Selain menceritakan alasan adopsi, Ruben Onsu turut menjelaskan pemilihan nama Thayaka Putra Onsu. Ia mengaku tidak memberikan makna khusus pada nama tersebut. Salah satu pertimbangannya adalah keinginan agar nama Thayaka selaras dengan nama anak-anaknya yang lain.
Ruben menyebut nama Talia, Tania, dan Tayaka memiliki kemiripan bunyi. Ia juga membandingkan proses perkenalannya dengan Thayaka dan Betrand Peto, yang akrab disapa Onyo. Menurutnya, ia bertemu Onyo ketika anak tersebut berusia 14 tahun, sedangkan Thayaka telah dikenalnya sejak masih bayi.
"Nama Thayaka Putra tidak ada artinya. Hanya saya pengin sama kayak Talia, Tania, Tayaka gitu. Kalau Onyo kan memang sudah saya bertemu Onyo di usia 14 tahun ya. Tapi kalau ini kan memang benar-benar dari orok. Jadi ya saya kasih namanya Tayaka Putra Onsu. Jadi enggak ada arti, tidak ada arti yang spesifik banget."
Ruben berharap Thayaka dapat tumbuh menjadi anak yang sehat, saleh, dan membanggakan. Kehadiran Thayaka pun menjadi bagian baru dalam perjalanan keluarganya.
Melalui pengakuannya, Ruben Onsu menjelaskan bahwa keputusan mengadopsi Thayaka Putra Onsu berawal dari pertemuan yang tidak direncanakan. Kepedulian terhadap kondisi bayi, kedekatan yang tumbuh melalui komunikasi, serta perenungan spiritual saat umrah menjadi bagian penting dari perjalanan yang membawanya mengambil keputusan tersebut.
(anf)