news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Demi Konten Horor, Lima Sahabat Terobos Hotel Terlarang! Ini Sinopsis Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro.
Sumber :
  • instagram

Demi Konten Horor, Lima Sahabat Terobos Hotel Terlarang! Ini Sinopsis Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

Lingsir Wengi: Motel Malioboro mengangkat kisah lima sahabat yang mengejar popularitas lewat konten horor hingga terjebak dalam teror hotel tua. Simak sinopsis dan daya
Rabu, 21 Oktober 2026 - 00:52 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Keinginan menjadi viral bisa membuat seseorang melakukan hal-hal yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan. 

Demi mendapatkan perhatian penonton, tempat terbengkalai, bangunan tua, hingga lokasi yang dianggap angker kerap dijadikan latar konten horor. Namun, bagaimana jika upaya mencari tontonan yang memancing rasa penasaran justru membawa pembuatnya berhadapan dengan sesuatu yang tidak bisa mereka kendalikan?

Persoalan tersebut menjadi salah satu titik berangkat film horor Indonesia, Lingsir Wengi: Motel Malioboro. 

Alih-alih sekadar menghadirkan kisah tentang tempat menyeramkan, film produksi Lab Pictures ini memasukkan fenomena mengejar popularitas melalui konten digital ke dalam konflik para tokohnya.

Ambisi menghasilkan materi yang menarik perhatian menjadi keputusan penting yang mengubah petualangan mereka menjadi pengalaman penuh teror.

Film yang dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 22 Oktober 2026 ini mengikuti perjalanan lima sahabat yang mendatangi sebuah hotel tua di kawasan Malioboro. 

Keputusan mereka untuk memasuki tempat yang dikenal terlarang demi membuat konten kanal horor menjadi awal dari rangkaian kejadian misterius. 

Dari premis tersebut, film ini mempertemukan ketegangan horor, dinamika persahabatan, dan gambaran tentang risiko ketika popularitas lebih diutamakan daripada keselamatan.

Sinopsis Lingsir Wengi: Motel Malioboro, Konten Horor yang Berujung Teror

Cerita Lingsir Wengi: Motel Malioboro berpusat pada lima sahabat yang memiliki rencana membuat konten horor di sebuah hotel tua. Lokasi tersebut bukan tempat biasa bagi mereka karena dikenal memiliki larangan dan cerita misterius yang membuat orang enggan mendatanginya.

Namun, bagi kelompok ini, tempat tersebut justru menawarkan kesempatan untuk menghasilkan konten yang menarik. Mereka memutuskan masuk ke hotel itu demi mendapatkan pengalaman yang bisa direkam dan dibagikan kepada penonton kanal horor mereka.

Pilihan tersebut menjadi awal persoalan. Alih-alih memperoleh materi yang sesuai harapan, kelima sahabat itu justru menghadapi serangkaian kejadian aneh yang menyeret mereka ke situasi semakin menegangkan. 

Keputusan yang semula dianggap sebagai bagian dari petualangan perlahan berubah menjadi persoalan yang harus mereka hadapi bersama.

Sutradara Adhe Dharmastriya menjelaskan bahwa cerita film ini terinspirasi dari perilaku anak muda yang terkadang mengabaikan aturan atau pantangan saat mendatangi suatu tempat.

"Kondisi itulah yang kemudian menjadi salah satu dasar pengembangan cerita Lingsir Wengi: Motel Malioboro," ujar Adhe dalam keterangannya.

Premis tersebut membuat ancaman dalam film tidak hanya bersumber dari keberadaan tempat yang misterius. Sikap para karakter yang tetap menerobos larangan demi kepentingan konten juga menjadi pemicu konflik. 

Dengan demikian, rasa penasaran penonton tidak hanya tertuju pada apa yang menghantui hotel tersebut, tetapi juga pada akibat dari keputusan yang diambil kelima tokoh.

Bukan Cuma Menakut-nakuti, Film Ini Menyoroti Obsesi Viral

Salah satu aspek yang diangkat Lingsir Wengi: Motel Malioboro adalah kebiasaan menjadikan pengalaman ekstrem sebagai bahan konten. 

Dalam ekosistem digital yang menempatkan perhatian penonton sebagai sesuatu yang berharga, pengalaman yang dianggap biasa terkadang dinilai kurang menarik dibandingkan kejadian yang memancing ketakutan dan rasa penasaran.

Fenomena itu menjadi relevan dengan cerita lima sahabat yang sengaja mendatangi hotel terlarang. Mereka mengambil risiko karena menganggap lokasi tersebut bisa menghasilkan materi yang layak ditonton. 

Akan tetapi, film ini menempatkan keputusan itu sebagai sumber masalah, bukan sekadar keberanian untuk mencoba pengalaman baru.

Adhe Dharmastriya menyoroti bagaimana keinginan membuat konten menarik dapat membuat seseorang mengesampingkan risiko maupun aturan yang berlaku. Gagasan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam konflik yang dihadapi para karakter.

Pendekatan ini memberi lapisan lain pada cerita horor. Ketakutan tidak hanya dibangun melalui kejadian misterius, tetapi juga melalui kesadaran bahwa para tokoh sebenarnya memiliki kesempatan untuk tidak memasuki lokasi tersebut. Mereka memilih melanjutkan rencana, dan pilihan itulah yang membawa mereka ke situasi berbahaya.

Meski demikian, daya tarik film ini tidak berhenti pada kritik terhadap budaya mengejar popularitas. Penonton juga diajak mengikuti bagaimana kelima karakter menghadapi persoalan yang muncul setelah keputusan mereka membawa petualangan ke arah yang tidak terduga.

Ochi Rosdiana dan Jeff Smith Hadirkan Dinamika Lima Sahabat

Selain teror di hotel tua, hubungan antartokoh menjadi bagian penting dalam Lingsir Wengi: Motel Malioboro. Film ini dibintangi Ochi Rosdiana dan Jeff Smith bersama sejumlah pemain lain yang memerankan kelompok lima sahabat tersebut.

Ochi menilai perbedaan kepribadian masing-masing karakter menjadi unsur yang membuat hubungan mereka terasa dekat dengan kehidupan generasi muda.

"Penonton tidak hanya diajak mengikuti teror, tetapi juga dapat menemukan gambaran mengenai persahabatan dan petualangan," terangnya.

Dinamika kelompok ini berpotensi memberi warna berbeda di tengah rangkaian ketegangan. Ketika para tokoh menghadapi situasi yang tidak mereka perkirakan, perbedaan sikap dan cara mengambil keputusan dapat memengaruhi hubungan mereka.

Sementara itu, Jeff Smith menyoroti pentingnya membangun chemistry antarpemain. Kedekatan yang terjalin selama proses produksi membantunya dan para pemeran lain menghadirkan interaksi yang lebih natural sebagai sahabat.

Unsur persahabatan tersebut menjadi pelengkap bagi cerita yang memadukan horor, misteri, petualangan, dan ketegangan psikologis. 

Penonton tidak hanya mengikuti bagaimana lima karakter menghadapi kejadian menyeramkan, tetapi juga melihat dinamika hubungan mereka saat harus berhadapan dengan konsekuensi dari keputusan bersama.

Secara keseluruhan, Lingsir Wengi: Motel Malioboro menawarkan premis horor yang bertaut dengan fenomena budaya digital. Hotel tua di Malioboro menjadi pusat teror, sedangkan ambisi membuat konten menjadi pemicu perjalanan para tokohnya menuju situasi berbahaya.

Film ini dijadwalkan mulai tayang di bioskop Indonesia pada 22 Oktober 2026. Bagi penonton yang tertarik dengan horor berlatar tempat misterius sekaligus konflik anak muda, kisah lima sahabat ini menawarkan pertanyaan yang dekat dengan kehidupan sekarang: seberapa jauh seseorang bersedia melangkah demi mendapatkan perhatian di dunia digital?ahan setiap hari.(udn)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:39
09:03
08:41
04:56
08:50
02:47

Viral