- Instagram/@0ratmangoen
Kisah Wak Haji Ragnar Oratmangoen Kagum dengan Suara Adzan di Jakarta sejak Perkuat Timnas Indonesia
tvOnenews.com - Penyerang FCV Dender, Wak Haji Ragnar Oratmangoen sapaan akrabnya memiliki kisah pernah mengakui sebagai pemain keturunan Timnas Indonesia terkesima dengan suara adzan di Tanah Air.
Sebagai pemain keturunan Timnas Indonesia, Ragnar Oratmangoen merasa kagum suara adzan selalu terdengar di Indonesia terkhusus saat berada di Jakarta.
Saat ini, Ragnar Oratmangoen tengah berada di Belgia untuk kembali memperkuat klub FCV Dender di tengah libur membela Timnas Indonesia pada Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Ragnar Oratmangoen membela FCV Dender untuk mengarungi ajang kompetisi Pro Liga Belgia musim 2024/2025.
Pasalnya, FCV Dender saat ini berada di posisi ke-12 dalam papan klasemen Pro Liga Belgia 2024/2025.
Wak Haji sapaan akrabnya pun kembali menjadi juru gedor agar FCV Dender bisa menembus posisi teratas.
Ini mengingat klub yang dibela Ragnar pernah merasakan puncak klasemen pada September 2024 lalu.
Dipantau tvOnenews.com melalui unggahan Instagram pribadinya, Minggu (8/12/2024), Ragnar tengah asik menikmati Ibu Kota Brussel, Belgia.
Potret tersebut menjadi salah satu kegiatan Ragnar selain bermain sepak bola untuk FCV Dender maupun Timnas Indonesia.
Namun begitu, setiap kegiatan Ragnar tidak melupakan kewajibannya sebagai sosok pemain keturunan Garuda yang menganut agama Islam.
Sebelumnya, ada satu kisah berdasarkan pengakuan dari Ragnar, di mana pemain kelahiran dari Belanda itu mengagumi adzan yang terdengar di Jakarta.
Ia merasa terkejut bisa mendengar suara adzan di setiap sudut wilayah Indonesia, salah satunya di Jakarta.
Saat di Belanda maupun negara lain, Ragnar mengakui sangat jarang mendengar suara adzan.
Kini ia menikmati sesi latihan saat bersama jajaran Timnas Indonesia karena diiringi dengan adzan yang terdengar dari masjid-masjid di sekitaran area lapangan.
"Bagi saya ini pertama kalinya saya mendengarnya (suara adzan) hari ini dalam sesi latihan," ungkap Wak Haji Ragnar Oratmangoen saat di Jakarta dikutip, Minggu.
"Bagi saya itu adalah hal yang sangat indah," lanjut dia.
"Dan juga ini menjadi sebuah pengalaman mendengar azan dan ini sangat bagus untuk didengar," tambah lagi.
- AFC
Ia juga beruntung bisa membela Timnas Indonesia di tengah-tengah pemain mayoritas berstatus sebagai Muslim.
Ia tidak merasa keberatan dan terbatas untuk selalu memenuhi kewajiban ibadahnya.
Bahwasanya saat Ragnar memperkuat Fortuna Sittard sama sekali tidak memenuhi kebutuhan ibadah puasanya karena bergabung dalam skuad bukan mayoritas Muslim.
"Ini sangat spesial, saya dengar banyak pemain di tim yang muslim dan ini jadi pengalaman yang baru," katanya.
Pengalaman pertama kali terbang ke Indonesia, Ragnar enggan malu berbagi kisahnya sebagai sosok mualaf di mana baru memeluk agama Islam pada usia 15 tahun.
"Saya tidak terlahir sebagai Muslim, saya dibesarkan dalam keluarga Kristen," jelasnya.
"Mereka membuat saya belajar lebih tentang Tuhan dan bagaimana religi membantumu dalam hidup dan itu yang membuat saya memutuskan untuk menjadi seorang muslim," tandasnya.
(gwn/hap)