- Kolase tangkapan layar YouTube Ustadz Abdul Somad Official & Tim tvOnenews
Utamakan Mana Shalat Hajat Dulu atau Tahajud? Ustaz Abdul Somad Rincikan Aturannya, Begini Urutan yang Paling Benar
Ia menegaskan seorang Muslim tidak boleh sampai salah dalam mengurutkan saat mengerjakan shalat sunnah malam.
Ustaz Abdul Somad menyarankan agar seorang Muslim mandi lebih dahulu sebelum mengerjakan shalat sunnah hajat dan tahajud.
Ia menganjurkan mandi sebagai bentuk kesucian sebelum melaksanakan shalat sunnah malam.
"Mantap itu mulai nanti malam ketika bangun langsung mandi, bagus mandi malam itu," ungkap Ustaz Abdul Somad.
Meski begitu, pendakwah usia 47 tahun itu mengingatkan agar seseorang tidak boleh terkena penyakit hanya demi mengutamakan mandi.
Ia kembali menyarankan seseorang mandi dilakukan pada sepertiga malam sampai Subuh sebagaimana pada waktu shalat hajat dan tahajud.
"Katanya mandi malam rematik? Dari habis Maghrib ke jam satu itu bisa rematik, tapi dari jam satu ke Subuh bagus terapi mandi malam, segar, sehat," jelasnya.
Kemudian, Ustaz Abdul Somad menyampaikan aturan kedua harus menggunakan wangi-wangian sebagai bentuk kesucian diri hendak shalat.
Ia menyebutkan wangi-wangian sangat disukai oleh malaikat dan ketika shalat akan didekati mereka.
"Tujuannya karena malaikat pemberi rahmat suka mendekat kepada orang yang harum-harum, dia langsung turun mendekatinya," imbuhnya.
Lanjut, penceramah itu pun merincikan ibadah sunnah malam yang harus dikerjakan lebih awal, yakni shalat sunnah wudhu.
"Jadi kalau bangun malam, yang pertama kali dilaksanakan adalah shalat sunnah wudhu," katanya.
Ustaz Abdul Somad menyebutkan shalat taubat dikerjakan setelah sunnah wudhu agar permintaan ampunannya didengar oleh Allah SWT.
Ia melanjutkan setelah seseorang mengerjakan shalat taubat bisa disusul dengan tahajud.
Ia menganjurkan seseorang menyampaikan segala hajatnya di waktu melaksanakan tahajud.
Ia pun menyampaikan setelah seseorang menunaikan tahajud langsung bisa mengerjakan shalat hajat.
"Diibaratkan jika punya hajat kepada orang yang berkedudukan tinggi seperti bupati atau gubernur, tentu tidak langsung menampakkan hajat. Tunjukkan dulu oleh-oleh," terangnya.
Ia menyebutkan shalat hajat cukup dikerjakan dua rakaat setelah mengerjakan tahajud.
"Maka, ketika meminta hajat kepada Allah SWT juga demikian. Shalat tahajud dulu, kemudian shalat hajat 2 rakaat," paparnya.