news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ustaz Adi Hidayat.
Sumber :
  • YouTube/AdiHidayatOfficial

Salat Berjamaah Lebih Baik di Mana? Masjid Jauh tapi Ramai, atau Masjid Dekat tapi Sepi? Ustaz Adi Hidayat Beri Penjelasan, Ternyata…

Ustaz Adi Hidayat menjelaskan keutamaan salat berjamaah, ia juga menjawab pertanyaan lebih baik salat di masjid yang dekat atau yang jauh. Begini penjelasannya
Kamis, 21 Maret 2024 - 10:05 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Salat berjamaah di masjid merupakan salah satu sunnah muakad bagi umat Muslim. Sunnah muakad adalah sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan.

Dalam sebuah kesempatan Ustaz Adi Hidayat mendapat pertanyaan soal keutamaan memilih tempat salat, apakah di masjid yang jauh tapi ramai atau masjid terdekat namun jamaahnya sepi.

Menjawab pertanyaan tersebut, Ustaz Adi Hidayat menjelaskan terlebih dahulu bahwa disebut jamaah itu batasnya minimal dua orang.

"Jadi disebut jamaah itu, Anda jangan melihat berapa jumlah shafnya, disebut jamaah itu ketika jumlah minimal dua orang," ucapnya yang dilansir dari Youtube Adi Hidayat Official, Kamis (21/3/2024).

Kemudian, bagaimana jika di masjid yang jauh ada 200 orang dan di masjid terdekat ada 2 orang saja, mana yang lebih diutamakan. Adi Hidayat memberikan dua hal yang turut menjadi pertimbangan.

"Maka ditimbang di sini namanya fiqih aulawiyah, mana yang paling banyak maslahat (kebaikan) dan fadilah (keutamaannya) itu yang diutamakan," jelasnya.

Utamakan Maslahat dan Fadilah saat Salat Berjamaah

Menurutnya jika maslahat bertemu dengan fadilah, maka itu yang paling diutamakan dan didahulukan. Diutamakan dalam konteks untuk memakmurkan masjid terdekat sesuai dengan fungsinya sebagai tempat salat itu lebih utama.

Apabila lebih memilih masjid yang jauh, ditakutkan masjid tersebut akan kosong dan tidak ada jamaah yang mendirikan salat lagi di masjid terdekat itu.

Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur'an Surah At-Taubah ayat 18.

اِنَّمَا يَعْمُرُ مَسٰجِدَ اللّٰهِ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَاَقَامَ الصَّلٰوةَ وَاٰتَى الزَّكٰوةَ وَلَمْ يَخْشَ اِلَّا اللّٰهَ ۗفَعَسٰٓى اُولٰۤىِٕكَ اَنْ يَّكُوْنُوْا مِنَ الْمُهْتَدِيْنَ 

"Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta (tetap) melaksanakan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada apapun) kecuali kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk,"

"Itu amalan pertama, jadi yang patut Anda hidupkan pertama kali bukan di masjid yang jauh, tapi di masjid yang dekat," kata Ustaz Adi Hidayat.

"Jaga itu, sebab kalau Anda pergi, tidak ada jamaah di situ, sedangkan sifat masjid itu menghimpun salat berjamaah," sambungnya.

Tak hanya itu, sifat lain masjid menurut Ustaz Adi Hidayat adalah menjadi pusat-pusat ibadah sosial, kajian serta kegiatan bermanfaat lainnya.

Shalat berjamaah memiliki keutamaan yang besar. Bahkan semasa hidup Rasulullah selalu melaksanakan shalat berjamaah di masjid. Beliau tidak pernah meninggalkannya kecuali dalam keadaan darurat.

Rasulullah SAW bersama sahabatnya selalu menjaga sholat berjamaah yang dilakukan bersama. Beliau menegaskan dalam salah satu haditsnya yaitu,

لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ فِتْيَتِي فَيَجْمَعُوا حُزَمًا مِنْ حَطَبٍ، ثُمَّ آتِيَ قَوْمًا يُصَلُّونَ فِي بُيُوتِهِمْ لَيْسَتْ بِهِمْ عِلَّةٌ فَأُحَرِّقَهَا عَلَيْهِمْ

"Dan sungguh saya ingin menyuruh sholat segera ditegakkan. Lalu saya suruh seseorang mengimami orang-orang, lalu saya bersama laki-laki sambil membawa kayu bakar menuju ke orang yang tidak menghadiri sholat (berjamaah), kemudian saya bakar rumah-rumah mereka dengan api." (HR Muslim).

Ketika sakit, Rasulullah SAW tetap melaksanakan shalat berjamaah di masjid dengan meminta Abu Bakar untuk mengimami para jamaah. Sahabat Nabi pun ada yang dipapah oleh dua orang karena sakit demi melaksanakan shalat berjamaah di masjid. (adk)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:05
02:28
01:14
04:54
03:37
02:30

Viral