- Instagram/@el_locogoliadorcg10_
Sebelum Cristian Gonzales Pensiun, Sosok ini Akui Ilmu Agamanya Legenda Timnas Indonesia Melampaui Santri: Dia Sangat...
tvOnenews.com - Cristian Gonzales mendapat pujian semakin taat dengan agama Islam dan ilmunya dianggap mengalahkan santri sebelum dinobatkan sebagai legenda Timnas Indonesia.
Cristian Gonzales menyabet sebagai salah satu legenda Timnas Indonesia yang memutuskan mualaf ketika berkarier menjadi pesepak bola profesional.
Sebagai legenda Timnas Indonesia, Cristian Gonzales sebenarnya berstatus pemain asing yang berkiprah di sepak bola Indonesia.
El Loco sapaan akrabnya, mulanya berkarier saat dipinang oleh PSM Makassar. Ketika itu, Cristian Gonzales masih berpaspor Uruguay.
Ia bermain di PSM Makassar sejak pindah dari klub asal Uruguay, Maldanado pada 2003. Tahun inilah membuat Gonzales nyaman bermain sepak bola di Indonesia.
Setelah di PSM Makassar, pemain kelahiran asal Montivideo, Uruguay itu merasakan pengalaman barunya di Persik Kediri pada 2005.
Ia berpindah ke Persib Bandung pada 2009 hingga 2011 sebelum berlabuh ke Persisam Putra Samarinda.
Selain itu, berbagai klub pernah menjadi jejak karier Gonzales, seperti Arema FC, Madura United, PSS Sleman, PSIM Yogyakarta, RANS Cilegon FC.
Tak hanya itu, ia memulai perjalanannya untuk Timnas Indonesia sejak resmi berpindah kewarganegaraan dari paspor Uruguay menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada November 2010.
Sudah banyak pertandingan menjadi perjalanan lika-likunya bersama Garuda, yang pada akhirnya dicaps sebagai legenda Timnas Indonesia.
Uniknya, ia juga telah menyandang status sebagai mualaf pada 2003, walaupun saat itu sudah menikah dengan istri tercintanya, Eva Nurida Siregar alias Eva Gonzales pada 1995.
Ia memutuskan masuk agama Islam ketika membela PSM Makassar. Kisah perjalanan mualafnya bermula dari fenomena mendengar suara adzan saat sibuk berkiprah bersama Juku Eja.
- Kolase tvOnenews.com
Kemudian, Gonzales juga sering melihat kegiatan spiritual dari sang istri yang kebetulan menganut agama Islam.
Berkat Eva sering berwudhu dan mengerjakan shalat, Gonzales mengakui jiwanya menemukan kedamaian yang pada akhirnya memutuskan hijrah ke agama Islam.
Gonzales bersyahadat di dua tempat. Pertama berlangsung di Masjid Al Akbar, Surabaya yang dibimbing oleh Ustaz Mustafa. Proses kedua saat sibuk bermain sepak bola di Kediri.