- Kolase tangkapan layar YouTube Adi Hidayat Official & Tim tvOnenews
Apakah Shalat Tahajud Sah dalam Kondisi Belum Mandi Setelah Bangun Tidur? Ustaz Adi Hidayat Tegaskan Sebenarnya...
tvOnenews.com - Pendakwah Ustaz Adi Hidayat menjelaskan kondisi shalat Tahajud yang tergesa-gesa setelah bangun tidur, namun belum sempat mandi dulu.
Kondisi belum mandi ketika mengerjakan shalat Tahajud, berpacu pada kesempurnaannya. Ustaz Adi Hidayat mengambil penjelasan dari perspektif secara umum dari hal-hal yang harus dilakukan sebelum ibadah.
Contoh anjuran sebelum mengerjakan shalat, baik yang wajib maupun sunnah, kata Ustaz Adi Hidayat (UAH), harus menyucikan diri dan salah satunya dari mandi. Hal ini tidak berbeda jauh dengan Tahajud.
"Apabila kondisi memungkinkan mandi, bersih-bersih, berpakaian yang bagus, tambah wangian, yakin itu lebih baik dari biasa-biasanya," ungkap UAH dilansir dari kanal YouTube Audio Dakwah, Jumat (7/2/2025).
Mandi sebelum mengisi ibadah, berkaitan dengan syarat sah shalat. Orang mukmin telah baligh, setidaknya harus melakukan hal ini.
- Freepik
Kesucian diri sebelum memulai shalat memberikan kenikmatan yang hakiki. Ada anugerah mengarah kepada orang mukmin mengerjakan Tahajud di sepertiga malam.
Kenikmatan dari-Nya bagi yang melaksanakan ibadah di waktu tengah malam, selaras dengan redaksi dari Surat Az Zariyat Ayat 15-18 yang berbunyi, Allah SWT berfirman:
اِنَّ الْمُتَّقِيْنَ فِيْ جَنّٰتٍ وَّعُيُوْنٍۙ, اٰخِذِيْنَ مَآ اٰتٰىهُمْ رَبُّهُمْ ۗ اِنَّهُمْ كَانُوْا قَبْلَ ذٰلِكَ مُحْسِنِيْنَۗ, كَانُوْا قَلِيْلًا مِّنَ الَّيْلِ مَا يَهْجَعُوْنَ, وَبِالْاَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ
Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam (surga yang penuh) taman-taman dan mata air. (Di surga) mereka dapat mengambil apa saja yang dianugerahkan Tuhan kepada mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu (di dunia) adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam; dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah)." (QS. Az Zariyat, 51:15-18)
Ayat ini memberikan tanda kenikmatan yang harus dipelihara dan dijaga oleh orang mukmin. Langkah awal tetap memperoleh anugerah dari Allah SWT, tentu mengikuti syarat sah shalatnya.
Mandi akan membuat shalat menjadi khusyuk. Ibadahnya dalam kondisi di mana telah membersihkan tubuh dari hadas besar dan kecil.
Wudhu menjadi langkah pertama, semisal dalam kondisi kentut, buang air kecil atau pun besar cukup melakukan hal tersebut. Ada pula yang mengharuskan mandi, contohnya setelah berhubungan intim atau mengeluarkan sesuatu yang sifatnya najis, sebut saja baru mimpi basah.
Tahajud kebetulan merupakan ibadah yang terjaga dan terbangun dari tidur malamnya. Setelah istirahat akan mengalami kondisi berantakan, tubuh tidak terawat dan kotor.
Tidak sedikit orang yang baru bangun tidur tanpa memperdulikan mandi lebih dulu, sehingga hanya bermodalkan wudhu sebelum Tahajud, disebabkan tak ingin membuang waktu sepertiga malamnya mengisi banyak amalan ibadah.
Tubuh atau badan berantakan tentunya akan mempengaruhi kesempurnaan Tahajudnya. Menurut UAH, ibadahnya sah atau tidak sebenarnya melihat secara kondisinya.
Sama halnya anjuran mengenakan wangi-wangian, bergantung dengan kondisinya apabila masih mempunyai bahan yang dibutuhkan, seperti parfum dan sebagainya.
"Ini relatif sebenarnya ya, tergantung keadaannya sih," kata dia.
Direktur Quantum Akhyar Institute itu memaparkan mandi di tengah malam, berpengaruh pada kondisi kesehatan. Setiap orang memiliki daya tahan tubuh yang berbeda-beda.
Mandi pada tengah malam secara ilmu medis sangat berbahaya. Sudah banyak kasus rentan terserang penyakit, misalnya rematik untuk contoh sederhananya, bahkan bisa mengalami hal-hal tidak terduga.
Cara mencegah penyakit, mandi bisa dilakukan setidaknya sebelum tidur. Hal ini berguna waktu istirahatnya telah disucikan lebih dulu. Ini hanya bersifat solusi belaka, terutama bagi yang tubuhnya masih segar.
"Ini tergantung kondisi dan tentunya keadaan sebelum tidur," tegasnya.
Pendakwah usia 40 tahun itu sangat menekankan bagi suami istri. Terutama setelah berhubungan intim, mengharuskan mandi junub agar kembali suci dan bisa Tahajud.
"Kalau berhubungan suami-istri harus mandi dan bersih baru boleh Tahajud," ingatnya.
Pemaparan ini juga berlaku persiapan Tahajud dengan tergesa-gesa, apalagi dikerjakan mendekati masuknya waktu Subuh. Minimal mencuci muka agar ibadahnya bisa khusyuk.
"Jika memang mandi tidak memungkinkan terutama waktunya sudah terbatas untuk bersih-bersih hanya untuk menghilangkan ngantuk," tuturnya.
Bagi UAH, wudhu dan cuci tangan sebenarnya telah mewakili jika tetap ingin menerapkan syarat-syarat sahnya.
"Saat itu cuci tangan wudhu menggunakan waktu bersedia untuk shalat Tahajud," ucapnya.
Persoalan belum mandi tidak perlu berlarut-larut. UAH mengingatkan paling penting bagaimana bisa merawat keikhlasan shalat Tahajud atas menjemput ridha dari Allah SWT.
"Lebih besar dari itu ukuran pahala serta keikhlasan menunaikan ibadah semakin ikhlas maka semakin besar pahala," tukasnya.
(hap)