news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Almarhum Syekh Ali Jaber sarankan di shalat dhuha baca surat ini jika tidak hafal amalan ad-Dhuha dan Asy-Syams.
Sumber :
  • Kolase Tim tvOnenews & Tangkapan layar YouTube Saling Sapa

Tolong di Shalat Dhuha Baca Surat ini jika Tak Hafal Ad-Dhuha dan Asy-Syams, Pesan Syekh Ali Jaber agar Tetap Menjaga...

Almarhum Syekh Ali Jaber pernah mencari solusi saat shalat dhuha jika tidak hafal Surat ad-Dhuha dan Asy-Syams. Almarhum menyarankan baca amalan surat ini.
Minggu, 14 Juli 2024 - 05:10 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Shalat dhuha mempunyai sebutan sebagai ibadah awwabin dimana seorang Muslim kembali kepada Allah SWT.

Meski sunnah, shalat dhuha memiliki banyak keutamaan yang selalu dicari umat Muslim karena manfaatnya sangat dahsyat.

Hal ini menunjukkan shalat dhuha memiliki waktu karena membawa berbagai keutamaan dimana matahari mulai naik setara tujuh hasta hingga berakhir sebelum Dzuhur tiba.

Biasanya amalan surat menjadi bacaan khusus ketika mengerjakan shalat dhuha agar mendapatkan keutamaan besar, yakni Surat Ad-Dhuha dan Asy-Syams.

Namun, tidak semua orang hafal Surat Ad-Dhuha dan Asy-Syams untuk dibaca ketika shalat dhuha.


Ilustrasi shalat dhuha di masjid. (ANTARA)

Maka, seperti apa surat bisa menggantikan Surat Ad-Dhuha dan Asy-Syams untuk shalat dhuha? Almarhum Syekh Ali Jaber membagikan rekomendasi amalan ini sebagai berikut.

Bagi Anda ingin mengetahui saran Almarhum Syekh Ali Jaber terhadap amalan surat di shalat dhuha selain Surat Ad-Dhuha dan Asy-Syams, mari intip di sini.

Dikutip dari kanal YouTube Syekh Ali Jaber, almarhum pernah memberikan rekomendasi berbagai amalan surat untuk pelaksanaan shalat dhuha.

Meski, ia menganjurkan saat seorang Muslim shalat dhuha sebaiknya membaca Surat Ad-Dhuha dan Asy-Syams.

Anjuran surat tersebut menjadi amalan shalat dhuha agar seseorang meraih syafaat 10 kebaikan berpacu dengan tafsir dari Nasiruddin as-Syairazi Al-Baidhawi, Rasulullah SAW bersabda:

"Siapa saja membaca Surat Ad-Dhuha tentu Allah akan membuat dia orang yang diridhai oleh Nabi untuk diberikan syafaat kepadanya 10 kebaikan, Allah mencatat kebaikan untuknya sebanyak anak yatim dan orang yang meminta-minta." (Nasiruddin as-Syairazi al-Baidhawi, Anwarut Tanzil wal Asrarut Ta'wil, Beirut, Darul Ihya')

Kemudian, Almarhum Syekh Ali tidak mempermasalahkan bagi orang yang belum hafal kedua surat tersebut jika dianggap sulit dihafalnya.

Ia melihat khususnya terhadap Surat Ad-Dhuha mempunyai 11 ayat dan Surat Asy-Syams 15 ayat.

Menurutnya, panjangnya ayat tersebut bisa menyulitkan dan memakan waktu bagi seorang Muslim tengah sibuk bekerja tetapi menyempatkan sunnah dhuha.

Ia menganggap ayat yang panjang dapat membuat waktu pekerjaan mereka meski sudah meluangkan menambah amalan hidupnya dari shalat dhuha.

Itu membuktikan shalat dhuha punya banyak keutamaan meski dijadikan sebagai tantangan agar umat Muslim senantiasa ibadah sunnah di pagi hari.

Almarhum Mantan Imam Besar Masjidil Haram itu juga menyayangkan apabila seorang Muslim tidak hafal Ad-Dhuha menjadikan Surat Asy-Syams sebagai opsinya.

Ia berpendapat orang tersebut juga tidak mengetahui bacaan Surat Asy-Syams dan hal tersebut sebaiknya jangan terlalu dipaksakan.

"Ingat juga tidak harus melulu pakai bacaan Wasy Syamsi Wadhdhuhaaha (Surat Asy-Syams)," ungkap Almarhum Syekh Ali Jaber.

Ia memahami Surat Ad-Dhuha dan Asy-Syams menjadi sunnah dan perintah Nabi senantiasa dibaca saat shalat dhuha karena punya keutamaan paling besar diambil dari penjelasan hadits, Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya Rasulullah SAW pernah memberikan perintah untuk kami mengerjakan shalat dhuha dengan membaca Surah Asy-Syams dan Surah Ad-Dhuha." (HR At-Thabrani)

Meski demikian, Almarhum guru tahfizh Al-Quran di Masjid Nabawi itu menganggap shalat dhuha berpotensi tidak afdal atau sah jika seorang Muslim tetap paksa baca Surat Ad-Dhuha dan Asy-Syams.

Tak hanya itu, ia berpendapat seseorang tidak akan bisa khusyuk ketika memaksakan amalkan kedua surat tersebut yang memang sama sekali tak dihafalkan oleh orang tersebut.

"Banyak jemaah curhat kepada saya, keluhannya apa saya tanya, saya ingin shalat dhuha tapi susah saya tidak bisa hafal wasy syamsi wadhuhahaa, wad dhuha wal laili iza saja," ucapnya.

Oleh karena itu, ia menyampaikan pilihan surat lain secara gamblang agar bisa menjadi amalan pengganti Ad-Dhuha dan Asy-Syams.

Ia mempunyai tujuan agar waktu kerja dan sunnah dhuha seseorang tetap terjaga dan memungkinkan khusyuk kepada Allah SWT.

Tak lupa ia juga amalan surat ini sebagai cara melawan seseorang yang merasa malas mengerjakan dhuhanya hanya karena tidak hafal kedua surat tersebut.

Ia membocorkan amalan surat tersebut berupa bacaan Al-Ikhlas yang terhitung sangat pendek.

Kenapa Almarhum Syekh Ali Jaber menyarankan surat pendek yang mudah dibaca dan dihafal?

Secara gamblang, ia menyatakan agar amalan Surat Al-Ikhlas sebagai solusi seseorang tetap menjaga aktivitas pekerjaannya di pagi hari.

"Walaupun tidak hafal, mohon maaf hafal Qul Hu, baca Qull Hu (Surat Al-Ikhlas)," tuturnya.

Ia menyampaikan amalan surat tersebut dapat diucap berulang kali saat seorang Muslim menyempatkan shalat sunnah dhuha di pagi hari di tengah kesibukannya.

Tujuannya agar seorang Muslim yang bekerja tetap mencari nafkah untuk keluarganya tidak terganggu dan tetap rutin mengerjakan sunnah dhuha.

"Rakaat pertama, qul hu, rakaat kedua tidak apa-apa baca qul hu lagi, asal dhuha tetap dijaga," katanya.

Kemudian, ia menambahkan perihal jumlah rakaat shalat dhuha agar tetap menjaga produktivitas bekerja.

Almarhum menganjurkan seseorang cukup mengerjakan dua rakaat dantidak mengharuskan mengutamakan 4-8 rakaat saat ibadah sunnah dhuhanya.

"Rakaat pertama, qul hu, rakaat kedua tidak apa-apa baca qul hu lagi, asal dhuha tetap dijaga," tandasnya.

Jika tidak mempunyai kesibukan maka sangat dianjurkan mengutamakan shalat dhuha 4-8 rakaat demi meraih banyak keutamaan di dalamnya.

Wallahu A'lam Bishawab.

(hap)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:57
01:20
01:08
07:06
01:21
01:13

Viral