- Instagram/PSMS Medan
Klarifikasi Oki Rengga usai Dituduh Tegur Suporter, Buntut Pembentangan Spanduk karhutla saat PSMS Lawan Persija
Jakarta, tvOnenews.com - Komika sekaligus aktor Oki Rengga buka suara terkait video viral dirinya diduga menegur hingga melarang suporter PSMS Medan membentangkan spanduk "karhutla" di tengah laga melawan Persija Jakarta di Stadion Utama Sumatera Utara (USU), Deli Serdang.
Oki Rengga melakukan klarifikasi menyusul aksinya di tengah laga menjamu Persija Jakarta. Saat itu ia dinilai diduga keberatan dengan pembentangan spanduk kritik mengenai karhutla sehingga mendatangi serta disebut terlibat adu mulut dengan seorang suporter.
Peristiwa Oki Rengga diduga melarang suporter terkait pembentangan spanduk di tengah pertandingan PSMS Medan kontra Persija Jakarta terus menuai gelombang spekulasi liar.
Melalui sebuah video klarifikasinya pada Jumat (6/11/2026), Oki Rengga mulanya menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan yang terjadi di tengah pertandingan pembuka League Cup 2026/2027.
"Saya Oki Rengga, di sini saya mau minta maaf sebesar-besarnya untuk video, untuk narasi, dan keributan yang saya munculkan beberapa hari ini. Saya minta maaf," ujar Oki Rengga dikutip tvOnenews.com dari Instagram pribadinya, Sabtu (7/11/2026).
Tepis Larang Suporter Bentangkan Spanduk Karhutla
- Instagram/PSMS Medan
Dalam kesempatan itu, pria yang pernah memperkuat PSDS Deli Serdang tersebut memahami spekulasi yang mencuat di ruang publik. Namun, ia membantah tudingan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa, kedatangannya saat itu bukan untuk melarang penyampaian kritik, melainkan mengajak para suporter menyepakati waktu pembentangan spanduk agar tidak mengganggu momen pertandingan.
Oki menuturkan, pertandingan melawan Persija merupakan salah satu momen besar yang telah lama dinantikan oleh pendukung PSMS Medan. Antusiasme suporter begitu tinggi karena mereka akhirnya bisa kembali menyaksikan tim kesayangannya menjalani laga besar setelah sekian lama.
"Itu adalah pertandingan besar pertama lagi yang kita tonton setelah bertahun-tahun PSMS tidak mempunyai pertandingan sebesar itu. Jadi, euforianya besar sekali," terangnya.
Rencana Pasang Spanduk karhutla
Di tengah pertandingan, komika tersebut menerangkan, dirinya melihat beberapa suporter sedang membicarakan rencana pemasangan spanduk. Oki kemudian menghampiri mereka dan mengusulkan agar pesan tersebut disampaikan setelah pertandingan berakhir.
"'Bang, gini aja, gimana kalau spanduknya nanti aja kita pasang setelah pertandingan? Sekarang kita dukung PSMS aja dulu, kita nonton pertandingan'," tutur Oki sambil mengulas percakapan dengan seorang suporter.
Ia bahkan menawarkan bahwa dirinya akan menjadi orang yang memegang spanduk tersebut. Persyaratannya adalah pembentangan terjadi setelah pertandingan selesai.
"Mereka bilang, 'Oke, Bang. Oke. Oke, sepakat, Bang. Oke, Bang. Siap, Bang Oki', gitu," lanjut dia.
Spanduk Dipasang
Setelah memperoleh persetujuan, Oki kembali menyaksikan sekaligus menikmati jalannya pertandingan PSMS Medan kontra Persija Jakarta.
Oki kemudian mengatakan bahwa, pembicaraan mengenai spanduk ternyata masih berlanjut. Kondisi ini membuat dirinya kembali mendatangi kelompok suporter tersebut.
Pada kesempatan itu, seorang pendukung menghampirinya sambil menangis dan menyampaikan keresahannya mengenai banyaknya korban akibat karhutla.
"Dia bilang, 'Bang, tapi memang sudah banyak kali korbannya'. Nah itu adalah orang yang kepalanya aku pegang, yang narasinya bilang aku mencekik orang. Kupegang kepalanya, aku bicara depannya," jelasnya.
Ia menegaskan bahwa, dirinya sangat memahami besarnya dampak karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Bahkan, Oki mengaku turut memperjuangkan persoalan tersebut hingga menghadapi risiko tertentu.
"Aku bilang, 'Aku tahu, Bang. Abang tahu. Bahkan aku sampai hampir dibunuh pemerintah gara-gara ini. Aku mau dibunuh pemerintah karena ini!'," ucap Oki saat membalas keresahan tersebut.
Oki Rengga Sadar Sikapnya berlebihan
Oki juga memahami responsnya saat kejadian berlangsung dipengaruhi emosi dan tingginya adrenalin. Ia berharap insiden tersebut menjadi bahan evaluasi agar dirinya lebih bijak menghadapi situasi serupa.
"Aku pastikan aku selalu ada di barisan teman-teman yang selama ini bersuara. Mudah-mudahan ini menjadi pembelajaran, aku bisa jauh lebih tenang lagi menghadapi situasi, jauh bisa lebih dewasa lagi untuk di segala kondisi," pungkasnya.
(hap)