- Istimewa
Ingat! Tidak Harus Depan Ka’bah, Seluruh Tanah Haram Makkah Adalah Masjidil Haram
Jakarta, tvOnenews.com - Saat melaksanakan haji atau umrah, setiap Muslim berlomba-lomba beribadah di Masjidil Haram atau tepatnya di depan Ka’bah.
Hal ini karena nilai ibadah di Masjidil Haram seratus ribu kali lipat jika dibandingkan di tempat lain.
Berikut hadits yang menyatakannya.
وَعَنِ اِبْنِ اَلزُّبَيْرِ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاةٌ فِي مَسْجِدِي هَذَا أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلَّا اَلْمَسْجِدَ اَلْحَرَامَ، وَصَلَاةٌ فِي اَلْمَسْجِدِ اَلْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةٍ فِي مَسْجِدِي بِمِائَةِ صَلَاةٍ (رَوَاهُ أَحْمَدُ, وَصَحَّحَهُ ابْنُ حِبَّانَ)
Artinya: “Dari Ibn az-Zubair ra ia berkata, Rasulullah saw bersabda, bahwa shalat di Masjid-ku (Masjid Nabawi) ini lebih utama dibanding seribu shalat di masjid lain kecuali Masjidil Haram. Sedang shalat di Masjidil Haram lebih utama dibanding shalat di Masjidku dengan kelipatan pahala seratus ribu shalat”. (HR. Ahmad dan disahihkan oleh Ibnu Hibban).
Namun setiap Muslim seyogyanya paham bahwa Tanah Haram yang dimaksud bukan hanya di depan Ka’bah.
Akan tetapi seluruh wilayah di sekitar Masjidil Haram juga termasuk Tanah Haram.
Maka, bagi seorang Muslim, terutama jemaah lansia, sebaiknya tidak memaksakan diri untuk selalu ibadah di depan Ka’bah.
Hal ini agar jemaah haji, terutama yang lansia kelelahan saat puncak haji di Arafah.