- Tangkapan layar Youtube Adi Hidayat Official / Freepik
Pria dan Wanita Bukan Suami Istri Bersalaman atau Berjabat Tangan karena Sudah Kenal, Memangnya Boleh? Ustaz Adi Hidayat Jelaskan
tvOnenews.com - Dalam sebuah kesempatan ceramahnya, Ustaz Adi Hidayat menjawab pertanyaan salah satu jamaahnya soal hukum bersalaman atau berjabat tangan dengan lawan jenis, yang jelas bukan mahram.
Tradisi berjabat tangan ataupun bersalaman sering kita jumpai dan menjadi lumrah di masyarakat, baik dalam acara tertentu hingga hari raya.
Namun banyak yang belum mengetahui, apakah boleh berjabat tangan atau bersentuhan dengan seseorang, terkhususnya lawan jenis yang jelas bukan mahram.
Terlebih bersalaman atau jabat tangan dengan lawan jenis kerap kali tak terhindarkan di tempat pekerjaan ketika seseorang bertemu klien atau teman baru.
Ustaz Adi Hidayat soal hukum berjabat tangan dengan lawan jenis yang bukan mahram. (Kolase tvOnenews / Freepik)
Lantas bagaimana seharusnya kita menyikap hal tersebut? simak penjelasan lengkap dari Ustaz Adi Hidayat.
Dalam sebuah kajian, Ustaz Adi Hidayat mendapatkan pertanyaan dari jamaah dari sisi akhwat (perempuan), soal apakah boleh berjabat tangan dengan siapa saja dan lawan jenis.
"Jangankan hari raya, sekarang aja boleh, gak ada masalah itu, dalilnya umum itu. Asalkan dengan mahramnya," jawab Ustaz Adi Hidayat.
"Dengan mahramnya, hadir dalam mahramnya silakan, Musafah itu kan juga tidak harus tangan saling berjabat," ucapnya.
"Anda ketemu misalnya dengan yang bukan mahram yang ingin ber-musafah, musafah tidak harus tangan ketemu dengan tangan," tambahnya.
Melakukan percakapan misalnya tanpa harus berjabatan tangan, itu bisa dilakukan.
"Jadi jangan dipahami, tangan itu terus menempel," ucapnya.
Ulama kelahiran Pandeglang Banten ini menceritakan ketika diundang dalam acara Hari Afrika Sedunia, dan kumpul para Dubes (Duta Besar) pada saat itu.
Diketahui, Ustaz Adi Hidayat pernah menempuh pendidikan di Kulliya Dakwah Islamiyah Libya.
"Dan qadarullah juga ketua persatuan afrika-nya (Africa Union) pada saat itu perempuan, dan saya ngobrol ke beberapa Dubes, ada Dubes Libya juga," ucapnya.
Ketika melakukan percakapan dengan Dubes Libya, lalu ketua persatuan afrika tersebut datang untuk menjelaskan kepada dirinya tentang esensi hari afrika sedunia tersebut.
Ustaz Adi Hidayat disodorkan untuk berjabat tangan oleh ketua persatuan afrika itu, kemudian Adi Hidayat mengaku melakukan gestur permintaan maaf.
"Kita tunjukkin syiar sebagai muslim, itu indah ketika kita tampakkan, dan dia paham" tambahnya.
"Kadang-kadang syiar itu perlu ditampakkan, dan itu kejujuran untuk menampakkan syiar, dia langsung paham. Allah memberinya petunjuk untuk merespon," ujarnya.
Lanjut Ustaz Adi Hidayat mengatakan kalau kita jangan sampai menggugurkan syiar kita, hanya untuk merespon sesuatu yang menyalahi ketentuan. (ind)
Baca artikel terkini dari tvOnenews.com selengkapnya di Google News, Klik di sini