- Laman Resmi
WOW, Harga MacBook Pro Tembus Rp254 Juta, Kenapa Laptop Apple Bisa Semahal Mobil?
- Laman Resmi
Chip M5 Max, RAM 128 GB, dan Penyimpanan 16 TB Jadi Pembeda
Peningkatan spesifikasi tidak hanya terlihat pada bagian layar. MacBook Pro terbaru menggunakan pilihan prosesor Apple M5 Pro dan M5 Max yang dirancang untuk menangani pekerjaan komputasi lebih berat.
Kapasitas memorinya dapat ditingkatkan hingga 128 GB, sedangkan penyimpanan internal mencapai 16 TB. Kombinasi tersebut menyasar pengguna profesional yang membutuhkan ruang besar untuk menyimpan data sekaligus menjalankan aplikasi dengan kebutuhan komputasi tinggi.
Kapasitas RAM besar, misalnya, dapat membantu pekerjaan yang melibatkan banyak aplikasi secara bersamaan, pengolahan video beresolusi tinggi, pemodelan tiga dimensi, hingga pengembangan sistem berbasis AI.
Sementara itu, penyimpanan berkapasitas besar memberikan ruang lebih luas untuk mengelola berbagai berkas proyek.
Sektor audio juga mengalami pembaruan melalui enam pengeras suara. Sistem tersebut diklaim mampu menghasilkan kedalaman bass hingga 50 persen lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya.
Untuk menunjang mobilitas, baterainya diklaim mampu bertahan hingga 24 jam ketika digunakan memutar video. Konektivitasnya mencakup tiga port Thunderbolt 5, HDMI 2.1, slot kartu memori, serta konektor pengisian daya MagSafe.
Berbagai peningkatan tersebut menunjukkan bahwa MacBook Pro terbaru tidak hanya ditujukan untuk kebutuhan komputasi sehari-hari. Perangkat ini menyasar segmen profesional yang membutuhkan kemampuan pemrosesan, penyimpanan, dan konektivitas lebih tinggi.
Mengapa Harga MacBook Pro Bisa Mencapai Rp254 Juta?
Pembaruan teknologi tersebut turut memengaruhi harga jual. Untuk model 14 inci, harga awal MacBook Pro terbaru dimulai dari US$2.899 atau sekitar Rp50,7 juta. Sementara model 16 inci dibanderol mulai US$3.099 atau sekitar Rp54,2 juta.
Namun, harga akan meningkat tajam ketika konsumen memilih konfigurasi perangkat dengan spesifikasi tertinggi.
Varian paling lengkap mencapai US$14.549 atau sekitar Rp254,6 juta. Angka tersebut bahkan hampir Rp77 juta lebih mahal dibandingkan konfigurasi tertinggi generasi sebelumnya yang berada di kisaran US$10.149 atau sekitar Rp183 juta.
Salah satu faktor yang disebut mendorong kenaikan harga adalah kelangkaan komponen memori dan meningkatnya kebutuhan perangkat keras untuk mendukung pengembangan teknologi AI.
Besarnya biaya peningkatan spesifikasi terlihat dari pilihan kapasitas penyimpanan. Konsumen perlu menambahkan US$1.000 untuk meningkatkan SSD menjadi 4 TB. Jika memilih kapasitas 8 TB, tambahan biayanya mencapai US$3.000, sedangkan konfigurasi 16 TB membutuhkan tambahan hingga US$7.000.