- Kolase tangkapan layar YouTube Adi Hidayat Official & Freepik
Sebelum Tidur Tolong Baca Doa Pelunas Utang ini, Amalan Pembuka Pintu Rezeki Sunnah Nabi Muhammad SAW Kata Ustaz Adi Hidayat
tvOnenews.com - Doa pelunas utang menjadi bacaan agar rezeki seseorang kembali mengalir deras.
Doa pelunas utang ini juga berdasarkan amalan sunnah Nabi Muhammad SAW agar umatnya kembali diberikan rezeki oleh Allah SWT.
Meski amalan ini bisa mengembalikan aliran rezeki maka Nabi Muhammad SAW menjadikan doa pelunas utang ini dibaca setiap sebelum tidur.
Dengan syarat, seseseorang harus bersungguh-sungguh saat membaca amalan doa pelunas utang ini dilakukan sebelum tidur sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW.
Lantas, seperti apa doa pelunas utang menjadi sunnah Nabi Muhammad SAW dibaca sebelum tidur? Ustaz Adi Hidayat membocorkan amalan ini sebagai berikut.
Ilustrasi membaca doa pelunas utang sebagai amalan pembuka pintu rezeki sunnah Nabi Muhammad SAW sebelum tidur. (Istimewa)
tvOnenews.com melansir dari tayangan kanal YouTube Adi Hidayat Official, pendakwah itu mengungkap ada satu amalan doa sebelum tidur mempengaruhi utang seseorang lunas.
Ustaz Adi Hidayat menerangkan amalan ini sangat dahsyat karena orang yang terlilit utang bisa membebaskan beban pikirannya langsung dilunaskan oleh Allah SWT.
Menurutnya, doa ini muncul ketika Rasulullah SAW menganjurkan kepada para sahabat dan dijadikan amalan untuk umatnya supaya utang piutang bisa lunas.
"Dinukil doa dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang diajarkan langsung oleh beliau kepada kita untuk bermohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala agar dapat dientaskan dari lilitan utang piutang,"
Maka, pendakwah lulusan asal S2 di UIN Bandung itu menyampaikan doa ini diambil dari topik ke-48 di Kitab Shahih Muslim salah satu karya Al Imam Muslim bin Al Hajjah Nabil Usein.
Ia mengatakan bagian isi Kitab Shahih Muslim ini menyampaikan pembahasan tentang doa, taubat, istighfar hingga zikir termaktub di nomor hadits 2713.
Doa Pelunas Utang Sebelum Tidur Pembuka Rezeki Sunnah Nabi Muhammad SAW
اَللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ، فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى، وَمُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَاْلإِنْجِيْلِ وَالْفُرْقَانِ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْءٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ. اَللَّهُمَّ أَنْتَ اْلأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ اْلآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُوْنَكَ شَيْءٌ، اِقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ وَأَغْنِنَا مِنَ الْفَقْرِ
"Allahumma robbas-samaawaatis sab’i wa robbal ‘arsyil ‘azhiim, robbanaa wa robba kulli syai-in, faaliqol habbi wan-nawaa wa munzilat-tawrooti wal injiil wal furqoon. A’udzu bika min syarri kulli syai-in anta aakhidzum binaa-shiyatih. Allahumma antal awwalu falaysa qoblaka syai-un wa antal aakhiru falaysa ba’daka syai-un, wa antazh zhoohiru fa laysa fawqoka syai-un, wa antal baathinu falaysa duunaka syai-un, iqdhi ‘annad-dainaa wa aghninaa minal faqri."
Artinya: "Ya Allah, Rabb yang menguasai langit yang tujuh, Rabb yang menguasai 'Arsy yang agung, Rabb kami dan Rabb segala sesuatu."
"Rabb yang membelah butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah, Rabb yang menurunkan kitab Taurat, Injil dan Furqan (Al-Qur’an)."
"Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau memegang ubun-ubunnya (semua makhluk atas kuasa Allah). Ya Allah, Engkau-lah yang awal, sebelum-Mu tidak ada sesuatu."
"Engkaulah yang terakhir, setelahMu tidak ada sesuatu. Engkau-lah yang lahir, tidak ada sesuatu di atas-Mu."
"Engkau-lah yang Batin, tidak ada sesuatu yang luput dari-Mu. Lunasilah utang kami dan berilah kami kekayaan (kecukupan) hingga terlepas dari kefakiran." (HR. Muslim)
Ustaz Adi Hidayat mengingatkan bahwa terusan bacaan doa yang akan dibahas di bawah ini juga diamalkan ketika seorang Muslim hendak tidur.
Meski demikian, pendakwah asal Pandeglang itu menjelaskan seseorang hendak membaca doa pelunas utang ini harus memiringkan badannya ke bagian sebelah kanan.
Kemudian, seseorang bisa membaca doa ini sebagai bentuk memohon meminta perlindungan dari Allah SWT dari berbagai masalah.
Ia menyampaikan penyambung doa pelunas utang yang wajib diamalkan ini berasal dari hadits riwayat dari Abu Salih kepada sahabat Abu Hurairah menjadi sunnah amalan Nabi Muhammad SAW, begini bunyinya:
"Telah diceritakan dari Zuhair bin Harb, telah diceritakan dari Jarir, dari Suhail, dia berkata: “Abu Shalih telah memerintahkan kepada kami jika salah seorang di antara kami hendak tidur, hendaklah berbaring di sisi kanan kemudian mengucapkan (doa bebas dari utang)."
Kendati demikian, ia mengharapkan bagi yang hidupnya mengalami masalah akibat terlilit utang segera amalkan doa ini sebelum tidur.
"Mari diusahakan setiap sebelum tidur selain membaca doa-doa perlindungan dari was-was dari godaan-godaan setan," jelasnya.
Ia menuturkan setelah seseorang mengamalkan doa pelunas utang tersebut bisa dilanjutkan dengan membaca amalan doa umum lainnya dibaca sebelum tidur.
Misalnya Ayat Kursi berasal dari Surat Al-Baqarah ayat 255 dan tiga surat trikul di antaranya Al-Falaq, Al-Ikhlas, dan An-Nas.
Maka, ia menyatakan amalan doa tersebut dijadikan sebagai ilmu pengetahuan baru bagi umat Muslim agar rezeki hidupnya tidak seret setelah utang lunas.
"Maka ini nampaknya menjadi pengetahuan baru untuk kita memohon kepada Allah agar dibebaskan dari jeratan utang dan kefakiran," terangnya.
Meski begitu, ia juga berharap amalan doa ini harus dibaca dengan khusyuk agar tersambung dan meminta mohon kepada Allah SWT.
"Semoga bisa dibaca akan dengan penuh kekhusyukan, penuh harap memohon kepada Allah sang pemberi rezeki yang merawat kita memenuhi segala mencukupkan segala hal, menyehatkan dan memberikan perlindungan," tandasnya.
(hap)