- dok. ANTARA/MALIQ & D'Essentials
MALIQ & D'Essentials Rilis Single "Arah Labuh" Jelang Ulang Tahun ke-25
- Mumu Mujahidin/tvOnenews
Widi mengaku selama 20 tahun mereka berkarier di industri musik, ini adalah kali pertama lagu-lagu mereka viral sedemikian rupa di media sosial.
"Satu lonjakan yang tajam (viral) itu tidak pernah menjadi tujuan sejak 20 tahun lalu. Tak pernah ada lagu yang super hits, mungkin dulu 'Pilihanku' salah satu lagu yang (popular) ke daerah, tapi itupun tak (sepopuler) 'Romantis'," ungkapnya.
Kini, MALIQ & D'Essentials ingin dampak ini dapat berkelanjutan, karena mereka ingin terus bertahan di industri musik.
"Mengapa kita lakukan tour ini, supaya merata mengenalkan lagunya, mengenalkan band-nya, impect (dampak) ekonomi sudah pasti, tapi impect supaya Maliq tetap sustain (berkelanjutan) itu menjadi tujuan Utama. Dan ternyata viral kemarin jadi peluru yang sangat efektif untuk memulai tahap kedua perjalanan kami," tuturnya.
Uniknya, kata Widi setelah viralnya lagu "Romantis" dan "Aduh" banyak penggemar yang menilai MALIQ mengganti genre atau suasana lagu.
Padahal sejak awal MALIQ & D'Essentials kerap bereksperimen dengan musik mereka, ada soul-nya, RnB-nya dan masik banyak lagi.
"Namun yang sudah mendengarkan lagu-lagu Maliq di album pertama dan kedua Maliq pasti menilai Maliq memang begini. Banyak yang baru dengerin (lagu) Maliq," katanya.
Maka dari itu, salah satu tujuan konser tunggal "Can Machines Fall in Love?" ini untuk memperkenalkan full catalog MALIQ dari album satu sampai sembilan.
Sementara sang vokalis Angga Puradireja menambahkan, dampak langsung lagu-lagu mereka yang viral terhadap perjalanan karier mereka saat ini.
"Kalau dampak langsungnya, saya merasakan secara pribadi bahwa di situ ada kepercayaan diri dari MALIQ lebih, bahwa lagu kita tuh tidak segmented," tuturnya.
Viralnya lagu-lagu MALIQ di media sosial secara tidak langsung meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam bermusik.
"Akhirnya kita tahu bahwa dengan teknologi ini, bisa menjembatani karya MALIQ yang selama ini dianggap segmented, ternyata enggak. Ternyata selera itu tidak terkotak-kotak, ternyata enggak gitu, itu membuat kita percaya diri untuk melangkah ke depannya," ungkapnya.
Bahkan, kata Angga, gelaran konser tunggal "Can Mechines Fall in Love?" ini merupakan salah satu dampak yang saat ini dirasakan MALIQ & D'Essentilas.