news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Tolong Hati-hati, Sajadah Terlalu Empuk untuk Shalat Ternyata Dilarang Nabi, Ustaz Adi Hidayat Jelaskan Hal ini, Ternyata karena....
Sumber :
  • Istockphoto / Adi Hidayat

Tolong Hati-hati, Sajadah Terlalu Empuk untuk Shalat Siapa Sangka Ternyata Dilarang Nabi, Ustaz Adi Hidayat Jelaskan Hal ini, Ternyata karena...

Ustaz Adi Hidayat mengingatkan bahwa sajadah yang terlalu empuk dilarang Nabi Muhammad SAW. Bukan tanpa alasan karena sajadah yang empuk dapat mengurangi sensasi
Rabu, 20 November 2024 - 12:57 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com -  Sajadah adalah perlengkapan yang penting dalam ibadah shalat umat Islam. 

Selain sebagai alas yang melindungi tubuh dari lantai, sajadah juga membantu menciptakan ruang yang bersih dan nyaman untuk beribadah. 

Namun, fungsi sajadah bukan hanya sekadar pelengkap. Penggunaannya sangat berpengaruh terhadap kekhusyukan seorang muslim dalam melaksanakan shalat, khususnya saat bersujud.

Sujud merupakan momen puncak dalam shalat, di mana dahi seorang muslim menyentuh tanah sebagai lambang ketundukan total kepada Allah. 

Dalam hal ini, pemilihan sajadah yang sesuai menjadi sangat penting untuk memastikan kualitas sujud terjaga. Hal ini pernah disampaikan oleh Ustadz Adi Hidayat (UAH) dalam salah satu ceramahnya.  

“Jangan gunakan alas sujud yang terlalu empuk, sampai-sampai tidak terasa pertemuan kening dengan tempat sujud,” ujar UAH dalam video di kanal YouTube @AlBadru. 

Menurutnya, sajadah yang terlalu empuk dapat mengurangi sensasi bersentuhan langsung dengan lantai, yang seharusnya menjadi momen penting dalam sujud.  

Ilustrasi Sajadah
Sumber :
  • Istockphoto

 

Memilih Sajadah yang Tepat

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwa sajadah terbaik adalah yang memiliki permukaan rata dan cukup keras, sehingga memberikan kenyamanan tanpa mengurangi kepekaan saat bersujud. 

“Sujud itu akan terasa lebih nyaman jika sajadah kita tidak terlalu empuk,” katanya.

Ia menambahkan, sajadah yang terlalu empuk justru membuat sujud terasa seperti tidur di atas bantal, yang pada akhirnya mengurangi fokus dan kekhusyukan dalam beribadah.  

Menurut UAH, pemilihan sajadah tidak boleh hanya didasarkan pada penampilannya. 

“Sajadahnya mungkin bagus, tapi kalau terlalu empuk, sujud kita malah seperti tidur di bantal, tidak terasa mantap saat menyentuh lantai,” tegasnya. 

Dengan kata lain, jamaah perlu lebih memprioritaskan fungsi sajadah dibanding estetika.  

Manfaat Sujud yang Sempurna dalam Islam

Dalam ceramahnya, UAH juga menyoroti manfaat fisik dari sujud yang benar. Ia menyebutkan bahwa saat sujud, aliran darah ke otak menjadi lebih optimal, yang memiliki dampak positif bagi kesehatan. 

“Ketika kita sujud, darah mengalir ke otak, dan itu bermanfaat untuk kesehatan kita,” ujarnya.  

Ia juga menyinggung konsep “God spot” yang diyakini berada di tengah dahi. Sujud yang sempurna dapat mengaktifkan titik ini, memberikan dampak spiritual dan fisik yang signifikan. 

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:39
06:50
07:02
10:03
00:42
00:45

Viral