- YouTube
Suami Tidak Bekerja, jadi Istri yang Mencari Nafkah, Salah atau Tidak? Buya Yahya Bilang Rasulullah SAW Berikan Dua Pilihan…
“Laki-laki itu memberi nafkah. Kecuali laki-laki tersebut ada uzur sakit, sudah berusaha tetap bangkrut. Ada orang nasibnya nasib bangkrutan, setiap dagang mesti bangkrut, nggak bisa dagang. Sehingga di dalam rumah pun dia nggak bisa jadi pemimpin dalam urusan apapun karena memang lemahnya dia, ada orang semacam itu,” ungkap Buya Yahya.
Rasulullah SAW Memberikan Dua Pilihan Kepada Wanita yang Mencari Nafkah karena Suami Tidak Bekerja
Pada kesempatan yang sama, Buya Yahya menceritakan kisah seorang wanita yang terus bekerja menafkahi keluarganya karena suaminya bangkrut. Rasulullah SAW lantas memberikan solusi untuk wanita tersebut jika merasa tidak pernah diberi nafkah.
“Nabi berikan solusi yang pertama, kalau memang suamimu tidak pernah memberi nafkah kepadamu pilihan pertama untukmu adalah kamu berhak minta cerai. Kenapa? Sebab namanya makan ini nggak bisa ditunda,” ucap Buya Yahya.
“Biarkan sang wanita itu cerai, dicerai kemudian menikah lagi mungkin dapat suami yang bisa mencukupinya. Nggak boleh seorang laki-laki mengambil seorang wanita di dalam rengkuhannya dalam pernikahan kalau tidak beri nafkah,” tegasnya.
Mendengar saran tersebut, sang istri rupanya masih punya hati. Wanita tersebut lantas meminta saran lain kepada Rasulullah SAW perihal permasalahan rumah tangganya.
“Kalau begitu pilihan yang kedua, kamu tetap yang mencukupinya, kamu yang ngasih nafkah kepada suamimu dan disaat seperti itu kamu mendapatkan pahala yang berlipat-lipat,” kata Buya Yahya.
“Pertama pahala engkau menyenangkan suami, kedua pahala ngasih rezeki dan nafkah, ketiga adalah pahala silaturahimmu dengan anak-anakmu,” sambungnya.
Namun, saran kedua tidak berlaku jika suami kurang bersyukur dan tidak mau beribadah. Bahkan suami kerap meminta uang istri dengan kasar.
Buya Yahya menyarankan, sebagai seorang suami yang sadar akan kekurangannya, seharusnya lebih menghargai istri. Misal, dengan memuji istri atau meminta maaf lantaran membuat istrinya harus bekerja keras.
“Paling gak punya penghargaan dan kata maaf itu saja sudah cukup. Maaf istriku aku belum bisa dan mengerti,” jelasnya.
Buya Yahya memberikan pemahaman, kadang yang menjadi masalah dalam rumah tangga adalah seorang suami tidak mengerti bersyukur. Satu sisi wanita yang merasa punya kelebihan akan mudah muncul perasaan sombong.