news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Meta Kembangkan Robot Humanoid Bersama Perusahaan China, Max Disiapkan Jadi Asisten Rumah Tangga.
Sumber :
  • ANTARA

Meta Kembangkan Robot Humanoid Bersama Perusahaan China, Max Disiapkan Jadi Asisten Rumah Tangga

Meta mengembangkan robot humanoid Max bersama perusahaan robotika China, Fourier. Purwarupa ini menjadi bagian dari eksperimen integrasi AI dengan perangkat
Rabu, 4 November 2026 - 19:57 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Perkembangan kecerdasan buatan (AI) mulai bergerak melampaui layar komputer dan ponsel. Jika selama ini teknologi AI lebih banyak dikenal melalui chatbot atau asisten digital yang merespons perintah lewat suara dan teks, perusahaan teknologi kini berupaya menghadirkannya dalam bentuk mesin yang dapat bergerak dan berinteraksi langsung dengan lingkungan.

Salah satu langkah terbaru datang dari Meta. Perusahaan milik Mark Zuckerberg tersebut dilaporkan tengah mengembangkan robot humanoid yang dapat menjadi perpanjangan fisik dari teknologi AI. Melalui proyek ini, Meta ingin menguji bagaimana kecerdasan buatan dapat diterapkan pada aktivitas sehari-hari yang selama ini membutuhkan keterlibatan manusia.

Langkah tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa persaingan industri AI mulai memasuki wilayah robotika. Perusahaan teknologi tidak lagi hanya berlomba menciptakan model AI yang semakin pintar, tetapi juga mengembangkan perangkat yang mampu menjalankan instruksi di dunia nyata. 

Untuk mewujudkannya, Meta menggandeng perusahaan robotika asal China, Fourier, dalam pengembangan purwarupa robot bernama Max.

Max, Robot Humanoid Meta yang Dikembangkan Bersama Fourier

Mengutip laporan The Next Web pada Minggu (1/11) waktu setempat, Meta dan Fourier berhasil merampungkan purwarupa Max dalam waktu sekitar tiga bulan. Robot tersebut dikembangkan sebagai perangkat riset internal sekaligus sarana eksperimen untuk mengintegrasikan agen kecerdasan buatan milik Meta ke dalam perangkat fisik.

Meta tidak berencana menjual Max kepada publik. Fokus pengembangannya saat ini adalah menguji kemampuan teknologi AI ketika dihubungkan dengan sistem mekanis yang dapat bergerak dan berinteraksi dengan objek.

Dari segi fisik, Max memiliki bobot sekitar 48 kilogram dengan tinggi mencapai 1,5 meter. Robot ini menggunakan chip Jetson Thor buatan Nvidia sebagai pusat pemrosesan, yang dirancang untuk mendukung kebutuhan komputasi AI pada sistem robotika.

Max juga dilengkapi layar antarmuka yang dapat menampilkan berbagai ekspresi wajah. Selain pengeras suara, kedua lengannya memiliki lima jari yang dirancang agar mampu memegang dan memindahkan benda berukuran kecil secara presisi.

Pengembangan Max turut melibatkan Vice President of Product for Robotics Meta, Li-Chen Miller. Ia bahkan menghabiskan waktu hampir dua bulan di pabrik Fourier yang berlokasi di Shanghai, China, untuk terlibat langsung dalam proses pengerjaan purwarupa tersebut.

Kolaborasi ini mempertemukan pengembangan perangkat lunak dan AI Meta dengan pengalaman Fourier dalam bidang perangkat keras robotika. Keduanya perlu memastikan sistem komputasi, sensor, dan mekanisme gerak dapat bekerja secara terintegrasi.

Dukungan Nvidia dan Ambisi Meta Mengembangkan AI Fisik

Meta memproyeksikan robot humanoid sebagai salah satu bentuk penerapan agen AI besutannya, Muse. Teknologi ini diarahkan agar kecerdasan buatan tidak hanya mampu memberikan jawaban atau rekomendasi, tetapi juga dapat diterjemahkan menjadi tindakan fisik.

Salah satu penerapan yang dibayangkan adalah membantu menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Namun, kemampuan tersebut membutuhkan lebih dari sekadar sistem AI yang dapat memahami instruksi. 

Robot juga harus mampu mengenali objek, memperkirakan jarak, mengendalikan gerakan tangan, serta menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan.

Sebagai contoh, mengambil benda dari meja membutuhkan koordinasi antara penglihatan mesin, pemrosesan informasi, dan pergerakan mekanis. Kesalahan dalam salah satu tahap dapat membuat robot gagal menjalankan perintah. 

Karena itu, pengembangan Max menjadi bagian dari pengujian hubungan antara kecerdasan buatan dan kemampuan fisik perangkat.

Pengembangan teknologi ini juga mendapat dorongan dari kerja sama Meta dengan Nvidia. Perusahaan pembuat chip tersebut sebelumnya menyepakati investasi senilai 3 miliar dolar AS atau setara Rp54,4 triliun kepada Meta untuk memperluas kolaborasi riset pada proyek Muse.

Dukungan tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan AI fisik membutuhkan ekosistem teknologi yang lebih luas. Selain model kecerdasan buatan, perusahaan juga memerlukan chip berkemampuan tinggi, sensor, sistem navigasi, serta perangkat mekanis yang mampu menerjemahkan keputusan AI menjadi gerakan.

Max 2 Disiapkan, Persaingan Robot Humanoid Makin Ketat

Pengembangan Max ternyata tidak berhenti pada purwarupa pertama. Setelah diperkenalkan secara internal pada akhir Agustus lalu, Meta dan Fourier mulai mengerjakan robot generasi berikutnya bernama Max 2 sejak September.

Versi terbaru ini diproyeksikan membawa sejumlah peningkatan, terutama pada struktur bodi dan kemampuan artikulasi tangan. 

Meta juga disebut tengah menyiapkan proyektor terintegrasi serta sensor navigasi yang memungkinkan robot mengenali lingkungan dan menghadapi tantangan seperti menaiki tangga.

Peningkatan tersebut penting karena robot humanoid harus mampu bergerak di lingkungan yang tidak selalu memiliki kondisi ideal. 

Berbeda dengan mesin industri yang bekerja pada jalur produksi terstruktur, robot rumah tangga perlu menghadapi ruangan dengan tata letak beragam, benda yang berpindah-pindah, hingga permukaan yang tidak seragam.

Meta bukan satu-satunya perusahaan yang mengembangkan robot humanoid. Tesla sebelumnya telah memproduksi robot Optimus yang diarahkan untuk membantu pekerjaan di lingkungan industri maupun aktivitas lainnya.

Sementara itu, Agility Robotics mengembangkan robot humanoid Digit 5 yang akan beroperasi menggunakan perangkat keras Nvidia. Di China, Unitree juga tengah mengembangkan teknologi AI yang memungkinkan robot-robot buatannya meningkatkan kemampuan secara mandiri.

Persaingan tersebut memperlihatkan bahwa robot humanoid mulai menjadi salah satu bidang penting dalam industri teknologi. 

Meski demikian, kemampuan robot untuk menjalankan pekerjaan manusia secara luas masih membutuhkan pengujian panjang, terutama terkait keselamatan, ketepatan gerakan, dan kemampuan beradaptasi.

Bagi Meta, Max dan Max 2 menjadi bagian dari eksperimen untuk membawa AI keluar dari ruang digital. Tantangan berikutnya bukan sekadar membuat robot terlihat dan bergerak menyerupai manusia, melainkan memastikan teknologi tersebut dapat bekerja secara konsisten dan memberikan manfaat nyata. (udn)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:21
14:13
09:50
04:54
08:02
14:03

Viral