- YouTube
Bacaan Doa Iftitah yang Benar Allahumma Baid Bayni atau Wajjahtu Wajhiya? Buya Yahya Tegas Bilang Begini, Dua-duanya…
tvOnenews.com - Salat merupakan rukun Islam sekaligus menjadi ibadah wajib bagi muslim di seluruh dunia. Salah satu bacaan doa dalam salat adalah doa iftitah yang terdapat di rakaat pertama.
Doa iftitah adalah doa yang dibaca ketika mengawali salat fardhu maupun salat sunnah, meski begitu keberadaan doa iftitah memang tidak termasuk dalam rukun salat.
Dalam suatu kesempatan, Buya Yahya menjelaskan perihal dua doa iftitah sesuai sunnah Rasulullah SAW.
Bacaan doa iftitah yang dibaca saat salat seharusnya Allahumma Baid Bayni atau Wajjahtu Wajhiya?
Mulanya, Buya Yahya menceritakan saat Abdullah bin Umar salat bersama Rasulullah SAW, ada seorang jemaah yang menambahkan,
“Allahu akbar kabiiro, walhamdulillahi katsiiro, wa subhanallahi bukrotaw washilaa,”
“Ini tidak pernah diucap Nabi dan tidak pernah diucap oleh siapapun. Ini pertama didengar Nabi kemudian bertanya siapa yang ngomong tadi?” kata Buya Yahya.
Nabi SAW rupanya tidak marah, doa ini lantas menjadi sunnah yang selalu dikerjakan sayidina Abdullah bin Umar.
Hal ini karena Nabi mengatakan doa itu membuat pintu langit terbuka.
“Makna dibuka pintu rahmat, dibuka pintu hidayah, dibuka pintu kebaikan, makanya ini nanti menjadi bagian doa iftitah yang kita baca,” ujar Buya Yahya.
Kemudian, Buya Yahya menjelaskan doa iftitah sebenarnya ada banyak, yang ada dalam riwayat hadis ada dua yaitu Wajjahtu dan Allahuma Baid.
“Ada riwayat kalau Imam Muslim meriwayatkan selama ini baca wajjahtu itu adalah riwayat dari Baginda Nabi Muhammad SAW, dan hadisnya sahih,” terang Buya Yahya.
Kemudian, ada juga doa iftitah berdasarkan hadis riwayat Imam Bukhari yang berbunyi,
“Allahumma baid bayni wa bayna khotoyaya kama ba'adta baynal masyriqi wal maghrib. Allahumma naqqini min khotoyaya kama yunaqqots-saubul abyadhu minad danas. Allahummagh-silni min khotoyaya bil ma-iwats tsalji walbarod,”
Buya Yahya mengatakan dua doa tersebut adalah shahih karena dua-duanya berasal dari hadis.
“Ini adalah doa shahih. Nggak usahlah mengatakan ini yang paling benar. Dua-duanya benar,” terang Buya Yahya.