- Youtube
Dituduh Intoleran hingga Membenci Kristen, Syaikh Assim Al-Hakeem Buka-bukaan: Aku Wajib Membencinya Karena...
tvOnenews.com - Pendakwah Syaikh Assim Al-Hakeem menjawab pertanyaan soal tudingan dirinya membenci kristen atau intoleran terhadap agama lainnya. Simak penjelasan lengkap Syaikh Assim di bawah ini.
Nama Syaikh Assim Al-Hakeem menjadi pembicaraan publik belakangan ini, ia merupakan seorang pendakwah asal Arab Saudi yang sedang viral lantaran kerap memberikan jawaban jemaah dengan cara yang unik dan lucu.
Namanya semakin dikenal luas oleh masyarakat muslim di Indonesia setelah beberapa kali muncul dalam dakwah di berbagai kota di Indonesia, terutama setelah videonya viral menegur jemaah yang membacakan Al Fatihah saat mengawali sebuah acara.
Syaikh Assim Al-Hakeem viral tegur jamaah kajian di Masjid Malang yang baca Al Fatihah saat Acara.
Baru ini terjadi, ketika beliau mengatakan kalau tidak ada tuntutan dari Nabi Muhammad SAW untuk membaca Al-Fatihah selain dalam salat.
Menurut Syaikh Assim Al-Hakeem, surah Al-Fatihah hanya boleh dibaca pada saat melaksanakan ibadah salat dan juga pada sedang meruqyah atau mengobati.
"Saya tidak ingin kelak di hari kiamat, Allah bertanya kepadaku kenapa mereka berbuat bid'ah tapi tidak kamu peringatkan," kata Syaikh Assim Al Hakeem.
Oleh karena itulah Syaikh Assim Al Hakeem kemudian menyatakan bahwa tak ada hadis Nabi yang menjelaskan anjuran membaca Al Fatihah di luar shalat, terutama untuk membuka acara.
Siapa sangka Syaikh Assim Al-Hakeem juga memiliki keturunan Indonesia, khususnya Medan. Dirinya pun mengaku sangat senang bisa berada di kampungnya.
Syaikh Assim Al-Hakeem buka suara soal tudingan membenci Kristen dan intoleran
Dilansir dari kanal Youtube Dondy Tan, Syaikh Assim Al-Hakeem melakukan wawancara dengan Dondy ketika sedang berada di kampung halamannya di Kota Medan.
Pada kesempatan itu pula, sang Youtuber menanyakan soal tudingan Syaikh Assim Al-Hakeem membenci kristen dan intoleran.
Mendengar hal itu, Syaikh menjawab dengan mengatakan bahwa mengenai isu cinta dan benci itu berbeda-beda bagi masing-masing orang.
Dari satu tingkat ke tingkat lainnya, dan jika itu dilihat dari sudut yang berbeda.