news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Masjid Nabawi Madinah.
Sumber :
  • tim tvOne

Begini Awal Mula Nabi Muhammad Bertemu dengan Orang Yatsrib, Titik Balik Dakwah Rasul hingga Hijrah ke Madinah

Nama Kota Madinah dahulu bernama Yatsrib. Setelah Siti Khadijah dan pamannya meninggal, Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah hingga akhirnya menetap dan wafat.
Jumat, 25 Agustus 2023 - 05:23 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Nama Kota Madinah dahulu bernama Yatsrib.

Dari Mekkah Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah. 

Hingga akhirnya beliau menetap dan wafat.

Dilansir oleh tvOnenews.com dari buku Sejarah Lengkap Penyebaran Islam karya Prof. Dr. Thomas W. Arnold, Yatsrib telah lama ditempati oleh orang-orang Yahudi yang dulunya menghuni negeri yang tertimpa bencana dahsyat.


Makam Nabi Muhammad di Kompleks Masjid Nabawi, Madinah (U-report)

Dikatakan bahwa banyak dari mereka yang teraniaya karena penganiayaan dari pengikut Raja Hadrian.

Selain itu, banyak pula yang terusir dari tanah kelahiran mereka. 

Kemudian, ketika sekelompok pengungsi mengembara, ada dua klan keturunan Arab yakni Bani Khazraj dan Bani Aus yang tiba di Yatsrib.

Kedua klan itu bersedia berbagi wilayah bersama. 

Setelah itu, seiring dengan peningkatan jumlah penduduknya, terjadilah pelanggaran batas-batas wilayah yang memperluas kekuasaan orang Yahudi. 

Sampai akhirnya, hingga akhir abad kelima, penguasa kota itu mengambil alih kekuasaan sepenuhnya.

Beberapa orang Arab telah memeluk agama Yahudi. 

Namun, banyak juga pendiri kota Yatsrib yang tetap bertahan menyembah berhala para leluhurnya.

Begitu pula, pada saat Nabi Muhammad SAW bertemu dengan kelompok dari Yatsrib.


Kaligrafi Nabi Muhammad (tim tvOnenews/canva/putri)

Pertemuan Awal Nabi Muhammad dan Penduduk Yatsrib

Sudah menjadi kebiasaan Nabi Muhammad SAW pada saat melaksanakan haji setiap tahun untuk mengunjungi perkemahan-perkemahan berbagai suku Arab dan mendiskusikan berbagai permasalahan bersama mereka.

Pada suatu hari, datanglah kabar gembira dari pelosok yang tak pernah diduga sebelumnya.

Nabi Muhammad SAW bertemu dengan sebuah kelompok kecil sekitar enam sampai tujuh orang yang memperkenalkan diri berasal dari daerah bernama Yatsrib.

“Dari suku mana kalian?’ tanya Nabi Muhammad SAW kepada mereka dengan lembut.

“Kami berasal dari suku Khazraj,” jawab mereka.

“Teman-teman kamu kaum Yahudi?” tanya Nabi.

“Benar,” jawab mereka.

“Apakah kalian berkenan duduk sebenar agar aku bisa berbicara dengan kalian?”

“Tentu saja bisa,” jawab mereka dengan ramah.

Kemudian saat itu juga, mereka memeluk Islam seraya berkata kepada Nabi Muhammad SAW:

“Bangsa kami telah lama terpelosok dalam permusuhan yang sangat pedih dan membuat kami saling membinasakan satu sama lain. Semoga kini Tuhan berkenan mempersatukan mereka bersama melaluimu dan ajaranmu, karena itu, kami akan mengajari mereka dan memberitakan agama yang telah kamu terima darimu ini,”

Dengan keyakinan teguh, akhirnya orang-orang Bani Khazraj yang sudah memeluk Islam kembali negeri mekra.

Demikianlah peristiwa tersebut dianggap sebagai titik balik dari dakwah Nabi Muhammad SAW.

Penduduk Yatsrib sudah Akrab dengan Konsep Messiah


Suasana di Masjid Nabawi, Madinah (tim tvOne)

Sebagian penghuni Kota Yatsrib sudah memeluk agama Yahudi.

Oleh karenanya, penduduk Yatsrib telah akrab dengan konsep messiah yang akan segera datang. 

Tentu saja hal ini lebih membantu mereka memahami pengakuan Nabi Muhammad SAW.

Sehingga ketika Nabi Muhammad SAW mengajak bicara kelompok kecil tersebut, mereka bisa menerima konsep rasul daripada orang-orang Makkah yang saat itu menjadi penyembah berhala.

Terlebih lagi jika dilihat dari fakta sejarah, masyarakat Quraisy memang merupakan keturunan para penjaga berhala di sekeliling Ka'bah yang mereka sembah.

Selain itu, masyarakat Quraisy juga memiliki supremasi mengatur suku-suku lainnya.

Bani Khazraj Bantu Nabi Muhammad SAW Sebarkan Islam


Kaligrafi Allah dan Nabi Muhammad di Dalam Sebuah Masjid (pexels)

Setelah kelompok kecil yang ditemui Nabi tersebut memeluk Islam, Nabi Muhammad SAW menawarkan diri menemani mereka kembali ke Yatsrib.

Hal ini guna mengantisipasi segala permasalahan. 

Namun, dengan halus mereka menolak tawaran tersebut, sampai mereka berhasil melakukan rekonsiliasi dengan Bani Aus.

"Kami percaya kepadamu. Biarkan kami kembali kepada masyarakat kami. Jika berkenan, maka Tuhan akan menciptakan perdamaian bagi kami, dan kami akan segera kembali kepadamu. Biarlah musim haji tahun berikutnya yang akan menentukan," ucap orang-orang Bani Khazraj itu kepada Nabi Muhammad SAW.

Akhirnya, mereka pulang ke negerinya dan mengajak masyarakat Yatsrib untuk beriman pada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW. 

Hasilnya, banyak kalangan yang ikut beriman. 

Sehingga, bisa bilang, lahirlah suatu keluarga baru yang nyaris terbentuk tanpa Nabi terlibat langsung di dalamnya.

Pada tahun berikutnya, ketika musim haji telah tiba, sepuluh orang dari Bani Khazraj dan dua orang dari Bani Aus yang dikirim sebagai utusan datang kepada Nabi Muhammad SAW. 

Mereka berjanji bersedia mematuhi ajaran beliau yang di kemudian hari dikenal dengan Perjanjian Aqabah Pertama.

Perjanjian tersebut memuat hal-hal rahasia, antara lain: 

"Kami tidak akan menyembah tuhan mana pun kecuali Tuhan yang Maha Tunggal; kami tidak akan mencuri; tidak akan berzina atau membunuh anak-anak kami; kami kan berhenti memfitnah dan menghujat; kami akan mematuhi Nabi dalam segala sesuatu yang benar." 

Orang-orang Yatsrib yang berjumlah 12 itu pun kembali ke suku mereka. 

Pada saat pulang, 12 orang Yatsrib itu ditemani oleh Mus'ab bin 'Umair RA. 

Namun, ada versi lain yang menyatakan bahwa Mus'ab bin Umair RA memang sengaja dikirim oleh Nabi Muhammad SAW berdasarkan permintaan tertulis dari penduduk Yatsrib sendiri.

Mus'ab bin 'Umair RA merupakan sahabat muda yang pertama-tama masuk Islam dan paling akhir kembali dari hijrah di Abyssinia.

Sekalipun masih muda, ia memiliki pengalaman luas dan pernah mengalami ujian berat berupa penganiayaan yang tidak hanya memperteguh semangatnya.

Ia juga mengajarkan kepadanya bagaimana menghadapi penganiayaan dan bertemu dengan para penentang Islam yang belum pernah sekalipun merasakan kebenaran ajarannya.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, Nabi Muhammad SAW memberikan kepercayaan besar kepada Mus'ab bin 'Umair RA untuk mengemban tugas sulit.

Tugas itu adalah mengarahkan dan membimbing orang-orang yang baru masuk Islam, menanamkan benih-benih semangat keagamaan dan kepatuhan yang baru saja disebarkan dan mengantarkan keberhasilan mereka. 

Penyebab Penduduk Yatsrib Mudah Menerima Ajaran Nabi Muhammad SAW


Kaligrafi Nabi Muhammad (tim tvOnenews/canva/putri)

Dalam perkembangan, kota Yatsrib hancur karena pertentangan antar masyarakat sipil yang tak ada henti-hentinya karena permusuhan yang dipicu oleh persaingan antara Bani Khazraj dan Bani Aus. 

Akibat permusuhan ini, masyarakatnya hidup dalam ketidakpastian dan perasaan tegang. 

Mereka seolah terjebak pertikaian kedua kubu yang memperebutkan kepentingan bersama yang justru tidak membawa manfaat bagi kota tersebut.

Apa yang dialami kota Yatsrib nyaris mirip kasus yang terjadi pada Republik Italia Utara pada abad pertengahan yang lebih memilih orang asing untuk memimpin kota mereka guna mempertahankan keseimbangan kekuatan antara faksi yang berseteru.

Dengan demikian, masyarakat Yatsrib tidak pernah melihat para pendatang asing dengan kecurigaan.

Bahkan, bisa jadi para pendatang itu akan mendapatkan kekuasaan atau memperoleh izin untuk mengisi kekosongan otoritas.

Alasan Nabi Muhammad SAW Disambut Hangat di Yatsrib


Suasana di Masjid Nabawi, Madinah (tim tvOnenews/Budi)

Salah satu alasan adanya sambutan hangat atas kedatangan Nabi Muhammad SAW di Madinah justru terletak pada ajaran Islam yang lebih mengangkat isu-isu yang diperlukan warga Yatsrib.

Islam sekaligus dianggap sebagai obat atas segala kekacauan yang dialami kota mereka.

Melalui perintah berdisiplin mengatur kehidupan dan menundukkan orang-orang yang tak mau patuh dan enggan tunduk pada hukum yang ditetapkan oleh seorang pemimpin terhadap warganya yang lalim.

Rentetan fakta tersebut menjelaskan mengapa setelah delapan tahun sejak Nabi Muhammad Saw hijrah ke Yatsrib, dakwah yang beliau lakukan mencapai kesuksesan besar.

Wallahua’lam

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

14:29
09:58
23:28
07:28
04:36
01:10

Viral