- Tangkapan layar YouTube Adi Hidayat Official
Ustaz Adi Hidayat Singgung MUI Wajib Selesaikan Perkara Nasab Ba'alawi, Sebut Harus Menjadi Tempat Pengujian...
Terutama bagi orang-orang yang mempunyai pendapatnya disampaikan di berbagai tempat yang memicu konflik.
Menurutnya, pendapat tersebut hanya melebarkan persoalan nasab dan konflik bisa dibawa secara nyata.
"Setiap orang bisa bikin acara, yang satu buat podcast, yang satu membuat tayangan tertentu," imbuhnya.
Ia mengatakan konflik tidak bisa terkontrol akibat perbedaan pandangan yang memicu beberapa pihak tidak terima terhadap pendapatnya.
"Sehingga benturannya terasa sampai di akar masyarakat saling berbalas komentar yang tidak menemukan titik temu dan ini terasa sangat mengganggu," paparnya.
Ustaz Adi Hidayat menyampaikan pandangan tersebut juga membuat masalah perilaku dan etika terpaksa disatukan yang padahal harus dibuat secara terpisah.
Ia mengatakan pandangan-pandangan terhadap nasab Ba'alawi sebaiknya dibahas secara internal.
Pendakwah usia 39 tahun itu menyarankan apabila mempunyai bukti-bukti adanya keraguan terhadap nasab sebaiknya disimpan hanya untuk internal tanpa disebarkan ke publik.
"Tentu bila ada yang menyoal ini menjadi catatan secara internal, pihak yang tersoal dari kalangan-kalangan tertentu," terangnya.
"Ada baiknya mendata dengan bukti-bukti yang ada, video-video atau laporan-laporan menjadi satu perbaikan internal yang sangat disyukuri," lanjutnya.
Direktur Quantum Akhyar Institute itu menyatakan apabila bahan ilmiah tidak dilakukan secara internal sangat berbahaya terhadap orang-orang awam mengenai nasab Ba'alawi.
"Dalam pandangan Islam nasab ini persoalan yang sangat sensitif mau kita melakukan pendekatan dengan hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim yang tersambung pada sahabat Abu Dzar Al-Ghifari saking sensitifnya Nabi memberikan pengingat jika nasab yang benar itu kemudian sengaja diputus maka risikonya adalah kufur," tandasnya.
Ustaz Adi Hidayat menyoroti perkara nasab Ba'alawi atas pernyataan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf.
Sebelumnya, Gus Yahya sapaan akrabnya menyampaikan dugaan motif pemicu kasus pengeroyokan Rais Syuriah MWC Nahdlatul Ulama (NU) Cikarang, Bekasi, Kiai Ikhsanudin Al-Badawi dan dua anggota Banser.
Puluhan orang tidak dikenal (OTK) tiba-tiba menyerang sebuah mobil Pajero Sports ditumpangi Kiai Ikhsan di Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Sabtu (10/8/2024) malam.