- Gambar ilustrasi AI
Apple Batasi Aplikasi Kencan dan Pacar AI untuk Anak, Ini Aturan Baru App Store
tvOnenews.com - Aple Hubungan dekat kini tidak selalu terbentuk antarmanusia. Dengan bantuan kecerdasan buatan (AI), pengguna dapat berbincang dengan karakter virtual yang dirancang menjadi teman, pasangan, bahkan sosok kekasih.
Interaksi semacam ini terasa semakin personal karena chatbot dapat merespons cerita, mengikuti suasana hati, dan menyesuaikan percakapan berdasarkan konteks yang diberikan pengguna.
Namun, kemampuan tersebut juga memunculkan persoalan baru ketika penggunanya masih anak-anak atau remaja. Aplikasi yang awalnya terlihat seperti sarana hiburan dapat menghadirkan percakapan romantis, seksual, atau bentuk interaksi emosional yang belum tentu sesuai dengan usia mereka.
Risiko lainnya muncul ketika pengguna membagikan informasi pribadi kepada karakter digital tanpa memahami bagaimana data tersebut diproses.
Besarnya minat terhadap teknologi ini membuat perlindungan pengguna muda semakin mendesak. Apple kini memperketat aturan App Store untuk aplikasi kencan dan pendamping berbasis AI yang menawarkan interaksi romantis atau seksual. Kebijakan tersebut bukan hanya menyangkut batas usia, tetapi juga transparansi fitur berbagi lokasi yang berpotensi membuka persoalan privasi.
Apple Wajibkan Aplikasi Kencan dan Pendamping Romantis AI Berusia 18+
Apple mengumumkan perubahan kebijakan App Store kepada para pengembang pada Senin, 2 November 2026. Mengutip laporan TechCrunch, Selasa (3/11/2026), aturan baru tersebut ditujukan untuk memperjelas klasifikasi usia aplikasi yang memiliki fungsi kencan maupun hubungan romantis, termasuk interaksi dengan karakter virtual berbasis AI.
Dalam pengumuman resminya pada 2 November 2026, Apple menyatakan bahwa mulai 16 November 2026, pengembang harus mengisi dua keterangan tambahan dalam kuesioner peringkat usia di App Store Connect.
Pertama, kategori Shared Location, yakni fitur yang memungkinkan lokasi nyata pengguna dibagikan kepada orang atau kelompok lain. Kedua, kategori Dating and Relationships, yang mencakup fitur untuk membangun hubungan atau koneksi romantis antara manusia maupun dengan pendamping virtual yang melibatkan konten seksual atau romantis.
Konsekuensinya, aplikasi yang masuk kategori Dating and Relationships akan memperoleh peringkat usia minimum 18+. Pengembang harus melengkapi informasi tersebut ketika mengirimkan pembaruan aplikasi atau mengubah kuesioner peringkat usia. Seluruh aplikasi diwajibkan menyelesaikan deklarasi ini paling lambat 12 Januari 2027.
Perubahan ini dapat berdampak pada aplikasi seperti Character.AI dan Replika. Keduanya memungkinkan pengguna berinteraksi dengan karakter buatan yang dapat berperan sebagai teman, pasangan, atau tokoh fantasi.
Sebagian aplikasi sejenis juga menawarkan percakapan yang dirancang menyerupai hubungan personal.
Besarnya pasar tersebut terlihat dari data perusahaan intelijen aplikasi Appfigures yang dikutip TechCrunch. Hingga Juli 2025, aplikasi pendamping AI di Apple App Store dan Google Play telah mencatat sekitar 220 juta unduhan secara global.
Sepanjang semester pertama 2025 saja, jumlah unduhan mencapai 60 juta, meningkat 88 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini merupakan jumlah unduhan, bukan jumlah pengguna aktif.
Bukan Hanya Konten Romantis, Privasi dan Lokasi Pengguna Ikut Disorot
Salah satu hal penting dalam kebijakan baru Apple adalah kewajiban pengembang mengungkapkan apakah aplikasi mereka membagikan lokasi nyata pengguna kepada orang lain atau kelompok tertentu.
Fitur berbagi lokasi memang dapat berguna, misalnya untuk membantu anggota keluarga mengetahui keberadaan satu sama lain.
Namun, fungsi tersebut juga menyimpan risiko apabila pengguna tidak mengetahui bahwa informasi lokasinya sedang dibagikan, kepada siapa data dikirim, dan berapa lama informasi tersebut disimpan.
Risiko ini semakin relevan bagi anak-anak dan remaja yang belum tentu memahami konsekuensi membagikan lokasi secara terus-menerus. Informasi tersebut dapat mengungkap rutinitas, tempat tinggal, sekolah, hingga kebiasaan seseorang.
Apple menyatakan bahwa fitur Shared Location tidak otomatis mengubah peringkat usia minimum di semua wilayah. Namun, aturan lokal dapat menetapkan persyaratan berbeda.
Di Brasil, misalnya, aplikasi dengan fitur berbagi lokasi memerlukan peringkat A16, sedangkan fitur kencan dan hubungan romantis mendapat peringkat A18. Ada pengecualian yang dapat diajukan kepada Kementerian Kehakiman dan Keamanan Publik Brasil, misalnya untuk fitur berbagi lokasi yang memang dirancang bagi orang tua dan anak.
Persoalan perlindungan data anak juga telah menjadi perhatian regulator di negara lain. Di Amerika Serikat, Federal Trade Commission (FTC) menerapkan Children's Online Privacy Protection Act (COPPA), yang mengatur pengumpulan informasi pribadi anak di bawah usia 13 tahun oleh layanan daring yang ditujukan kepada anak atau yang mengetahui bahwa penggunanya masih berusia di bawah 13 tahun.
Aturan tersebut mewajibkan layanan terkait menyediakan pemberitahuan privasi yang jelas, memperoleh persetujuan orang tua yang dapat diverifikasi sebelum mengumpulkan informasi pribadi dalam kondisi yang diatur, serta memberikan mekanisme bagi orang tua untuk mengakses dan meminta penghapusan data anak. Informasi geolokasi yang dapat mengidentifikasi lokasi spesifik juga termasuk dalam kategori data pribadi yang dilindungi.
Contoh lain datang dari Inggris. Melalui Online Safety Act, regulator komunikasi Inggris, Ofcom, mewajibkan layanan daring yang masuk dalam cakupan aturan untuk menilai dan mengurangi risiko bahaya bagi pengguna, terutama anak-anak.
Ketentuan tersebut juga dapat berlaku bagi chatbot apabila layanan itu memenuhi definisi platform yang diatur. Layanan yang menyediakan konten pornografi, termasuk melalui chatbot, harus menerapkan pemeriksaan usia yang sangat efektif agar anak tidak dapat mengaksesnya.
Pengawasan Aplikasi AI Tidak Cukup Mengandalkan Batas Usia
Langkah Apple memperlihatkan bahwa pengawasan aplikasi digital mulai menghadapi tantangan yang lebih kompleks. Selama ini, perlindungan anak sering dikaitkan dengan penyaringan konten, pembatasan waktu layar, atau larangan mengakses situs tertentu.
Kehadiran pendamping AI membuat persoalannya meluas hingga hubungan emosional yang dapat terbentuk antara pengguna dan karakter virtual.
Berbeda dari konten statis, chatbot dapat merespons percakapan secara langsung. Karakter virtual bisa menyesuaikan jawaban, mengingat konteks interaksi, dan menciptakan kesan bahwa pengguna sedang berbicara dengan sosok yang memahami dirinya. Karena itu, pengawasan perlu memperhatikan jenis percakapan, mekanisme moderasi, penggunaan data, serta cara aplikasi menangani pengguna di bawah umur.
Meski demikian, peringkat 18+ bukan satu-satunya solusi. Klasifikasi usia perlu didukung mekanisme pemeriksaan usia yang memadai, pengaturan orang tua, kebijakan privasi yang mudah dipahami, dan sistem pelaporan yang dapat digunakan ketika pengguna menemukan interaksi berbahaya.
Orang tua juga perlu memahami aplikasi yang digunakan anak, termasuk izin akses lokasi, kamera, mikrofon, dan informasi pribadi lainnya. Anak perlu diberi pemahaman bahwa karakter AI bukan manusia, sehingga respons yang terasa akrab atau penuh perhatian tidak selalu mencerminkan kepedulian seperti dalam hubungan antarmanusia.
Pada akhirnya, kebijakan baru Apple menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan anak di tengah berkembangnya aplikasi berbasis AI. Tantangannya bukan sekadar mencegah anak mengunduh aplikasi berlabel dewasa, melainkan memastikan teknologi yang semakin mampu meniru hubungan manusia tetap memiliki batas yang jelas.
Sebab, ketika AI mulai berperan sebagai teman atau pasangan virtual, keamanan digital tidak lagi hanya menyangkut apa yang dilihat pengguna, tetapi juga bagaimana mereka berinteraksi, membangun kedekatan, dan menyerahkan informasi pribadinya. (udn)