- Istimewa
Ketika Shalat Berjamaah Dapat Shaf Pertama, Tolong Jangan Ubah Posisi, Kata Syekh Ali Jaber Ada Tanda Bahaya ini
"Suka dijaga atau sering masbuk," tambahnya.
Ia menyampaikan ada perbedaan jumlah amal dihasilkan oleh orang munafik dan mengejar shaf pertama ketika shalat berjamaah.
"Beda yang sering masbuk, beda sama orang yang datang lebih awal," ucapnya.
Misalnya, ia mencontohkan bahwa orang beriman akan mendapat posisi berbeda saat di sisi Allah SWT dibandingkan bagi mereka yang munafik.
"Enggak mungkin sama di sisi Allah wallahi beda Allah Maha Adil," imbuhnya.
Kemudian, ia juga menuturkan bahwa mereka yang selalu mengejar shaf pertama dan tidak pernah sama sekali akan mendapat posisi berbeda dalam surga.
Hal ini mengingatkan bahwa surga memiliki tingkatan yang harus diketahui bersama.
"Semua masuk surga Insyaallah kita bersama-sama. Itu karena karunia dan rahmat dari Allah, tapi di dalam surga ada tingkatannya," jelasnya.
Ia menyebutkan perbedaan tingkatan dalam surga didasari dengan jumlah amalan selama hidup di dunia.
"Di dalam surga itu masing-masing tergantung amal. Masuk surga tingkatannya ada yang di bawah, ada yang di tengah, di atas bersama nabi bersama para sahabat bersama waliyulloh orang shaleh," paparnya.
"Tidak mungkin sama itu tergantung amalannya sejauh mana," lanjutnya.
Ia menambahkan selain keutamaan shaf pertama terletak pada orang yang rajin ibadah sunnah, seperti Tahajud, Dhuha, dan sebagainya mendapat posisi surga yang berbeda.
"Tak mungkin sama-sama orang yang malas," ungkapnya.
Lanjut, almarhum mantan juri di Hafizh Indonesia itu mengingatkan agar orang yang mendapat shaf pertama tidak boleh mengubah posisinya.
Misalnya ia sering melihat orang sudah berada dalam shaf pertama tiba-tiba mundur ke belakang bisa meninggalkan kebaikannya.
Ia menyatakan orang tersebut hanya menunjukkan sikap riya akibat mundur ke shaf belakang setelah dipuji lantaran sebelumnya shalat berjamaah di shaf pertama.
"Ke shaf tanpa sesuatu, kebaikan dia mundur ke belakang, mundur dan dia tinggalkan kebaikan tersebut. Itu namanya Riya," tandasnya.
Wallahu A'lam Bishawab.
(hap)