- Tangkapan Layar YouTube Al-Bahjah TV
Boleh Gak Sih Letakkan Tas di Sajadah meski Menghalangi Shalat Berjamaah? Ternyata Kata Buya Yahya kalau itu...
tvOnenews.com - Pendakwah Buya Yahya sering melihat orang mukmin sengaja meletakkan tas yang dibawanya di tempat batas dalam shalat berjamaah.
Sebelum shalat berjamaah, kata Buya Yahya, tas yang disimpan di depan sajadah bagi mereka agar tidak hilang dan tetap aman.
Buya Yahya memahami tas yang disimpan selain di depan sajadah saat shalat berjamaah di masjid berpotensi hilang.
Selain hilang, Buya Yahya berpendapat bahwa tas diletakkan sembarangan dalam masjid bisa menyebabkan seorang mukmin tidak khusyuk dalam shalat berjamaah.
"Ibu-ibu tasnya yang banyak duit itu taruh di depan," ujar Buya Yahya dalam suatu ceramah dikutip melalui tayangan channel YouTube Al-Bahjah TV, Minggu (8/12/2024).
- Freepik
Bahwasanya shalat berjamaah merupakan bagian ibadah terpenting yang dianjurkan oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW kepada umat Muslim.
Shalat berjamaah dapat memberikan beberapa keutamaan, antara lain pahala yang diraih lebih besar dibandingkan sendirian, memperoleh perlindungan dari Allah SWT agar terhindar godaan setan.
Kemudian, shalat berjamaah bisa menghapus segala dosa dengan cepat dan diri kembali dalam kondisi suci. Derajat juga semakin meningkat atas pemberian dari Allah SWT.
Dalam hadits riwayat dari Abdullah ibn Umar menjelaskan anjuran shalat berjamaah paling populer bisa meninggikan derajat, Rasulullah SAW bersabda:
"Shalat berjamaah lebih utama dibandingkan shalat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat." (HR. Bukhari Nomor 609 dan 610 & Muslim Nomor 1036 dan 1039)
Adapun anjuran mengerjakan shalat berjamaah di masjid lebih utama daripada di rumah diriwayatkan Abu Musa dalam haditsnya, Rasulullah SAW bersabda:
"Orang yang paling banyak mendapatkan pahala dalam shalat adalah mereka yang paling jauh (jarak rumahnya ke masjid), karena paling jauh dalam perjalanannya menuju masjid. Dan orang yang menunggu shalat hingga ia melaksanakan shalat bersama imam lebih besar pahalanya dari orang yang melaksanakan shalat kemudian tidur." (HR. Bukhari & Muslim)
Namun, ada kalanya orang-orang tidak memperhatikan betapa pentingnya pembatas dalam shalat berjamaah.
Perihal batas shalat berjamaah memiliki penjelasan bahwa makmum dan imam maksimal harus berjarak 300 dzira. 1 dzira mempunyai hitungan sekitar 61,2 cm.
Jika makmum bisa melihat setiap gerakan imam sangat sah dalam mengatur pembatas shalat berjamaah.
Kemudian, pengaturan shaf juga menjadi salah satu bagian pembatas shalat yang mendorong laki-laki Muslim harus berada di barisan depan dan perempuan di belakang.
Meski begitu, pembuatan dinding berfungsi sebagai pembatas shalat sangat dilarang kecuali diperuntukkan bagi makmum perempuan.
Dalam penjelasan ini mengacu pada kebiasaan kebanyakan orang sengaja menyimpan tas di depan sajadah. Itu berkaitan agar dijadikan pembatas dalam shalat.
Penyebab orang yang meletakkan tas di depannya saat melaksanakan shalat berjamaah karena mengkhawatirkan barang-barang berharga di dalamnya bisa diambil oleh orang tidak bertanggung jawab.
Kebanyakan tas di depan sajadah berisi berkas penting, antara lain sertifikat, uang, dompet, kartu identitas dan sebagainya yang dianggap sangat berharga.
Soal hukum tas di depan sajadah, Buya Yahya tidak mempermasalahkan pilihan orang yang sengaja meletakkannya agar tidak hilang.
Bagi Buya Yahya, tas juga sebagai bentuk membuat pembatas shalat yang sederhana.
"Anda untuk jadi sutrah, jangan taruh di belakangnya," jelasnya.
Dalam bahasa Arab, sutrah memiliki arti sebagai penghalang di mana sesuatu yang berada di depan sajadah saat melaksanakan shalat baik sendiri maupun berjamaah.
Beberapa barang bisa menjadi sutrah, antara lain tongkat, tanah yang tersusun rapi dan sebagainya.
Kehadiran sutra sangat berguna agar tidak ada orang lain yang lewat. Apalagi jika mengerjakan di bagian tengah menjadi tempat lalu lalang orang masuk atau keluar masjid.
Pengasuh LPD Al Bahjah itu juga menegaskan betapa pentingnya sutrah dipakai untuk pembatas shalat.
"Makanya kalau taruh tas di belakangnya ada tiga kerugian, pertama enggak meraih keutamaan, kedua itu tidak khusyuk, ketiga potensi hilang tasnya itu," paparnya.
Anjuran memakai sutrah dalam shalat diriwayatkan Abu Sa'id Al Khudri dari haditsnya, Rasulullah SAW bersabda:
إذا صلَّى أحدُكم فلْيُصلِّ إلى سُترةٍ ولْيدنُ منها
Artinya: "Jika seseorang mengerjakan shalat maka shalatlah dengan menghadap sutrah dan mendekatlah padanya." (HR. Abu Dawud)
(hap/hap)