- Kolase tangkapan layar YouTube Adi Hidayat Official & Shutterstock
Makmum Harus Ikut Baca atau Diam saat Shalat Subuh? Ustaz Adi Hidayat Ingatkan kalau Imam Amalkan Doa Qunut Wajib Pilih ini
tvOnenews.com - Doa qunut adalah amalan sering dibaca saat shalat Subuh. Ustaz Adi Hidayat khususnya mengupas tuntas soal pengamalannya.
Ustaz Adi Hidayat menyoroti posisi makmum saat dihadapi imam membaca doa qunut, ketika baru selesai i'tidal dalam shalat Subuh berjamaah.
Ustaz Adi Hidayat (UAH) memahami tidak sedikit orang mukmin bingung saat menjadi makmum, wajib mengikuti imam atau tidak ketika amalan doa qunut bergetar di shalat Subuh.
Menurut UAH, apa yang dilakukan imam, maka makmum harus mengikutinya, semisal dalam suatu shalat Subuh berjamaah terdengar doa qunut, maka mereka wajib membacanya.
"Imam tidak qunut, makmum jangan paksakan qunut," kata UAH dikutip tvOnenews.com melalui kanal YouTube Adi Hidayat Official, Senin (10/2/2025).
- Pexels
Tidak sedikit masjid dan musholah di Indonesia lebih sering memunculkan suara doa qunut yang dibaca imam, terkhusus ketika melaksanakan shalat Subuh berjamaah.
Alasan umat Muslim membaca doa qunut dalam shalat Subuh, tidak lepas dari masih menerapkan Mazhab Imam Syafi'i.
Namun, doa qunut masih menjadi polemik apakah amalan ini harus dibaca saat shalat Subuh, mengingat bacaan doa tersebut hanyalahh bersifat sunnah.
Jika mengacu pada definisi umumnya, doa qunut berfungsi amalan memberikan petunjuk, ampunan, serta meminta perlindungan dari Allah SWT.
Doa qunut tidak hanya sekadar menjadi amalan di shalat Subuh, juga bisa dibaca saat shalat Witir hingga ibadah sunnah lainnya.
Ada pun waktu terbaik membaca doa qunut, biasanya terletak setelah i'tidal dan sebelum bersujud.
Perihal doa qunut untuk makmum, UAH sering mendapat kasus ada yang tidak mengamalkannya, apalagi saat melaksanakan shalat Subuh secara berjamaah.
UAH mengatakan imam yang membaca doa qunut, sebaiknya makmum harus melakukan hal serupa. Pada dasarnya makmum wajib mengikuti apa pun yang dikerjakan imam shalat berjamaah.
"Saya menegaskan kalau imam tuh dijadikan untuk diikuti, bacaan imam juga bacaan makmum, kalau imam rukuk, makmum harus rukuk, kalau imam sujud, makmum wajib sujud," papar UAH.
Hal ini berkaitan dengan prinsip makmum, sesuai dengan redaksi hadis riwayat dari Anas Ibn Malik Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّمَا جُعِلَ الْإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ, فَإِذَا كَبَّرَ فَكَبِّرُوْا , وَ إِذَا رَكَعَ فَارْكَعُوْا , وَإِذَا سَجَدَ فَاسْجُدُوا , وَإِنْ صَلَّى قَائِمًا فَصَلُّوْا قِيَامًا [رواه مسلم].
Artinya: "Sesungguhnya dijadikannya imam itu untuk diikuti. Jika ia bertakbir maka bertakbirlah kalian, jika ia rukuk maka rukuklah kalian, jika ia sujud maka sujudlah kalian dan jika ia shalat dengan berdiri maka shalatlah kalian dengan berdiri." (HR. Muslim)
Wakil Ketua I Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah menuturkan jika kedapatan imam tidak membaca doa qunut, makmum tak boleh mengisi amalan tersebut.
Masih banyak orang mukmin sampai mengerjakan sujud sahwi, perkara mengikuti imam, apalagi dihadapi tidak membaca doa qunut.
"Ya ikuti imam, begitu imam salam harus ikut salam. Jangan imam salam, Anda malah sujud sahwi," imbau dia.
Direktur Quantum Akhyar Institute mempersoalkan kondisi makmum, seolah-olah membaca doa qunut padahal tidak hafal lafadz bahkan tak memahami makna kandungan amalan tersebut.
"Sama ketika imam baca qunut, Anda enggak biasa baca, aamiinkan, jangan baca yang lain," sebutnya.
Makmum memaksakan kehendak tanpa pengetahuan mendalam, menurut UAH, shalat Subuh yang dikerjakan hanya sia-sia.
"Fatal kalau Anda baca yang lain baca-bacaan di luar shalat, sangat risiko bisa bikin batal shalat," tegasnya lagi.
Sikap dan adab menjadi makmum wajib dipahami, sangat berguna untuk pembekalan agar memperoleh keutamaan dari setiap pelaksanaan shalat berjamaah.
"Jadi ketika imam mengatakan allahumma dina fiman hadait, yang kita katakan makmum walaupun anda enggak ikut qunut, aamiin, jangan baca yang lain," tuturnya.
"Sebab, bacaan Anda (makmum) itu mengikuti imam, dan imam mewakili makmum," tukasnya.
(far/hap)