- Laman Resmi
Bisa Bantu Kerja Tanpa Sentuh HP, Samsung Siapkan Kacamata Pintar Berbasis AI: Bisa Terjemahkan Bahasa hingga Rangkum Rapat
tvOnenews.com - Bayangkan sedang berjalan di negara asing, lalu seseorang berbicara menggunakan bahasa yang tidak dipahami. Alih-alih mengeluarkan smartphone untuk membuka aplikasi penerjemah, informasi percakapan bisa langsung didengar melalui perangkat yang dikenakan di wajah.
Situasi serupa juga dapat terjadi ketika seseorang mengikuti rapat, membaca dokumen, atau mencari petunjuk arah sambil tetap melakukan aktivitas lainnya.
Perkembangan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah cara manusia berinteraksi dengan teknologi.
Jika selama ini smartphone menjadi pusat aktivitas digital melalui layar sentuh, perangkat wearable menawarkan pendekatan berbeda: menghadirkan bantuan digital tanpa harus terus-menerus memegang ponsel. Salah satu teknologi yang mulai dikembangkan adalah kacamata pintar berbasis AI.
Konsep tersebut juga menjadi bagian dari perkembangan teknologi ambient computing, yakni sistem komputasi yang dapat bekerja secara lebih alami di lingkungan pengguna.
Kamera, mikrofon, dan AI memungkinkan perangkat memahami konteks aktivitas, kemudian memberikan informasi sesuai kebutuhan. Namun, teknologi ini juga menghadirkan pertanyaan baru mengenai privasi, keamanan data, dan batas penggunaan kamera di ruang publik.
Kacamata Pintar Samsung Bisa Terjemahkan Bahasa hingga Membantu Pekerjaan
Samsung menjadi salah satu perusahaan teknologi yang mengembangkan konsep kacamata pintar melalui perangkat bernama Intelligent Eyewear. Produk ini diperkenalkan dalam ajang Galaxy Unpacked di London pada Juli 2026 sebagai bagian dari pengembangan ekosistem Galaxy di luar smartphone.
Berbeda dari headset virtual reality (VR) atau augmented reality (AR) yang mengandalkan layar di depan mata, generasi pertama Intelligent Eyewear dirancang tanpa layar. Perangkat ini mengandalkan kamera, mikrofon, pengeras suara, serta interaksi berbasis suara untuk menghadirkan bantuan AI.
Sistem operasinya menggunakan Android XR yang dikembangkan bersama Google dan terintegrasi dengan Gemini. Kombinasi tersebut memungkinkan kacamata memahami informasi visual di sekitar pengguna dan merespons melalui percakapan.
Berdasarkan penjelasan Samsung, terdapat beberapa fungsi yang disiapkan untuk mendukung aktivitas sehari-hari.
Pertama, penerjemahan bahasa secara langsung. Fitur ini memungkinkan pengguna memperoleh bantuan memahami percakapan dalam bahasa lain tanpa harus terus membuka aplikasi penerjemah di smartphone.
Kedua, membantu pekerjaan dan dokumentasi. Kamera dapat digunakan untuk menangkap informasi dari papan tulis, dokumen, atau situasi rapat. Informasi penting kemudian dapat diolah dan disusun ke aplikasi Samsung Notes pada perangkat Galaxy yang terhubung.
Ketiga, memberikan petunjuk navigasi berbasis suara. Pengguna dapat meminta arahan perjalanan atau informasi mengenai lingkungan sekitar tanpa harus berulang kali melihat layar ponsel.
Selain itu, perangkat dapat membantu membacakan informasi penting dan merangkum pesan panjang. Pengguna juga dapat membagikan sudut pandang melalui fitur visual saat melakukan panggilan, bergantung pada aplikasi dan layanan yang kompatibel.
Sameer Samat, President of Android Ecosystem di Google, menjelaskan bahwa perangkat tersebut dikembangkan untuk menghadirkan bantuan AI secara lebih alami.
“Dibangun di atas platform Android XR, intelligent eyewear ini memadukan desain premium dengan kemampuan Gemini yang secara alami memahami apa yang dilihat pengguna, menghadirkan bantuan hands-free sepanjang hari,” ujar Sameer.
Tanpa Layar, Pakai Snapdragon dan Baterai hingga 9 Jam
Salah satu hal menarik dari Intelligent Eyewear adalah pendekatan desainnya. Samsung tidak menjadikan layar sebagai komponen utama, melainkan mengandalkan interaksi suara dan kemampuan kamera untuk memahami konteks lingkungan.
Perangkat ini ditenagai Snapdragon AR1 Gen 1 dari Qualcomm. Chip tersebut dirancang untuk perangkat augmented reality dan kacamata pintar dengan mempertimbangkan kebutuhan pemrosesan, konektivitas, serta efisiensi energi dalam ukuran yang ringkas.
Samsung mengklaim baterainya mampu bertahan hingga sembilan jam dalam sekali pengisian daya. Sementara itu, charging case yang disediakan diklaim dapat memberikan lebih dari tujuh kali pengisian penuh tambahan.
- Laman Resmi
Namun, daya tahan sebenarnya dapat berubah mengikuti penggunaan kamera, koneksi jaringan, fitur AI, dan pengaturan perangkat.
Untuk pengembangan desain, Samsung menggandeng dua merek kacamata, yakni Gentle Monster dan Warby Parker. Kolaborasi tersebut menghasilkan beberapa pilihan bingkai dengan bentuk, warna, dan karakter desain berbeda.
Won-Joon Choi, Chief Operating Officer Mobile eXperience (MX) Business Samsung Electronics, menyebut perangkat ini sebagai pendekatan baru dalam menghadirkan AI ke aktivitas manusia.
“Seiring AI agentik mengubah pengalaman mobile, langkah berikutnya adalah menghadirkan pengalaman yang semakin intuitif dan mampu beradaptasi dengan konteks setiap pengguna,” ujar Won-Joon.
Ia menambahkan, Intelligent Eyewear menghadirkan cara baru untuk berinteraksi dengan bantuan AI yang lebih personal dalam kegiatan sehari-hari.
Meski demikian, kemampuan perangkat tetap memiliki ketergantungan terhadap koneksi internet, smartphone Galaxy yang kompatibel, aplikasi, dan layanan tertentu.
Aspek privasi juga menjadi perhatian. Samsung menyebut kacamata ini dilengkapi indikator LED yang memberi tanda ketika perekaman berlangsung. Fitur tertentu juga dirancang untuk menghentikan perekaman ketika perangkat dilepas atau indikator perekaman ditutupi. Pengguna dapat mengatur privasi melalui smartphone Galaxy yang terhubung.
Kapan Kacamata Pintar Samsung Meluncur dan Negara Mana yang Kebagian?
Di tengah perkembangan teknologi tersebut, pertanyaan berikutnya adalah kapan Intelligent Eyewear bisa dibeli konsumen?
Mengutip laporan GSM Arena pada Sabtu (31/10/2026), Samsung dikabarkan menyiapkan peluncuran perangkat tersebut pada pertengahan Desember 2026. Namun, distribusi awalnya diperkirakan hanya mencakup Korea Selatan dan Amerika Serikat.
Strategi peluncuran terbatas ini disebut bertujuan mengevaluasi respons konsumen sebelum memperluas pemasaran ke negara lain, termasuk China, Jepang, dan sejumlah wilayah Eropa.
Pendekatan tersebut menyerupai strategi Samsung ketika memperkenalkan headset Galaxy XR yang sebelumnya juga diluncurkan secara bertahap di sejumlah pasar.
Hingga laporan tersebut diterbitkan, harga resmi Intelligent Eyewear belum ditetapkan. Samsung masih dikabarkan membahas harga jual perangkat tersebut.
Dengan kemampuan penerjemahan langsung, navigasi suara, dokumentasi otomatis, dan integrasi Gemini, kacamata pintar ini memperlihatkan arah baru perkembangan perangkat wearable.
Namun, tantangan berikutnya bukan hanya menghadirkan AI yang semakin canggih, melainkan memastikan teknologi tersebut nyaman, aman, menjaga privasi, dan benar-benar berguna dalam kehidupan sehari-hari.
Peluncuran pada Desember mendatang masih berstatus laporan media dan belum menjadi pengumuman resmi Samsung. Konsumen di luar Korea Selatan dan Amerika Serikat pun masih harus menunggu kepastian mengenai jadwal ketersediaan di negara masing-masing. (udn)